Rusia-Swedia : Adu Keahlian Ibrahimovic dan Arshavin?
18 Juni 2008
Pemenang pertandingan antara Rusia dan Swedia malam ini waktu setempat akan berhadapan dengan Belanda di babak perempatfinal. Mengingat betapa kuatnya Belanda sekarang, yang kemarin dengan pemain cadangan pun masih bisa mengalahkan Rumania 2-0, ini bukanlah posisi yang ingin diisi oleh setiap tim. Tetapi ini bukan pilihan bagi Rusia dan Swedia. Rusia harus menang, Swedia hanya membutuhkan hasil seri. Ini menjadikan Swedia sebagai tim yang lebih diunggulkan dalam partai terakhir di Grup D. Tetapi pelatih Swedia Lars Lagerbäck menolak julukan favorit.
"Tidak ada tim yang menjadi favorit disini. Kedua tim sama bagusnya. Tetapi saya harap, kualitas kami akan terlihat dan kami yang akan menang. Favorit pada pertandingan ini bukanlah kami."
Catatan rekor Swedia cukup bagus. Semenjak Piala Dunia 2002, Swedia selalu lolos dari babak awal setiap turnamen. Banyak yang menganggap, kemungkinan mereka berhasil kembali kali ini tergantung dari kondisi kesehatan penyerang Inter Milan Zlatan Ibrahimovic. Dua dari tiga gol Swedia di dua pertandingan mereka dicetak oleh Ibrahimovic. Tetapi andalan Swedia ini mengalami cidera lutut dalam pertandingan lawan Spanyol. Belum dapat dipastikan apakah nanti ia akan bisa bermain penuh. Rusia secara tim memang dianggap lebih lemah dari Swedia. Tetapi dari segi individu mungkin tim Beruang Merah sekarang lebih unggul. Karena malam ini, kapten tim Andrei Arshavin bisa turut bermain untuk pertama kalinya. Arshavin tidak bisa diturunkan dari awal turnamen karena terbebani kartu merah yang ia peroleh dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa terakhir lawan Andorra. Padahal Arshavin bisa jadi adalah pemain terbaik Rusia saat ini. Ia juga lah yang paling berperan saat klubnya Zenit St. Petersburg meraih piala UEFA beberapa bulan yang lalu. Sementara Arshavin sudah tidak sabar untuk segera dimainkan, pelatih Rusia Guus Hiddink tampak belum mau membuka susunan pemainnya kepada pers Selasa kemarin.
"Arshavin sekarang memang bisa diturunkan, tetapi akhir-akhir ini ia tidak banyak bermain. Ia tidak memiliki ritme permainan. Apakah saya akan memainkannya, saya belum tahu."
Sementara Swedia dan Rusia masih harus berjuang, hasil pertandingan Yunani lawan Spanyol tidak akan mengubah hal apa pun. Spanyol sudah pasti lolos sebagai juara grup dan Yunani sang juara bertahan telah tersingkir. Hingga kini, Yunani belum menang sekali pun dan belum satu pun gol berhasil mereka cetak. Ini lah yang ingin dihindari oleh pelatih Yunani Otto Rehhagel.
"Kita harus berpamitan dari turnamen ini secara benar. Ini hutang kami kepada para peserta, lapangan dan semua orang. Saya tentu akan mencoba beberapa strategi baru. Mereka yang belum bermain akan saya turunkan."
Langkah yang sama juga akan diambil oleh Spanyol. Pelatih Luis Aragones mengatakan, ia mungkin akan mengganti hampir seluruh sebelas pemain pertamanya dan memberikan kesempatan kepada pemain cadangan. Aragones menambahkan, setiap pemain berhak untuk membuktikan kemampuan mereka dalam ajang ini.