Rusia Bukan Mitra Usaha Yang Baik
7 Januari 2009
Terutama negara-negara kecil di Eropa Timur khawatir tidak mendapat cukup gas dari Rusia. Harian Spanyol El Mundo yang terbit di Madrid berkomentar:
Ukraina mengambil posisi keras dalam posisi perundingan, karena negara ini bisa bertahan selama tiga bulan tanpa gas dari Rusia. Sedangkan beberapa negara Uni Eropa mulai mengalami kesulitan. Moskow membuktikan sendiri, bahwa berbahaya untuk menggantungkan diri pada Rusia sebagai mitra usaha. Prioritas Uni Eropa sekarang adalah, mencari pemasok gas lain dan memajukan sumber energi alternatif.
Harian Inggris Independent yang terbit di London dalam tajuknya menulis:
Pelajaran yang perlu diambil negara-negara Eropa dari sengketa antara Rusia dan Ukraina saat ini sayangnya sama dengan tiga tahun lalu. Ketika itu Rusia juga menghentikan pemasokan gas ke Ukraina. Sebagian besar kawasan Eropa memang mudah terancam. Harus dicari secepat mungkin sumber energi alternatif. Tetapi yang sekarang penting adalah suatu lembaga netral yang bisa menengahi sengketa Rusia dan Ukraina. Jika tidak, Uni Eropa kembali akan menghadapi krisis penghentian pemasokan gas dan gertakan Rusia.
Harian Swiss Neue Zürcher Zeitung yang terbit di Wina berkomentar:
Perlakuan terhadap Ukraina memperlihatkan bahwa Rusia adalah pemasok yang tidak dapat diandalkan. Ketidakpastian jadi lebih besar lagi, jika mengingat bahwa instalasi gas Rusia sudah terlalu tua, tidak ada investasi dan gaya otoriter negara membingungkan pemodal dari luar negeri. Uni Eropa sedikitnya harus membangun front bersama yang tegas terhadap Moskow. Uni Eropa tidak bisa menerima politik energi yang merugikan salahs atu negara anggotanya.
Krisis di Gaza tetap jadi sorotan media-media Eropa. Harian Perancis Le Figaro yang terbit di Paris berkomentar:
Sementara George W. Bush menghilang dan Barack Obama tidak berani buka kartu sebelum pindah ke Gedung Putih tanggal 20 Januari nanti, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengambil inisiatif jadi penengah konflik Israel-Palestina. Ia menjelaskan pada Israel bahwa konflik tersebut tidak bisa diselesaikan secara militer. Penghentian pertempuran harus berkaitan dengan jaminan keamanan bagi Israel. Pasukan internasional bisa mengawasi gencatan senjata dan menjaga perbatasan ke Mesir. Kunjungan kilat Sarkozy ke Timur Tengah sedikitnya menunjukkan dasar-dasar aturan perdamaian.
Harian Italia La Repubblica yang terbit di Roma menulis:
Yang menjadi pertaruhan bagi Israel dengan serangannya terhadap kelompok Hamas mudah diucapkan: Sekarang atau sama sekali tidak. Israel harus menunjukkan kemampuannya memukul musuh dengan kekuatan militer. Jika tidak, negara itu hanya akan dianggap macan kertas. Dan kalau itu terjadi, sulitlah mempertahankan eksistensi Israel sebagai negara kaum Yahudi. (hp/sk)