1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rusia Beli Uranium Australia

4 September 2007

Setelah Cina dan India, kini giliran Rusia membeli uranium dari Australia. Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan kontrak penjualan uranium Australia ke Rusia kemungkinan akan ditandatangani pekan ini saat pertemuan puncak APEC di Sydney.

PM Australia Downer optimis kontrak ekspor uranium Australia ke Rusia akan ditandatangani di Sydney pekan ini.
PM Australia Downer optimis kontrak ekspor uranium Australia ke Rusia akan ditandatangani di Sydney pekan ini.Foto: AP

Jika Vladimir Putin mendarat di Sydney Jumat ini (0709), dia menjadi pemimpin Rusia pertama yang berkunjung ke Australia. Putin tidak sendirian, dia membawa delegasi bisnis dari Rusia untuk membuka hubungan kerja sama dengan perusahaan energi Australia serta meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara anggota kelompok kerjasama ekonomi kawasan Asia Pasifik APEC lainnya.

Selain itu delegasi perdagangan Rusia juga akan berupaya meningkatkan hubungan dengan Cina karena ingin memperluas pasar energinya. Rusia menjadi terkenal sebagai pemasok utama energi, di tengah ketidakmenentuan situasi politik negara-negara Timur Tengah saingannya dan ketidakstabilan perilaku negara penyuplai energi seperti Venezuela.

Salah seorang pebisnis Rusia yang akan hadir dalam pertemuan puncak APEC adalah investor Rusia terbesar di Australia Oleg Deripaska. Wakil Direktur Utama perusahaan gas Rusia Gazprom Alexander Medvedev juga akan hadir di KTT APEC di Sydney.

Salah satu agenda utama kedatangan Rusia ke Australia adalah impor uranium. Perjanjian jual beli uranium Australia-Rusia dipastikan akan dijalin kendati terdapat kekhawatiran bahwa Rusia akan menjual uraniumnya ke pihak ketiga seperti Iran.

Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer optimis, kontrak ekspor uranium Australia ke Rusia akan ditandatangani di Sydney Jumat pekan ini:

“Kami sedang mengadakan perjanjian jual beli uranium dengan Rusia. Kami sudah memiliki kesepakatan bahwa uranium Australia diekspor ke sana, diperkaya di Rusia dan dilindungi ketentuan-ketentuan khusus yaitu uranium itu hanya dipakai untuk reaktor energi nuklir sipil Rusia dan tidak boleh diekspor lagi oleh Rusia.”

Di tahun 1990, Australia dan Rusia membuat kesepakatan bahwa uranium Australia boleh diproses di Rusia dalam kerangka perjanjian non proliferasi senjata nuklir. Saat ini Rusia berencana membangun 42 reaktor nuklir tambahan hingga tahun 2030.

Sebelumnya Australia juga menjual uraniumnya ke India. Sementara Australia mulai tahun depan akan mengirimkan uraniumnya ke Cina. Australia merupakan negara penyuplai 40 persen uranium dunia dan merupakan pengekspor uranium terbesar di dunia.