Rusia Tangkap Pembajak Kapal Arctic Sea
18 Agustus 2009
Angkatan laut Rusia menangkap delapan orang yang diduga terkait dalam aksi pembajakan kapal barang Rusia, berbendera Malta, Arctic Sea. Kapal yang hilang sejak akhir Juli lalu itu, Minggu malam ditemukan di dekat kepulauan Cape Verde, di Afrika Barat. Kantor berita Rusia, Itar-Tass mengutip Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov menceritakan kelompok pembajak terdiri dari warga negara Rusia, Estonia and Latvia. Mereka yang ditahan ini telah menaiki kapal tersebut , mengancam dengan senjata para awak kapal untuk mematuhi perintah mereka.
Dalam keterangannya, Menhan Rusia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana kapal tersebut akhirnya ditemukan atau motif dibalik lenyapnya kapal tersebut. Serdyukov hanya mengatakan bahwa kapal seberat 4000 ton itu dibajak di laut Baltik, wilayah perairan Swedia dan dalam operasi penyelamatan awak kapal berlangsung tanpa baku tembak.
Sejumlah keterangan sehubungan dengan lenyapnya kapal ini simpang siur. Misalnya Menhan Rusia mengungkapkan para pembajak menaiki kapal barang itu dengan berpura-pura membutuhkan pertolongan di samudera. Namun pejabat maritim Malta menceritakan bahwa mereka sempat menerima laporan sekelompok orang bersenjata dengan memakai topeng dan menyamar dengan seragam polisi anti narkotika dan obat bius menaiki kapal itu tanggal 24 Juli silam. Keterangan yang saling berseberangan juga menyangkut bagaimana kondisi awak kapal. Menhan Rusia, Serdyukov: “Para awak kapal dalam keadaan hidup, semua sehat. Mereka tidak diancam oleh senjata. Kami telah memindahkan mereka ke kapal perang kami. Selanjutnya akan dilakukan penyidikan.”
Keterangan tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan polisi Finlandia Markku Ranta Ago: „Kami mendapat informasi bahwa awak kapal tersebut disiksa. Namun kami tak dapat mengungkapkan lebih jauh karena kami tidak memiliki kemungkinan berbicara dengan para awak kapal itu.“
Hilangnya kapal barang yang diawaki 15 warga Rusia di perairan Eropa sejak dua minggu lalu itu kemudian mencuatkan spekulasi bahwa kapal barang itu memang telah menjadi target pembajak. Selain itu juga memunculkan spekulasi kapal barang yang dalam manifesnya mengangkut kayu itu, juga memuat barang ilegal, seperti senjata atau narkotika.
Kapal barang berbendera Malta yang mengangkut kayu senilai lebih dari 1 juta dollar AS dari Finlandia itu, seharusnya tiba di Pelabuhan Aljeria, Bejaia tanggal 4 Agustus lalu. Namun lenyapnya kontak dengan kapal itu mendorong pemerintah Rusia memerintahkan kapal perang dan kapal selamnya dari armada tempur di Laut Hitam, untuk mencari kapal Arctic Sea tersebut di sepanjang Atlantik. (AP/AS/afp/dw/reutres/dpa)