Rusia Batalkan Penempatan Rudal di Kaliningrad
19 September 2009
Pernyataan Presiden Obama membuat penempatan rudal jarak menengah tipe Iskandar menjadi tidak memiliki nilai strategis, demikian diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Vladimir Popovkin sabtu (19/09) kemarin. "Kebijaksanaan telah mengalahkan ambisi", begitu ujarnya terhadap keputusan pemerintah Amerika Serikat. "Kami tentu saja akan menarik kembali langkah tandingan yang telah direncanakan Rusia sebagai reaksi."
Rencana pembangunan sistem pertahanan anti rudal di dua negara Eropa Timur yang dicanangkan oleh bekas Presiden George W. Bush mebebani hubungan Moskow dan Washington. Rusia menuding, Amerika ingin meningkatkan hegemoni militernya di Eropa. Bush berdalih, sistem tersebut diperlukan guna menangkal ancaman dari Iran.
Isyarat Positif
Keputusan akhir mengenai dibatalkannya penempatan rudal Iskandar di Kaliningrad masih harus diumumkan oleh Presiden Dimitri Medvedev. Sang presiden sendiri hingga saat ini belum berkomentar apapun mengenai hal tersebut.
Sejak pernyataan Obama hari Kamis (17/9) lalu, Moskow mengeluarkan sejumlah isyarat postif penghentian konflik yang telah berlangsung cukup lama. Pengumuman Popokins hari Sabtu kemarin merupakan pernyataan yang paling jelas pemerintah Rusia mengenai kasus ini.
Ancaman dari Iran Berlebihan
Obama kamis lalu mengumumkan, stasiun pertahanan anti rudal udara yang direncanakan akan dibangung di Polandia dan Republik Ceko akan dipindahkan ke tempat lain. Menurutnya ancaman dari Iran yang dijadikan dalih oleh pemerintahan Bush tidak sebesar seperti yang dikhawatirkan. Menteri Pertahanan AS Robert gates juga menekankan, ancaman dari Iran lebih berupa rudal jarak dekat dan menengah.
Presiden Medvedev menyambut keputusan Obama sebagai "langkah yang bertanggungjawab." Kedua kepala negara akan bertemu pada Sidang Umum PBB di New York dan Konfrensi Tingkat Tinggi G20 di Pittsburg dalam minggu-minggu mendatang.
RN/AN//afp/dpa/ap