Sanksi Baru Amerika untuk Iran
26 Oktober 2007
Pengumuman Menlu Condoleezza Rice dan Menteri Keuangan Hank Paulson Kamis (25/10) sebetulnya bukan kejutan. Sudah beberapa pekan pemerintah AS membiarkan informasi beredar, bahwa mereka akan menyatakan unsur-unsur dari militer Iran sebagai organisasi teror dan mengganjar dengan sanksi.
Sekarang, itu dinyatakan secara resmi. Kementrian Pertahanan Iran, garda revolusi juga sejumlah bank dan perusahaan besar, dikategorikan pendukung terorisme, menurut hukum AS. Condoleeza Rice mengatakan:
"Itu berarti, tidak ada warga negara dan organisasi swasta Amerika Serikat yang diijinkan terlibat dalam transaksi keuangan apapun dengan orang-orang dan insitusi-insitusi ini. Selain itu, aset apapun yang mereka miliki yang berada di bawah hukum Amerika, akan segera dibekukan."
Alasan dijatuhkannya sanksi disampaikan Menteri Keuangan AS Hank Paulson.
"Iran menyalahgunakan jaringan finansialnya di seluruh dunia untuk mengejar kapabilitas nuklir, mengembangkan rudal balistik dan membiayai terorisme."
Pemerintah AS menuduh Kementrian Pertahanan Iran, antara lain, menyebarluaskan senjata pemusnah massal. Namun tetap tidak jelas, senjata mana persisnya yang dimaksud. Washington juga menuding Teheran mendukung Taliban di Afganistan, milisi Syiah di Irak, juga Hamas dan Hisbullah di Timur Tengah.
Pemerintah AS menjatuhkan sanksi baru ini sendirian. Di DK PBB sudah beberapa bulan didiskusikan putaran ketiga hukuman terhadap Iran. Sejauh ini, Rusia yang paling ragu menyetujui sanksi baru.
Menlu Condoleezza Rice menekankan, Washington menginginkan solusi diplomatik dalam konflik dengan Iran. Tapi, pada saat bersamaan upaya diplomatik harus dilakukan dengan penuh tekanan.
Minggu-minggu sebelumnya, George W. Bush, Wakilnya Dick Cheney, dan Condoleezza Rice mengeluarkan pernyataan tegas dengan nada lebih tajam. Dalam sebuah jumpa pers Bush mengatakan:
"Kita menghadapi pemimpin Iran yang mengumumkan dia ingin menghancurkan Israel. Karena itu saya memperingatkan para mitra, jika kalian ingin menghindari PD III maka kalian seharusnya mencegah Teheran menguasai pengetahuan untuk membuat senjata nuklir."
Hanya beberapa hari kemudian wakil Presiden AS Dick Cheney mengatakan:
"Rejim di Iran harus tahu, jika mereka mempertahankan sikapnya, maka dunia internasional siap menjatuhkan konsekuensi serius. AS bergabung dengan negara lain, menyampaikan pesan yang jelas: kami tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir."
Negara-negara lain. Tampaknya, Israel lah yang terutama dimaksud. PM Ehud Olmert baru-baru ini mengatakan di London: sanksi ekonomi itu bagus, tepat dan efektif, tapi tidak cukup.
Namun Olmert tidak menerangkan tindakan apa yang ia anggap memadai untuk menghalangi Iran menguasai senjata nuklir.