1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikSudan

WHO: Lebih dari 60 Tewas dalam Serangan ke Rumah Sakit Sudan

Karl Sexton sumber: AFP, dpa
23 Maret 2026

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 60 orang tewas dan hampir 90 orang lainnya terluka dalam serangan terhadap sebuah rumah sakit di Darfur Timur, Sudan.

Kamp Al Afad menampung para pengungsi dari wilayah Darfur dan Kurdufan, terutama dari Fashir, ibu kota negara bagian Darfur Utara di al-Dabbah, Sudan
Ribuan pengungsi dari Darfur tinggal di kamp pengungsian Al AfadFoto: Muhammed Emin Canik/Anadolu Agency/IMAGO

Sedikitnya 64 orang tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah sakit di Darfur Timur, Sudan, menurut pernyataan kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Serangan pada Jumat (20/03) menelan korban jiwa 13 anak-anak, tenaga medis, serta sejumlah pasien, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Sabtu (21/03) malam.

WHO serukan diakhirinya perang di Sudan

Dalam unggahan di platform X, Tedros mengatakan serangan terhadap Rumah Sakit Pendidikan Al Deain membuat fasilitas tersebut "tidak lagi berfungsi.”

Ia menambahkan, 89 orang lainnya juga terluka dalam serangan tersebut, yang oleh kelompok hak asasi manusia Emergency Lawyers disebut sebagai serangan drone militer Sudan.

Tedros mengatakan lebih dari 2.000 orang tewas dalam lebih dari 200 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak pecahnya perang saudara di Sudan pada April 2023.

"Sudah terlalu banyak darah yang tertumpah. Sudah terlalu banyak penderitaan yang terjadi. Saatnya meredakan konflik di Sudan dan memastikan perlindungan bagi warga sipil, tenaga kesehatan, dan pekerja kemanusiaan,” kata Direktur WHO tersebut.

"Fasilitas kesehatan seharusnya tidak pernah menjadi target. Perdamaian adalah obat terbaik,” tambahnya.

Ratusan ribu tewas, jutaan mengungsi

Perang di Sudan pecah pada April 2023, ketika perebutan kekuasaan terkait integrasi kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) ke dalam militer Sudan meningkat menjadi konflik terbuka.

Organisasi bantuan global memperkirakan korban tewas mencapai 250.000 orang sejauh ini. Sementara itu, sebanyak 14 juta orang terpaksa mengungsi, dan sekitar setengah populasi negara tersebut menderita kelaparan.

Pertempuran ini juga memicu krisis kemanusiaan terbesar di dunia, termasuk pembunuhan massal dan kekerasan seksual yang meluas.

RSF menguasai wilayah Darfur yang luas di Sudan bagian barat, sementara militer mengendalikan wilayah timur, tengah, dan utara negara tersebut.

Pasukan militer Sudan secara rutin melancarkan serangan ke El Daein, yang berada di bawah kendali RSF dan menjadi lokasi rumah sakit yang diserang pada Jumat (20/03) lalu.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Melisa Lolindu

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait