SoftBank Jepang, Kamis (05/06/14), mempresentasikan robot humanoid "emosional" yang akan menghibur para pelanggan di toko-toko ponsel produk perusahaan tersebut -- dan mungkin akan menjadi anggota baru keluarga.
Pada konferensi pers, direktur perusahaan Masayoshi Son bisa bercanda dengan humanoid bernama Pepper yang mampu berbicara, berdansa dan bernyanyi. Menurut Son, robot setinggi 120 cm ini memiliki "emosi seperti manusia" sehingga sempurna untuk dipekerjakan pada keluarga yang butuh bantuan tenaga kerja.
"Pepper belum sempurna, tapi ia bisa mengerti 70 hingga 80 persen percakapan spontan," ujar Son kepada wartawan. Robot ini mampu belajar dan "mengerti" ekspresi wajah serta emosi manusia, sehingga bisa menjadi pendamping pesta, babysitter atau bahkan perawat bagi manula.
Pada pameran komputer internasional CeBIT 2014, teknologi mutakhir diperkenalkan.
Foto: ReutersRobot humanoid ini tidak memiliki mesin di persendiannya. Mereka memiliki otot. Ini untuk pertama kalinya robot bisa merasakan dan bergerak seperti manusia. Mereka juga akan tidur jika merasa lelah.
Foto: Getty Images/Afp/John MacDougallSistem keamanan khusus ini dikembangkan untuk penggunaan di bandara. Paspor dipindai dan mesin secara otomatis menarik data biometrik dan sidik jari. Sistem ini beroperasi secara penuh di bandara München.
Foto: Reuters/Wolfgang RattaySatu lagi robot humanoid. Uniknya mereka berwujud seperti penari perempuan dan bisa 'pole dance'. Saat menari warna-warna cahaya berbeda terlihat di kening mereka.
Foto: picture-alliance/dpaTangan bionik telah lama menjadi bahan penelitian. Tahun ini banyak perusahaan di CeBIT yang menunjukkan versi lebih sempurna dari tangan bionik. Kanselir Jerman Angela Merkel tampak sedang mengamati salah satu tangan bionik yang dipamerkan.
Foto: Reuters/Fabrizio BenschBeberapa tangan bionik terhubung dengan pikiran manusia dan beberapa dioperasikan lewat app smartphone. Dalam foto, Merkel dan PM Inggris David Cameron tengah bersalaman dengan tangan robot.
Foto: picture-alliance/dpa/Rainer Jensen/Deutsche MesseTema keamanan di dunia virtual menjadi pembahasan setelah berbagai skandal penyadapan dan spionase internet terungkap. Banyak perusahaan yang kini berlomba mengeluarkan produk untuk menjamin keamanan dunia telepon dan internet.
Foto: DW/H. BöhmeSalah satu cara mengamankan ponsel dari penyadapan adalah dengan app khusus. Pegawai Vodafone menunjukkan penggunaan app tersebut pada smartphone. Kanselir Merkel juga menggunakannya.
Foto: picture-alliance/dpaFoto buatan kamera ponsel bisa ditampilkan secara tiga dimensi dengan adapter khusus yang diberi nama "Dive".
Foto: picture-alliance/dpaBanyak perusahaan menggunakan kamera keamanan teknologi tinggi sebagai "mata" tambahan di rumah, kantor atau pasar.
Foto: Getty Images
"Pepper bisa menjadi teman yang sangat baik dan tutor hebat untuk anak, misalnya. Ia bisa mempelajari satu keluarga selama beberapa tahun dan kemudian menjadi bagian dari keluarga," tambah Son.
Di negara yang terobsesi dengan teknologi ini, robot sudah merupakan hal umum. Robot humanoid yang dikembangkan produsen mobil Honda telah berbicara dan bermain bola dengan Presiden AS Barack Obama awal tahun ini.
Robot Pepper buatan Softbank akan dijual mulai Februari 2015 dengan harga 2000 Euro. Humanoid ini dikembangkan produsen robot Perancis Aldebaran Robotics dan akan diproduksi Foxconn di Taiwan. Prototipe robot sudah akan mulai menyapa pelanggan di dua toko di Tokyo mulau Jumat (06/06/14).
vlz/hp (rtr, afp)