"Angin" wajib militer kembali berhembus di banyak negeri Eropa. Namun di Jerman, langkah itu belum diambil, setidaknya untuk saat ini. Pemerintahan baru yang tengah dibentuk memilih militer sukarela. Sampai kapan?
Tentara Bundeswehr lagi latihan perangFoto: Maurizio Gambarini/dpa/picture alliance
Iklan
Bayang-bayang kekurangan personel menyelimuti angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr. Daya tarik seragam loreng tak lagi bersinar di mata generasi muda. Padahal, negeri-negeri jiran telah memanggil rakyatnya kembali ke barak militer dan medan latihan tempur. Namun kini banyak spekulasi dalam beberapa minggu terakhir tentang kembalinya wajib militer (wamil) di Jerman.
Koalisi baru Partai Demokrat Kristen/Partai Sosial Kristen (CDU/CSU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD) telah membahas soal pengembalian wajib militer (wamil) secara bertahap di Jerman.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Namun, Partai Sosial Demokrat (SPD) menentang aturan wajib militer dan lebih memilih pendekatan secara sukarela. Terdepan dalam hal ini adalah menteri pertahanan yang sedang menjabat, Boris Pistorius (SPD), yang kemungkinan akan mempertahankan jabatannya di pemerintahan koalisi baru antara CDU/CSU dan SPD.
Maka, Friedrich Merz, yang diperkirakan akan menjadi kanselir mendatang dari CDU, mengumumkan dalam presentasi perjanjian koalisi bahwa, "Kita akan memperkuat dinas militer di Jerman dengan model partisipasi sukarela, mengikuti model Swedia".
Iklan
Survei yang harus diisi
Menurut model yang diterapkan dengan sukses di Swedia, semua pemuda berusia 18 tahun dari satu angkatan akan menerima kuesioner. Jawaban atas pertanyaan tersebut, yang mencakup kemampuan fisik dan kesiapan untuk dinas militer, wajib diisi oleh laki-laki dan bersifat sukarela bagi perempuan.
Jawaban ini akan menentukan siapa yang akan dipanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Mereka yang dipilih untuk dinas militer adalah mereka yang paling fit, paling sesuai, dan paling termotivasi," ujar Pistorius menjelaskan usulannya tahun lalu.
Bagaimana "Anak Klender" Doyan Durian Ini Bisa Ujian Masuk Tentara Jerman?
Axel, remaja Jerman berdarah Indonesia, ikut ujian masuk pasukan Bundeswehr saat Ramadan. Ujian sambil puasa, latihan tempur, dan enggak bisa makan ketoprak atau durian kesukaannya! Siap siaga meski perut keroncongan.
Foto: Yusuf Pamuncak/DW
Axel ikut ujian masuk untuk jadi serdadu Jerman
Dengan tekad membuat orang tua bangga, Axel berjuang keras mengikuti ujian masuk tentara Jerman, Bundeswehr. Dari tugas darurat, pemetaan wilayah, hingga pertolongan medis, dia harus selalu siap siaga 24/7. Memanjat, push-up, sit-up, renang, bongkar pasang tenda, berbagai jenis ujian yang bisa datang kapan saja. Ia telah berlatih selama tiga bulan di Bundeswehr untuk meraih impian masa kecilnya.
Foto: Yusuf Pamuncak/DW
Puasa saat ujian masuk Bundewehr
Meskipun Axel adalah warga negara Jerman, ia bangga disebut sebagai anak Klender, Jakarta Timur. Ibunya berdarah Indonesia dan ayahnya Jerman. Pada Ramadan tahun 2025, Axel mengikuti ujian masuk pasukan Jerman, Bundeswehr, yang jadwalnya tidak bisa ditunda. Meski kadang merasa pusing menjelang petang, ia tetap merasa kuat. Dalam foto ini, ia terlihat sedang berpatroli bersama kameradnya.
Foto: Yusuf Pamuncak/DW
Siap siaga sepanjang ujian
Selama tiga hari dua malam, ia menjalani ujian dengan berbagai tugas sesuai instruksi. Mereka bisa saja dibangunkan di tengah malam untuk melakukan apa yang telah dipelajari, seperti memberikan pertolongan medis kepada yang membutuhkan. Dalam foto ini, ia sedang melakukan pemetaan.
Foto: Yusuf Pamuncak/DW
Calon tentara Jerman yang suka durian
Ketika ditanya tentang buah favoritnya, tanpa ragu ia menjawab: Durian. Makanan lain yang sangat ia sukai adalah ketoprak. Saat diwawancarai oleh DW, ia menjelaskan kedua makanan favoritnya itu kepada tentara seniornya. Pertukaran budaya ini membantu membangun rasa solidaritas.
Foto: Ayu Purwaningsih/DW
Membuat bangga orang tua
Malam ujian, Axel tidur di hutan di Minden, Jerman. Sambil membenahi terpal untuk bermalam, ia mengungkapkan salah satu motivasinya untuk masuk dinas ketentaraan Jerman: ingin membuat orang tuanya bangga karena bisa berbakti kepada negara. Kakek dari pihak ayahnya juga seorang tentara Jerman. Jadi, ketika Axel mengumumkan keinginannya untuk masuk dinas tentara, seluruh keluarganya bersuka cita.
Foto: Ayu Purwaningsih/DW
Ujian bergabung di Batalyon Pionir/ Zeni Jerman-Inggris
Ujian masuk ke Batalyon Pionir/Zeni Jerman-Inggris 130 yang bermarkas di Minden, Nordrhein-Westfalen, sangat menantang. Batalyon ini merupakan bagian dari Brigade Tank 9 dan satu-satunya dalam NATO yang memiliki sistem jembatan apung M3. Saat ini, Jerman masih kekurangan tentara, dengan jumlah serdadu sekitar 185 ribu orang, termasuk 3.000 di antaranya yang beragama Islam, menurut data Bundeswehr.
Foto: Yusuf Pamuncak/DW
6 foto1 | 6
Inti dari rencana "Sistem Registrasi Militer" baru
Pada dasarnya, yang ingin dicapai adalah menciptakan kembali sebuah "pendataan calon anggota militer" yang sebelumnya dihentikan setelah penghapusan wajib militer pada tahun 2011.
Dengan adanya sistem registrasi atau pendaftaran militer ini, informasi mengenai semua warga negara yang memenuhi syarat untuk dinas militer akan dikumpulkan.
Data yang dimaksud meliputi usia, kemampuan, dan pengalaman militer. Tanpa sistem ini, negara akan kesulitan mengetahui siapa saja yang dapat dipanggil untuk bertugas jika terjadi keadaan darurat, keluh Boris Pistorius.
Jalur Hijau di Lokasi Latihan Perang
03:53
This browser does not support the video element.
Selain itu, dinas militer juga harus menjadi lebih menarik. "Penghargaan melalui dinas yang menantang, disertai dengan peluang untuk memperoleh kualifikasi, akan meningkatkan kesiapan untuk bergabung dalam dinas militer secara berkelanjutan," demikian harapan yang tertulis dalam perjanjian koalisi yang penuh optimisme.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Perubahan tata keamanan Jerman
Pada tahun lalu, Boris Pistorius telah mencoba memperkenalkan model dinas militer ini. Namun, perselisihan dalam pemerintahan koalisi Partai SPD, FDP, dan Hijau menghalangi langkah tersebut.
Pada tanggal 6 November lalu, ketika rancangan undang-undang itu baru saja melewati kabinet, pemerintahan koalisi Jerman runtuh. Dengan demikian, rancangan tersebut tidak pernah sampai ke parlemen Jerman, Bundestag. Wajib militer telah ada di Jerman sejak tahun 1957 hingga 2011.
Pada tahun 2011, bisa dikatakan, wajib militer terlempar ke dalam lemari sejarah Jerman. Wajib militer dihapuskan karena dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi saat itu.
Sejak berakhirnya Perang Dingin, Bundeswehr—tentara Jerman—yang pada masa itu hampir memiliki setengah juta personel, menyusut secara signifikan. Alih-alih fokus pada pertahanan negara, mereka lebih terlibat dalam misi luar negeri.
Untuk itu, mereka tidak lagi membutuhkan sekumpulan pemuda berusia 18 tahun yang hanya akan dipanggil untuk bertugas selama enam bulan—begitulah singkatnya masa dinas wajib di akhir era tersebut.
Peralatan Bundeswehr Bermasalah
Hampir setiap hari muncul laporan tentang masalah teknis pada perlengkapan militer Bundeswehr. Daftar makin panjang, Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen harus menjawab kritik.
Foto: picture-alliance/dpa
Pesawat Tempur Canggih Eurofighter
Eurofighter adalah pesawat paling modern yang dimiliki militer Jerman Bundeswehr. Tapi menurut pabriknya, ada kesalahan kecil pada pembuatan pesawat itu. Kelayakan terbangnya dipotong dari 3000 jam menjadi 1500 jam. Kementerian Pertahanan menerangkan, kesalahan teknis itu tidak mengganggu kesiapan Bundeswehr.
Foto: picture-alliance/dpa
Pesawat tua
Pesawat tempur lain yang dimiliki Bundeswehr adalah jet Tornado, yang mulai diproduksi 40 tahun lalu. Bundeswehr punya sekitar 89 pesawat Tornado. Tapi hanya 38 pesawat yang siap terbang. Pesawat pengangkut jenis Transall C-160 juga bermasalah. Hanya 25 dari sekitar 57 pesawat yang siap beroperasi.
Foto: picture-alliance/dpa/Udo Zander
Helikopter rusak
Masalah teknis terutama membayangi helikopter Bundeswehr. Dari 31 helikopter modern jenis Tiger, hanya 10 yang saat ini siap beroperasi. Angkatan Laut memiliki 22 helikopter khusus "Sea Lynx", tapi ternyata hanya 4 yang bisa dioperasikan. Juga helikopter pengangkut jenis NH90 dan CH53 punya masalah teknis.
Foto: picture-alliance/dpa/Carsten Rehder
Panser bermasalah
Dari 189 kendaraan lapis baja jenis "Boxer", hanya sekitar 70 yang digunakan untuk pelatihan atau dalam misi-misi khusus. Dari 406 panser jenis "Marder", hanya setengahnya yang siap dioperasikan. Panser ini memang sudah tua, mulai digunakan tahun 1971.
Foto: Johannes Eisele/AFP/Getty Images
Kerusakan teknis kapal perang
Bulan Desember 2001 ditusukan untuk memesan lima kapal perang jenis "K130". Seharusnya kapal itu selesai tahun 2007. Tapi semuanya terlambat, karena masalah mesin dan software. Hanya dua dari lima kapal perang yang bisa langsung beroperasi.
Foto: picture-alliance/dpa
Menteri Pertahanan dikritik
Ursula von der Leyen adalah wanita pertama di Jerman yang memimpin departemen pertahanan. Rangkaian masalah teknis di Bundeswehr adalah krisis besarnya yang pertama sejak dilantik sebagai Menteri Pertahanan akhir 2013.
Foto: Reuters
6 foto1 | 6
Selain itu, Bundeswehr hanya bisa menerima sebagian kecil dari laki-laki muda tiap angkatan. Dalam praktiknya, hal ini berarti beberapa pemuda sudah bisa memulai pendidikan atau karier mereka, sementara yang lain harus menjalani dinas militer. Secara hukum, situasi ini menjadi ketidaksetaraan yang problematik.
Kini, situasi politik dan keamanan telah berubah secara mendasar. Perang Rusia melawan Ukraina, serangan hibrida terhadap negara-negara anggota NATO, dan pergeseran kebijakan pemerintah AS yang semakin jauh dari Eropa—semua ini memunculkan keyakinan bahwa Jerman perlu memperkuat kemampuan militernya.
Akan lebih banyak senjata untuk Bundeswehr, yang anggarannya akan didorong oleh pemerintahan baru. Namun, lebih dari itu, Jerman juga membutuhkan lebih banyak personel. Jumlah tentara aktif saat ini stagnan, berada di kisaran 182.000 orang.
Ada kekurangan dalam beberapa bidang, seperti pilot, spesialis teknologi informasi, dan teknisi elektronik. Meski Bundeswehr menawarkan berbagai pelatihan, perjalanan kereta gratis dengan seragam, dan pelayanan medis tanpa biaya, hanya sedikit pemuda yang mempertimbangkan militer sebagai pilihan karier. Terlalu banyak alternatif lain di pasar tenaga kerja Jerman, yang juga tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil.
Sekarang, CDU/CSU dan SPD berharap, akan lebih banyak pendaftar tertarik bergabung dengan militer ,setelah mereka dihadapkan pada kuesioner yang akan mengharuskan mereka mempertimbangkan topik pertahanan negara.
Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO
Sejak Jerman Barat bergabung dengan NATO, militer Jerman Bundeswehr telah dilibatkan dalam berbagai misi dan operasi NATO. Sejak tahun 1990, Bundeswehr juga dikerahkan untuk misi "out of area".
Foto: picture-alliance/dpa/M. Hanschke
Peran militer Jerman di NATO
Republik Federal Jerman Barat resmi bergabung dengan aliansi trans-Atlantik NATO pada tahun 1955. Namun baru setelah penyatuan kembali tahun 1990, militer Jerman dikerahkan dalam misi "out of area" NATO. Sejak itu, Bundeswehr telah ditempatkan di beberapa kawasan di seluruh dunia.
Foto: picture-alliance/dpa/M. Hanschke
Bosnia-Herzegovina, misi NATO pertama Bundeswehr
Tahun 1995, pertama kali Bundeswehr terlibat dalam misi "out of area" NATO sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di Bosnia-Herzegovina. Selama penempatan tersebut, tentara Jerman bergabung dengan anggota pasukan NATO lainnya untuk menjaga keamanan setelah terjadinya Perang Bosnia. Misi ini mencakup lebih dari 60.000 tentara dari negara anggota dan mitra NATO.
Foto: picture alliance/AP Photo/H. Delic
Menjaga perdamaian Kosovo
Sejak dimulainya misi perdamaian yang dipimpin NATO di Kosovo, sekitar 8.500 tentara Jerman telah ditempatkan di negara itu. Tahun 1999, NATO melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia yang dituduh melakukan tindakan brutal terhadap separatis etnik Albania dan penduduk sipil. Sekitar 550 tentara Bundeswehr sampai sekarang masih ditempatkan di Kosovo.
Foto: picture-alliance/dpa/V.Xhemaj
Patroli di Laut Aegean
2016, Jerman mengerahkan kapal perang "Bonn" untuk memimpin misi NATO di Laut Aegean. Tugasnya termasuk melakukan "pengintaian, pemantauan dan pengawasan penyeberangan ilegal" di perairan teritorial Yunani dan Turki itu pada puncak krisis pengungsi di Uni Eropa.
Foto: picture alliance/AP Photo/M.Schreiber
Lebih satu dekade di Afghanistan
2003 parlemen Jerman menyetujui pengiriman pasukan Bundeswehr ke Afghanistan dalam misi PBB International Security Assistance Force (ISAF). Jerman saat itu menjadi kontributor ketiga terbesar dan ditunjuk sebagai Komando Markas Regional Utara. Lebih 50 tentara Jerman tewas selama misi ini. Sekarang masih ada hampir 1.000 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan sebagai kekuatan pendukung.
Foto: picture alliance/AP Photo/A.Niedringhaus
Panser Jerman untuk Lithuania
Sejak 2017, 450 tentara Bundeswehr telah dikirim ke Lithuania sebagai bagian dari bantuan penjagaan keamanan perbatasan setelah Rusia menduduki Krimea. Selain Jerman, pasukan Kanada, Inggris dan AS juga bergabung dalam satuan pertahanan kolektif NATO di sayap timur.
Foto: picture alliance/dpa/M. Kul
Mengambil alih tongkat komando VJTF
Bundeswehr akan memimpin pasukan gerak cepat baru NATO mulai tahun 2019 yang dinamakan Very High Readiness Joint Task Force (VJTF). Kebijakan baru NATO ini adalah reaksi langsung atas agresi Rusia di Krimea.
Foto: S. Gallup/Getty Images
7 foto1 | 7
Berapa banyak yang dapat diterima dalam dinas militer?
Fakta bahwa pemerintah Jerman yang akan datang tetap mengandalkan dinas militer sukarela, juga didorong oleh alasan praktis.
Saat ini, Bundeswehr bahkan tidak memiliki kapasitas untuk menerima seluruh pemuda dari satu angkatan. Infrastruktur yang dulu ada sebelum 2011—terutama tempat tinggal dan pelatih—sekarang sudah tidak tersedia lagi.
Saat ini, hanya ada maksimal 15.000 tempat untuk dinas militer sukarela, dan hanya sekitar 10.000 tempat yang terisi. Artinya, 5.000 lagi dapat segera diterima tanpa kesulitan, seperti yang ditekankan oleh pejabat militer tertinggi Jerman, Jenderal Inspektur Carsten Breuer. "Kami memerlukan potensi pertumbuhan," tegasnya.
Jika jumlah lebih banyak tentara terpaksa diterima sekaligus, kesiapan tempur Bundeswehr bisa terpengaruh. "Seorang komandan divisi tank tidak bisa sekaligus melatih tentara baru, sambil mempertahankan kesiapan tempur di front timur NATO, jelas Breuer dalam diskusi di Deutsche Gesellschaft für Auswärtige Politik (DGAP).
Jika dinas militer baru yang berbasis sukarela ini dan disebutkan dalam perjanjian koalisi, gagal, maka pemerintahan baru tidak akan kesulitan untuk kembali menerapkan wajib militer secara umum.
Wajib militer pada tahun 2011 sebenarnya hanya dinonaktifkan melalui undang-undang, bukan dihapuskan dari konstitusi. Namun, wajib militer ini hanya berlaku untuk pria.
Jika perempuan juga akan diwajibkan untuk dinas, konstitusi harus diubah, yang hanya dapat dilakukan dengan dua pertiga suara mayoritas di Bundestag.
Artikel ini diterbitkan pertama kali dalam bahasa Jerman.