Bagi produsen mobil, Volkswagen Brasil, adalah lokasi terpenting ekspansi bisnisnya. Namun, cabang perusahaan VW di negara ini diselimuti sejarah yang kelam: pelanggaran hak asasi manusia dan eksploitasi pekerja.
VW Brasil yang sukses bahkan di masa kediktatoran militer Brasil 1964-1985Foto: Ralf Hirschberger/dpa/picture alliance
Iklan
Lebih dari 70 tahun lalu, produsen mobil Jerman, Volkwagen, melebarkan sayap bisnisnya diBrasil. Pada 23 Maret 1953 produksi mulai dilakukan di sebuah gudang di São Paulo. Menurut infomasi surat kabar online Brasil heycar.com.br, tak lama setelahnya pabrik pertama VW di luar negeri, Achieta, pun berdiri.
"Volkswagen do Brasil telah berhasil selama 70 tahun melakukan inovasi teknologi dan menjadi pionir," kata CEO VW Brasil, Ciro Possobom, dalam perayaan ulang tahun VW di tahun 2023. Tahun 2024, perusahaan yang berbasis di Wolfsburg ini telah memiliki empat pabrik dan akan terus meluaskan bisnisnya di Brasil.
Sejauh ini, VW berencana menginvestasikan tujuh miliar reais (20 triliun rupiah) hingga tahun 2026. Pada tahun 2028 investasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 16 miliar reais (47 triliun rupiah), menurut data automobil-produktion.de yang dirilis tahun lalu.
Secara ekonomi, awal investasi VW sangat baik. VW ingin memanen keuntungan tak hanya lewat produksi mobil tapi juga bisnis peternakan. Pada tahun 1974, perusahaan Jerman ini mendirikan sebuah peternakan yang diberi nama "Fazenda Volkswagen" di Cristalino yang terletak 2.200 kilometer dari kantor pusat VW Brasil di São Paulo,.
Namun usaha peternakan inilah yang mulai meretakkan citra VW. Christopher Kopper, seorang sejarawan di Universitas Bielefeld yang telah meneliti sejarah VW di Brasil. Dalam sebuah wawancara dengan DW, ia mengatakan: "VW sudah diimintai keterangan tentang perlakuannnya kepada para pekerja Fazenda di tahun 1980-an"
Di 2016, Kopper ditugaskan Volkswagen Group untuk menyiapkan laporan ahli terkait peran Volkswagen semasa kediktatoran militer Brasil. Pada bulan Maret 1964, junta militer telah menduduki tampuk kekuasaan dan memimpin dengan tangan besi negara tersebut selama 21 tahun.
Pekerja di Fazenda yang menunjukkan logo VW Foto: Wolfgang Weihs/picture alliance
Hanya karyawan VW yang bisa hidup layak di Fazenda?
Volkswagen menugaskan seorang ekonom ahli agraria dari Swiss, Friedrich-Georg Brügger, untuk mendirikan usaha pertanian. Dia mempekerjakan staf dari VW Group serta tenaga kerja dan subkontraktor lokal untuk proyek peternakan yang terbilang ambisius.
Bertahun-tahun kemudian, sebuah laporan televisi dari ARD-Weltspiegel mengungkapkan betapa ambisius dan kejamnya pendekatan yang dilakukan sang ekonom.
Menurut Christopher Kopper, para karyawan VW selalu dirawat dengan baik: "Mereka memiliki rumah sendiri, sekolah sendiri, dan rumah sakit. Namun, tidak demikian halnya dengan para pekerja subkontraktor. Mereka menjadi budak utang.”
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Menurut Kopper, ini adalah perbedaan yang selalu dipertahankan Volkswagen. Para manajer selalu "mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas perlakuan terhadap pekerja subkontrak".
Pada saat yang sama, mereka selalu "menunjukkan bahwa pekerja tetap di Fazenda, yang dipekerjakan langsung oleh VW, dapat hidup dengan baik di bawah kondisi yang berlaku di sana."
Iklan
Rahasia gelap VW dengan kediktatoran
Kondisi di pertanian tersebut tidak diketahui publik, bahkan akhir ‘bisnis baru' VW tersebut tidak pernah jadi berita utama. ”Fazenda," kata sejarawan Kopper, "tidak memiliki peluang ekonomi sejak awal. Proyek itu merugi."
Yang jauh lebih mengejutkan daripada kondisi di Fazenda adalah apa yang Kopper temukan tentang sikap perusahaan terhadap junta militer yang berkuasa: "VW bekerja sama erat dengan aparat keamanan kediktatoran. Ini terjadi di pabrik utama di selatan São Paulo dan pabrik-pabrik lainnya."
Hitler menghadiri peletakan batu pertama pabrik VWFoto: dpa/picture alliance
Kopper melihat bahwa kondisi di Fazenda hanyalah sebagain kecil dari gambaran yang lebih besar dan lebih suram. Pengawas pabrik VW Brasil telah bekerja sama dengan militer. Para karyawan VW menoleransi, bahkan berpartisipasi dalam penangkapan dan penganiayaan yang dilakukan militer.
"Korespondensi dengan dewan di Wolfsburg menunjukkan persetujuan tanpa syarat terhadap pemerintahan militer hingga 1979," kata Kopper, menjelaskan hasil penelitiannya.
Bayang-bayang Nazi
Perilaku seperti itu akan menjadi skandal di perusahaan mana pun, tetapi lebih buruk lagi bagi Volkwagen jika kita mempertimbangkan awal mula perusahaan pembuat mobil global itu pada masa kediktatoran Adolf Hitler.
10 Fakta Menarik Mengenai Volkswagen
Mobil Volkswagen terkenal ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Merek yang artinya "mobil rakyat" ini idenya justru berasal dari propaganda Hitler. Inilah 10 fakta menarik tentang mobil tangguh buatan Jerman itu.
Foto: picture-alliance/dpa/I. Wagner
Mobil Rakyat Gagasan Hitler
Volkswagen adalah salah satu proyek ambisius Adolf Hitler dan dikembangkan oleh Ferdinand Porsche penemu mobil Porsche. Pada tahun 1939 Hitler membangun sebuah kota khusus "Fallersleben" dengan motto "Kraft durch Freude" dimana pabrik dan perumahan karyawan berlokasi. Nama kota diganti jadi Wolfsburg 25 Mei 1945 dan bertahan hingga sekarang sebagai kantor utama VW.
Foto: DW/J. Dumalaon
VW Kodok Mobil Terlaris Sedunia
Mobil yang dikenal di Indonesia sebagai VW Kodok, dalam bahasa Jermannya 'Der Käfer' alias kumbang atau Beetle (Inggris) adalah mobil yang mencatat rekor terlaris sedunia. Hingga produksinya dihentikan 2003 silam, jenis mobil ini terjual lebih dari 21,5 juta unit di seluruh dunia. Sebuah rekor penjualan yang sulit dipecahkan merek lain.
Foto: DW/E. Schuhmann
Volkswagen Group Beragam Merek
Sekarang Volkswagen Group menguasai 12 merek terkenal. Tahukah Anda bahwa merek terkenal Audi, Bentley, Lamborghini, Bugatti, atau Porsche adalah anak perusahaan milik VW? Sekitar 37 persen pemasukan bagi Volkswagen Group tahun 2014 berasal dari merek-merek terkemuka ini.
Foto: Audi AG
Mendominasi Pasar
Volkswagen sekarang boleh menepuk dada sebagai mobil rakyat. Paling tidak di Jerman, dimana pangsa pasarnya mencapai 36 persen dari seluruh penjualan mobil.
Foto: picture-alliance/dpa
Menguasai Dunia
Di pasar global pangsa pasar Volkswagen mencapai 10 persen, alias dari 10 mobil yang terjual satu diantaranya memasang merek VW di grill depannya. Perusahaan Volkswagen 2014 silam sukses menjual 10,2 juta unit mobil di seluruh dunia, sekitar 70 persennya hasil penjualan di luar Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa/Z. Junxiang
Perang di Pasar Amerika
Volkswagen terus mengincar pasar Amerika Serikat yang menggiurkan tapi persaingannya amat tajam. VW hanya berhasil menjual 6 persen produknya atau sekitar 600.000 unit mobil di pasar AS. Pesaing terberatnya adalah pabrikan lokal GM dan Ford serta pabrikan asing dari Jepang, Toyota.
Foto: picture-alliance/dpa
Pemuncak Posisi Penjualan
Volkswagen berhasil menyalip Toyota sebagai pemuncak posisi penjualan mobil terbanyak sedunia. Nilai penjualan pada 2014 tercatat 202,5 milyar Euro dengan laba setelah pajak mencapai 11,1 milyar Euro. Setelah terbongkarnya skandal emisi, posisi pemuncak peringkat terlihat mulai goyah.
Foto: picture-alliance/dpa
Penyedia Lapangan Kerja Global
Volkswagen mempekerjakan 600.000 orang pegawai di seluruh dunia, demikian statistik per 31 Desember 2014. Dengan begitu VW menempati peringkat pemberi kerja terbesar sedunia. Sekitar 270.000 pegawainya bekerja di pabrik dan kantor di Jerman.
Foto: picture alliance/dpa
Industri Terbesar di Jerman
Industri otomotif menjadi sektor ekonomi terbesar di Jerman. Disamping Volkswagen ada dua pabrikan lain yang menyediakan lapangan kerja amat besar: Daimler (produsen merek Mercedes) dan BMW. Tiga pabrik otomotif ini digabung mempekerjakan 800.000 pegawai, atau sekitar 2 persen dari seluruh tenaga kerja di Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa/B. Weißbrod
Produk Ekspor Unggulan
Industri mobil menjadi sektor produk ekspor unggulan Jerman. Pendapatan dari ekspor otomotif 2014 mencapai total 370 milyar Euro. Volumenya mencapai 20 persen total ekspor Jerman dan menyumbang kontribusi 3 persen pada pendapatan kotor nasional.
Foto: picture-alliance/dpa/I. Wagner
10 foto1 | 10
Didirikan di Jerman Nazi oleh organisasi Nazi, Volkswagen secara sistematis mendapat untung dari kerja paksa, mengeksploitasi, dan menyiksa ribuan pekerja paksa.
Apakah kantor pusat VW di Wolfsburg tidak belajar dari masa-masa tersebut? Kecurigaan muncul satu dekade setelah berakhirnya perang dunia dan kediktatoran di Jerman - bahwa tindakan eksploitasi tersebut kembali terulang di benua lain.
Manajemen perusahaan dengan catatan kelam masa lalu
Christopher Kopper tmengatakan sangat sulit untuk menepis tuduhan tersebut. "Saya sebagian setuju dengan hal itu terkait manajemen di VW di Brasil." Menurut Kopper, banyak manajer VW Brasil pada tahun 50an dan 60an yang "pernah menjadi perwira militer dan anggota partai Nazi" ketika mereka masih muda.
60 Tahun Volkswagen di Brasil
Kilas balik kisah sukses perusahaan otomotif Volkswagen atau VW di Brasil dalam gambar.
Foto: Volkswagen do Brasil
Awalnya Kecil
Pada 23 Maret 1953, 12 pekerja memulai tugasnya di pabrik São Paulo. 1953 sampai 1957 mereka merakit VW Kodok dan VW Kombi dalam gudang kecil. Onderdilnya sebagian besar berasal dari Jerman. Itu bagian pertama dari 20 juta mobil, "Volkswagen do Brasil" yang berhasil diproduksi selama 60 tahun kemudian.
Foto: Volkswagen do Brasil
Pabrik Perdana
Pertengahan 1950-an di Jerman terjadi booming ekonomi dan di Brasil industrialisasi. Tahun 1956 VW membangun pabrik mobil pertamanya di luar Jerman, yakni di Sao Paulo. Tahun-tahun selanjutnya "VW Kombi" pertama dilincurkan dari pabrik. Di Jerman dikenal VW bus ini dengan nama "Bulli." Separuh sukucadangnya dibuat di Brasil.
Foto: Volkswagen do Brasil
Tembus Satu Juta
1970 "VW do Brasil" mulai mengekspor ke negara Amerika Latin lainnya. Masih pada tahun yang sama, VW Brasil menembus rekor produksi keseluruhan 1 juta. Dua tahun kemudian dirayakan VW kodok ke 1 juta. Sudah matang waktunya untuk membangun pabrik kedua di Brasil, yang diresmikan tahun 1976 juga di kota São Paulo.
Foto: Volkswagen do Brasil
Pahlawan Nasional VW Kodok
Lebih dari tiga juta VW Kodok diproduksi di Brasil. Juga salah satu model VW paling sukses sepanjang masa. Model VW ini begitu digemari sehingga para pecintanya kemudian sampai menetapkan "hari raya" tidak resmi untuk itu. VW Kodok terakhir buatan pabrik Brasil dilansir 1986. Kini mobil itu berada di Museum Volkswagen di Wolfsburg.
Foto: DW/C.Albuquerque
Reinkarnasi untuk Waktu Singkat
1993 VW Kodok di Brasil mengalami kebangkitan singkat. Atas usulan Presiden Itamar Franco, pabrik VW di Brasil pada tahun 1993 sekali lagi memproduksinya. Tapi waktu sudah berubah. Tipe yang dijuluki "Porsche bulat" itu tidak mampu lagi bersaing dengan model-model baru. 1996 model itu benar-benar menghilang dari program.
Foto: Volkswagen do Brasil
Bye, Bye VW Kombi
Nasib yang sama akhir 2013 juga mengancam VW Kombil. Tanpa sistem ABS dan Airbags model itu tidak lagi memenuhi tuntutan keamanan aktual. Tapi sampai ia menghilang dari jalanan di Brasil, masih akan butuh waktu beberapa tahun. Sampai 2011 di Brasil seluruhnya diproduksi 1,5 juta Bulli alias VW Kombi.
Foto: Volkswagen do Brasil
VW Model Klasik
Selama perjalanan sejarah perusahaan di Brasil, Volkswagen juga menciptakan berbagai jenis model yang hanya dijual di sana dan di Amerika Latin. Model VW pertama yang seluruhnya dirancang dan diproduksi di Brasil adalah "Brasilia" dan diluncurkan tahun 1973 (gambar depan kedua dari kiri).
Foto: Volkswagen do Brasil
Lahirnya Sebuah Bintang
Model mobil yang paling sukses diluncurkan oleh "Volkswagen do Brasil" adalah Gol yang dilansir tahun 1980. Sebuah mobil kecil yang khusus dikembangkan untuk Amerika Latin.
Foto: Volkswagen do Brasil
Nomor Satu Abadi
Sejak modernisasi pertama Gol sebenarnya mirip dengan VW Golf, tapi jauh lebih kecil. 1987 ia menempati ranking puncak penjualan mobil di Brasil, dan sampai kini tidak pernah tersaingi. 2012 jumlah produksinya menembus angka 7 juta.
Foto: Volkswagen do Brasil
Kendaraan Gurun dari Brasil
Tidak hanya di Amerika Latin VW merayakan suksesnya. Sampai kini VW Passat buatan pabrik di Brasil masih tampak menyusuri jalan-jalan di Irak. Total 170 ribu model ini diekspor ke negara itu antara 1983-1988. Di Irak mobil itu disebut "Brazili" karena di kaca belakang ditempeli stiker "Made in Brazil".
Upaya Bersama Autolatina
Akhir 1980-an Brasil terpuruk dalam inflasi. Bisnis mobil macet. Dalam kondisi darurat VW dan Ford melakukan fusi menjadi "Autolatina". Hasilnya adalah Ford Versailles, yang merupakan varian lain dari VW Santana. Setelah kondisi pasar kembali tenang, kedua perusahaan itu berpisah kembali 1994.
Foto: Volkswagen do Brasil
Lebih Banyak Mesin
Pabrik VW ketiga dibuka 1996. Sebuah pabrik mesin. Tiga tahun kemudian diikuti pabrik berikutnya. Dengan jumlah total pekerja 24.000 dan lima pabrik, Volkswagen tidak hanya merk mobil paling terkenal di Brasil, tapi juga perusahaan otomotif dengan pekerja terbesar kedua di Brasil setelah General Motors.
Foto: Volkswagen do Brasil
Pionir Teknik
"Volkswagen do Brasil" tidak hanya mengembangkan model sendiri, tapi juga pengembangan teknologi yang mendorong pasar di sana. 2003 pabrik cabang VW adalah perusahaan pertama yang memperkenalkan "Flex-Fuel-Modell". Sebuah mobil yang mesinnya digerakkan bahan bakar alkohol, bensin biasa atau campuran dari kedua bahan bakar itu.
Foto: Volkswagen do Brasil
Unggul dengan Energi Air
Di tahun-tahun mendatang VW akan menaman investasi miliaran untuk produk-produk baru dan pabriknya di Brasil. Termasuk juga PLTA kecil kedua untuk memproduksi listrik. PLTA pertama dioperasikan tahun 2010. Bersama-sama kedua instalasi itu diharapkan menutup 40 persen kebutuhan energi "VW do Brasil".
Foto: Volkswagen do Brasil
Model Abadi
Setelah Cina, Brasil adalah pasar terbesar bagi Volkswagen. Tahun 2012 saja "VW do Brasil" menjual 768.395 unit mobil dan memproduksi 852.086 unit. Dengan demikian VW adalah produsen dan eksportir otomotif terbesar negara itu. Tahun 2013 VW mulai dengan menampilkan cucu dari kenalan lama. Novo Fusca bukanlan VW Beetle baru melainkan VW Kodok baru.
Foto: Volkswagen do Brasil
15 foto1 | 15
Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Wolfgang Sauet yang mengepalai perusahan VW di Brasil dari tahun 1971 hingga 1984.. "Dia masih terlalu muda untuk itu.” Dia tidak terikat dengan tradisi militer nasional-sosialis, melainkan "tradisi paternalisme otoriter yang berlaku di Brasil: Tunjangan sosial diberikan kepada para pekerja, tetapi belum siap menerima keberadaan dewan pekerja yang independen.”
Penilaian ulang secara sosial dan hukum atas sejarah Volkswagen di bawah kediktatoran militer Brasil masih jauh dari selesai. Masih banyak perselisihan hukum lanjutan terkait kompensasi dan pengakuan kesalahan VW yang menanti penyelesaian.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman