1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikEropa

Rusia Lancarkan Serangan Akbar ke Ukraina

Mahima Kapoor | Algadri Muhammad AFP, Reuters, AP
2 Juni 2026

Rusia melancarkan serangan berskala masif dengan menembakkan 73 rudal dan 656 drone ke Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengaku telah menerbitkan perintah evakuasi warga sebelum serangan terjadi.

Asap dan kobaran api membubung dari garasi yang rusak akibat serangan rudal dan drone Rusia
Asap dan kobaran api membubung dari garasi yang rusak akibat serangan rudal dan drone Rusia, di Kyiv pada 2 Juni 2026, di tengah invasi Rusia ke UkrainaFoto: Roman Pilipey/AFP

Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah kota Ukraina, termasuk Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv,  sejak Senin (01/06) malam hingga Selasa (02/06) dini hari waktu setempat. Serangan ini  menewaskan setidaknya 11 orang dan lebih dari 100 orang lainnya terluka. 

Serangan ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya muncul peringatan bahwa Moskow sedang merencanakan serangan besar. Rusia meluncurkan 73 rudal dan 656 drone ke Ukraina pada Senin (01/06) pukul 18.00 waktu setempat (22.00 WIB). Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina menyebut telah menetralkan sebanyak 40 rudal dan 602 drone.

Kyiv menjadi sasaran utama, tetapi drone menyerang 38 lokasi lainnya di seluruh Ukraina, kata Angkata Udara Ukraina melalui Telegram.

Kementerian Pertahanana Rusia mengatakan pada Selasa (02/06) bahwa serangan masif yang dilancarkan semalam kepada Ukraina merupakan respons atas "tindakan terorisme" di dalam wilayah Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa mereka telah menyerang berbagai objek militer Ukraina.

"Semalam, sebagai respons terhadap aksi terorisme rezim Kyiv, angkatan bersenjata Federasi Rusia melancarkan serangan massal menggunakan senjata presisi tinggi jarak jauh berbasis udara, darat, dan laut," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Jumlah korban jiwa kemungkinan akan terus bertambah

Setidaknya tujuh orang tewas dan 36 lainnya luka-luka di Dnipro, wilayah timur Ukraina, menurut keterangan petugas layanan darurat setempat. Para korban luka telah dirawat di rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi sedang. Ia turut membagikan foto-foto bangunan tempat tinggal yang rusak parah serta kendaraan yang terbakar.

Di Kyiv, setidaknya empat orang tewas dan 63 lainnya luka-luka, termasuk tiga anak-anak, menurut Layanan Darurat Negara Ukraina

Jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah. Serangan rudal diduga menghantam sebuah gedung apartemen berlantai 24 di Kyiv. Serangan tersebut mengakibatkan bangunan runtuh dan sejumlah orang diperkirakan masih tertimbun puing-puing, kata Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko. Gedung-gedung lain pun terbakar akibat serpihan rudal yang diduga jatuh di sekitarnya.

"Di distrik Obolon, kendaraan-kendaraan terbakar setelah tertimpa serpihan rudal yang jatuh," kata Klitschko. "Ada pula kebakaran di dua lokasi di area terbuka, termasuk satu di dekat taman kanak-kanak."

Gubernur Dnipro Oleksandr Hanzha membagikan foto-foto taman bermain yang hancur.Foto: @dnipropetrovskaODA/Telegram/AFP

Menurut keterangan saksi mata, ribuan orang yang mencari tempat berlindung "membanjiri" jaringan kereta bawah tanah Kyiv pada Selasa (02/06) dini hari. Sebagian di antaranya membawa hewan peliharaan, barang-barang pribadi, dan kasur di saat suara sirine sistem pertahanan yang menghalau serangan Rusia menggema di udara. Selain itu, banyak warga juga mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air.

Di Kharkiv, setidaknya 14 orang dilaporkan luka-luka dan sejumlah rumah, garasi, serta mobil mengalami kerusakan. Sebuah bangunan hunian dua lantai dan beberapa bagian dari apartemen berlantai empat rusak. Beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Moskow menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah dalam serangan tersebut.

Sejumlah warga Kyiv terlihat membawa barang-barang dan kasur ke stasiun metroFoto: Alina Smutko/REUTERS

Peringatan Zelenskyy menjadi kenyataan

Beberapa jam sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah berulang kali mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan serangan masif Rusia. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada dan memperhatikan sirene serangan udara denga saksama .

"Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia masih berlaku. Serangan masif sangat mungkin terjadi, mereka telah mempersiapkannya," ujar Zelenskyy dalam pidato video malamnya, pada hari Senin (01/06).

Pekan lalu, Rusia memperingatkan bahwa pihaknya berencana melancarkan "serangan sistematis" terhadap objek militer Ukraina dan pusat pemerintahan di Kyiv, serta mendesak warga asing untuk meninggalkan ibu kota tersebut.

Hal itu merupakan respons atas serangan drone ke sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, yang menewaskan 21 orang. Di sisi lain, Ukraina membantah telah melakukan serangan tersebut.

Perang Rusia di Ukraina telah memasuki tahun keempat, dengan Moskow yang semakin gencar menargetkan pasokan listrik, sementara Kyiv menargetkan fasilitas minyak milik Rusia. Sejumlah upaya mediasi untuk mengakhiri konflik ini telah gagal, terlebih dengan perhatian dunia yang teralihkan akibat perang AS-Israel melawan Iran.

Editor: Rizki Nugraha

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait