Sapi di Austria bernama Veronika mampu menggunakan alat bantu untuk kebutuhannya sendiri, perilaku yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apakah selama ini kita meremehkan kecerdasan sapi?
Veronika menggaruk-garuk tubuhnya dengan ranting-ranting yang ditemukan di sekitarFoto: Antonio J Osuna Mascaró
Iklan
Sapi perah Brown Swiss berusia 13 tahun ini bernama Veronika. Dia tinggal di Desa Nötsch, Pegunungan Carinthia, Austria selatan. Veronika adalah hewan peliharaan seorang petani setempat yang bebas berkeliaran di padang rumput.
Layaknya hewan peliharaan lain, Veronika menikmati ketika punggungnya digaruk, dan jika tidak ada manusia ramah yang bisa melakukannya, bukan masalah baginya. Veronika mampu menggunakan sikat atau tongkat untuk menggaruk dirinya sendiri. Dia mengambil benda-benda seperti tongkat, garu, atau sikat dengan mulutnya, lalu menggunakannya untuk menjangkau dan menggaruk berbagai bagian tubuhnya.
Oleh karena itu, Veronika menjadi sapi pertama yang pernah diamati mempraktikkan hal yang disebut "embodied tooling," atau penggunaan alat pada tubuhnya sendiri.
Tak hanya itu, saat diberi sikat gosok, Veronika menggunakan kedua sisi alat tersebut untuk menggaruk dirinya. Dia bisa memilih bagian tubuh mana yang ingin dijangkau.
Hal unik ini dianggap sebagai "penggunaan alat multipurpose". Sesuatu yang sebelumnya hanya pernah tercatat pada simpanse di Afrika Tengah (dan manusia).
Alice Auersperg dan Antonio Osuna-Mascaro dari University of Veterinary Medicine di Wina merekam dan menganalisis perilaku Veronika. Mereka mempublikasikan temuan tersebut dalam sebuah studi baru di jurnal Current Biology pada 19 Januari 2026.
Auersperg mengatakan bahwa pertama kali mereka mengunjungi Veronika, dia menggunakan alat untuk menggaruk dirinya sendiriFoto: Antonio J Osuna Mascaró
Berawal dari keinginan untuk membuktikan video Veronika nyata atau AI
Sebagai seorang pakar, Auersperg awalnya menerbitkan sebuah buku tentang perilaku dan inovasi hewan pada Februari 2025.
Iklan
Setelah itu, dia dibanjiri pesan dari orang-orang yang menceritakan perilaku inovatif yang diklaim pernah terlihat pada kucing atau burung peliharaan mereka.
Namun, ada satu video yang secara khusus menarik perhatiannya. Dalam video tersebut, seekor sapi cokelat (Veronika) terlihat menggunakan garu tua untuk menggaruk punggungnya, di sebuah kawasan dengan latar desa Austria yang asri, yang "terlihat seperti adegan dari Sound of Music," kata Auersperg kepada DW.
Barulah dia dan Osuna-Mascaro pergi ke rumah Veronika di Nötsch untuk memastikan apakah video itu nyata atau tidak. Alasannya sederhana. AI kini telah tersebar di mana-mana, sehingga perlu dipastikan bahwa aktivitas sapi itu adalah kejadian sungguhan atau rekayasa.
"Kita tidak bisa begitu saja mempercayai anekdot seperti itu," jelas Auersperg. "Anda bisa membuat deepfake, atau perilaku yang dilatih secara intensif."
Karena itu, dia dan rekannya memutuskan untuk melihat sendiri sapi pengguna alat tersebut.
Hasilnya, Veronika benar-benar sapi sungguhan. Pemiliknya, Witkar Wiegele, sebelumnya juga memelihara ibu Veronika sebagai hewan peliharaan. Kini, Veronika sendiri mulai melenguh keras setiap kali melihat Wiegele datang.
Hewan-hewan Cerdas di Sekitar Kita
Babi yang bisa bermain puzzle, lumba-lumba yang bisa menjadi guru, dan gorila yang mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Hewan adalah makhluk yang cerdas. Tapi hewan apakah yang tercerdas?
Foto: Fotolia/HenningManninga
Orangutan
Kecerdasannya sama dengan anak berumur 4 tahun. Orangutan liar menggunakan batang kayu untuk menombak ikan, mengukur kedalaman air, dan mencapai makanan yang sulit dijangkau. Chantek, dibesarkan manusia di tahun 70an di Atlanta, AS, bisa menggunakan cukup bahasa isyarat di usia 9 bulan. Ia juga bisa berbohong.
Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP/Getty Images
Lumba-Lumba
Selain senang bermain, hewan ini terkenal kecerdasannya. Hebatnya lagi, lumba-lumba bisa mengajarkan kemampuan baru mereka ke lumba-lumba lainnya. Saat lumba-lumba Billie tiga minggu berada dalam kolam di Australia, ia belajar berjalan mundur di atas ekornya. Saat kembali ke lautan lepas, ia mengajarkan trik tersebut ke lumba-lumba lain.
Foto: Robert Pitman
Burung Gagak
Pakar perilaku hewan percaya burung gagak sama pintarnya dengan anak berumur tujuh tahun. Di Jepang, burung gagak menaruh kacang di jalan mobil dan menunggu hingga roda mobil menggilas kulitnya. Setelah itu gagak tinggal mengambil isi kacangnya.
Foto: CC-BY-2.0-Grand Canyon NPS
Simpanse
Simpanse dan bonobo merawat sesama yang sakit, berduka kalau ada yang mati dan bekerja sebagai kelompok saat berburu. Kanzi, bonono di pusat primata Iowa, mampu mengkomunikasikan lebih dari 200 kata dengan menunjuk simbol pada papan. Suatu hari ia menunjuk simbol untuk marshmallow dan api. Setelah diberikan korek api dan kayu, ia menyalakan api unggun dan mulaai membakar marshmallow.
Foto: Getty Images/AFP/Z. Dosso
Gajah
Gajah memilik otak terbesar dari hewan yang hidup di darat. Mereka bisa mengenali diri di cermin, menyelesaikan masalah dan menggunakan alat bantuan. Di alam liar gajah menggunakan batang kayu untuk menggaruk badan dan daun untuk mengusir lalat. Induk gajah akan menjaga anaknya yang mati selama berhari-hari. Kelompok gajah akan berhenti berjalan jika melihat tulang gajah untuk membelainya.
Foto: DW
Burung Bayan
Burung bayan tidak hanya jago meniru, hewan ini juga pakar dalam menyelesaikan masalah. Alex, burung bayan abu-abu adalah yang paling terkenal adalah. Hewan ini mampu mengucapkan lebih dari 100 kata, mengenali 50 obyek yang berbeda, berhitung hingga enam, membedakan tujuh warna dan lima bentuk, serta memahami arti 'lebih besar, lebih kecil, sama dan berbeda'.
Foto: picture-alliance/dpa
Anjing
Anjing bisa memahami apa yang diinginkan majikannya. Mereka bisa membaca ekspresi manusia dan jika majikannya melihat ke suatu arah, anjing akan mengikuti arah pandangan tersebut. Hewan tercerdas mungkin adalah Chaser, anjing border collie dari South Carolina yang bisa mengenali lebih dari 1000 mainan berdasarkan namanya.
Foto: picture-alliance/dpa/U. Zucchi
Gorila
Koko adalah gorila yang paling terkenal. Ia menguasai lebih dari 1000 kata dan berkomunikasi dalam kalimat penuh dengan menggunakan bahasa isyarat. Koko bisa menceritakan lelucon dan menciptakan kata baru, seperti 'gelang jari' untuk cincin. Beberapa studi juga menunjukkan, gorila bisa mengenali diri sendiri di cermin - tes yang menunjukkan apakah hewan sadar bahwa mereka eksis di muka bumi ini.
Foto: picture-alliance/dpa/W. Faust
Babi
Hewan ini punya ingatan jangka panjang. Ilmuwan bahkan berhasil mengajarkan babi menggunakan joystick menggerakkan kursor di monitor komputer. Babi juga belajar trik, seperti membuka pintu kandang dan meloncati lingakaran besar. Babi Jerman bernama Moritz direkam oleh pemiliknya tengah menyelesaikan puzzle menggunakan mulutnya.
Foto: picture-alliance/Bildagentur-online/Yay
Gurita
Gurita memumpus anggapan manusia bahwa hewan yang paling pintar adalah yang paling mirip dengan manusia. Dengan otak berbentuk donat dan memiliki banyak neuron di masing-masing dari delapan lengannya, gurita dapat menggunakan alat, menyelesaikan pekerjaan rumit, dan mengenali orang yang berbeda. Berburu di berbagai medan terumbu karang bisa menjadi salah satu faktor kecerdasannya yang unik ini.
Pecinta anjing dan pecinta kucing telah lama berdebat, yang mana yang paling pintar. Anjing dapat membedakan antara bahasa manusia yang berbeda, mengidentifikasi beberapa objek berdasarkan nama dan melakukan tugas tumit bersama manusia.. Tapi perbandingan itu sulit. Sementara anjing mengikuti perintah engan keinginan untuk menyenangkan manusia, kucing justru tidak tertarik pada tes kecerdasan ini.
Foto: Nano Calvo/VWPics/imago images
Kuda
Seperti anjing, kuda juga telah hidup bersama kita selama ribuan tahun, jadi tidak mengherankan jika mereka dapat membaca perilaku manusia. Kuda dapat membedakan wajah manusia yang ramah dengan yang bermusuhan. Seperti halnya dengan hewan ternak lainnya, seperti kambing, kuda dapat menilai keadaan emosional anggota spesies mereka sendiri berdasarkan suara.
Foto: Julia Christe fStop Images/imago images
12 foto1 | 12
Veronika mampu maksimalkan alat untuk tujuan berbeda
Saat mengamati Veronika, Auersperg dan Osuna-Mascaro menyantap makanan apple strudel bersama keluarga Wiegele.
Setelah beberapa hari, Auersperg harus kembali ke Wina, tetapi Osuna-Mascaro tinggal di Nötsch selama beberapa pekan dan melakukan 70 percobaan dengan Veronika.
Dalam percobaan-percobaan itu, Veronika berulang kali memperagakan penggunaan alat multipurpose dengan sikat gosok yang disediakan peneliti.
"Veronika lebih menyukai ujung sapu dibandingkan gagangnya, dia menggunakannya 2,5 kali lebih sering," jelas Osuna-Mascaro kepada DW.
Veronika menggunakan ujung berbulu itu untuk menggaruk bagian belakang dan bagian atas tubuhnya dengan sapuan panjang dan lebar.
"Namun, dari waktu ke waktu, dia juga menggunakan ujung gagang," papar peneliti tersebut. "Pada awalnya, kami mengira itu akibat kesalahan. Tetapi ternyata dia menggunakan ujung gagang dengan cara yang bermanfaat, dia memakainya untuk menggaruk bagian tubuh yang kulitnya lembut dan sensitif, seperti ambing, lipatan pusar, dan perutnya."
Saat menggunakan ujung gagang, Veronika juga menggaruk dengan cara berbeda, yakni lebih berupa gerakan menusuk dengan hati-hati.
"Kita berasumsi sapi itu bodoh"
Osuna-Mascaro mengatakan bahwa mengenal Veronika merupakan sebuah "pengalaman yang intens."
"Kadang-kadang sapi berperilaku agak seperti kucing,” sebutnya. “Mereka tidak seperti anjing yang langsung mendekat. Anda perlu mendapatkan kepercayaan (Veronika)."
Namun, mengapa sapi di pedesaan Austria ini menunjukkan perilaku yang sebelumnya belum pernah terlihat, atau setidaknya belum pernah tercatat secara ilmiah, pada jenis sapi mana pun?
Salah satunya karena para peneliti perilaku hewan tidak terlalu memberi perhatian pada sapi.
"Veronika bukan termasuk spesies eksotis yang biasanya kami cari untuk penelitian penggunaan alat," beber Auersperg. Sapi adalah "spesiesternak yang telah didomestikasi selama 10.000 tahun. Mereka ada di mana-mana di sekitar kita. Kita hanya berasumsi mereka bodoh karena mereka adalah hewan ternak."
Hanya saja, penggunaan alat oleh Veronika menunjukkan bahwa manusia mungkin telah meremehkan sapi. Auersperg dan Osuna-Mascaro juga tidak menganggap ini sebagai kasus satu-satunya.
"Kami tidak percaya bahwa Veronika adalah Einstein versi sapi," tegas Auersperg.
Sebaliknya, mereka menduga bahwa kondisi hidup Veronika-lah yang memungkinkan penggunaan alat multipurpose tersebut.
"Tidak seperti hampir semua sapi di planet ini, Veronika tidak dipelihara untuk produksi (susu atau daging), melainkan sebagai hewan peliharaan keluarga yang dicintai," sambung Auersperg.
Pemiliknya mengatakan bahwa Veronika membutuhkan waktu bertahun-tahun berlatih dengan tongkat untuk menyempurnakan penggunaan alat garuk. Sebagian besar sapi tidak hidup hingga usia 13 tahun.
"Dia adalah hewan peliharaan, dia mendapatkan banyak stimulasi, banyak benda di sekitarnya yang bisa diambil dan diajak berinteraksi, dan dia diberi umur yang panjang," papar Auersperg.
"Kami sama sekali tidak memiliki bukti bahwa sapi adalah hewan bodoh," lanjutnya. "Bahwa kemampuan ini tidak teramati mungkin berkaitan dengan cara kita memelihara hewan-hewan ini."
Mungkin kita akan lebih sering melihat sapi menggunakan alat jika kita memberi mereka kebebasan untuk berkeliaran dan bereksplorasi.
Hubungan Manusia dan Binatang
Anjing dianggap sebagai sahabat setia manusia, sementara sapi sebagai penyuplai daging dan susu. Selama berabad-abad manusia dan hewan hidup berdampingan dan saling membutuhkan.
Foto: Fotolia/Oksana Kuzmina
Sahabat Manusia
Baik sebagai teman bermain, penjaga atau penuntun tunanetra. Anjing dianggap sebagai pendamping setia manusia. Eksperimen menunjukkan, anjing memperhatikan sikap kita dan bisa bereaksi. Mereka menganalisa dan bisa mengetahui apa yang dilihat atau ingin dilihat majikannya. Karena itu anjing penuntun tunanetra mengerti kemana pemiliknya ingin pergi dan bisa membawanya aman sampai ke tujuan.
Foto: picture-alliance/ dpa
Kelinci Bisa Belajar
Bulu yang lembut membuat kelinci laku sebagai hewan peliharaan walau tidak memiliki hubungan yang dekat dengan manusia seperti anjing. Beberapa kelinci bisa merasa senang jika majikannya datang. Mereka mampu mengenali orang dari suara dan bau. Kelinci tidak termasuk hewan yang paling cerdas, tapi mereka mengerti apa yang tidak boleh mereka lakukan dan kadang akan mencoba untuk menipu pemiliknya.
Foto: Fotolia/Aliaksei Lasevich
Pesona Reptil
Hewan ini hampir tidak bergerak dan tidak mempedulikan manusia. Namun, banyak penyayang binatang yang terpesona dengannya. Reptil seperti kura-kura atau ular sudah tidak aneh sebagai piaraan. Hewan jenis ini memang tidak bisa dielus seperti kucing misalnya. Tapi di lain pihak, karena reptil tidak punya bulu, mereka tidak bisa menyebabkan reaksi dari alergi terhadap bulu binatang.
Foto: Fotolia/smuki
Sarana Transportasi dan Rekreasi
Dulu tugas kuda sudah jelas. Yakni membawa manusia dari A ke B atau menarik gerobak dan kereta kuda. Kini kuda sudah tergantikan oleh mobil. Namun, masih banyak penggemar kuda yang di waktu luangnya menunggang kuda atau lebih serius dan berprofesi sebagai atlet atau joki.
Foto: Fotolia/Kathrin39
Awal Mula Sapi
Manusia dan sapi punya hubungan bisnis sejak berabad-abad. Manusia memanfaatkan susu, daging dan kulitnya. Sapi boleh tinggal di lahan milik manusia dan makan rumput. Proses penjinakan sapi mengubah status manusia yang sebelumnya menjadi pemburu dan kolektor. Manusia jadi memiliki tempat tinggal tetap. Begitu juga dengan sapi yang menjadi bagian dari ternak milik manusia.
Santapan Kesukaan
Babi digunakan sebagai kata makian, pembawa keberuntungan dan khususnya penyuplai daging. Manusia mulai beternak babi sejak 7000 SM dan memakan dagingnya. Konsumsi daging babi di Jerman sangat besar. Rata-rata, satu warga Jerman memakan sekitar 39 kilogram daging babi per tahunnya. Secara psikologis, manusia dan babi sangat mirip. Keduanya cepat stres dan menderita penyakit yang mirip.
Foto: Fotolia/Lilifox
Hewan Peliharaan Favorit di Jerman
Sekitar 8,2 juta kucing hidup di rumah tangga Jerman dan menjadikan mereka sebagai hewan peliharaan kesayangan. Bulunya lembut, mudah dirawat dan tidak ribut. Lagipula kucing dikatakan bisa membantu pemiliknya dalam mengatasi stres dan masalah. Apa keuntungan yang dimiliki kucing? Mereka dielus, diberi makan dan dirawat. Jadi manusia dan kucing saling melengkapi.
Foto: Fotolia/stokkete
Dari Hutan ke Peternakan
Ayam sudah dimanfaatkan manusia sejak berabad-abad. Di Asia Tenggara, manusia pertama kali menyadari betapa enaknya daging dan telur ayam jika disantap. Mereka mulai beternak ayam untuk konsumsi pribadi. Kini ada sekitar 150 ras dan ayam dengan sebutan "hewan hibrida" yang mampu menghasilkan telur dan daging lebih banyak.
Foto: picture-alliance/dpa
Simbiosis Manusia dan Hewan
Topi, syal, dan baju hangat rajutan - semua dibuat dari wol domba. Ada juga domba yang mendarat di panci masak. Jadi manusia kembali menjadi konsumen yang memanfaatkan hewan tersebut. Namun, selain pemanfaatan, simbiosis manusia dan hewan tetap tercipta lewat peternakan. Kedua pihak tidak bisa atau tidak mau lagi hidup tanpa pihak yang lain.
Foto: DW/Maksim Nelioubin
9 foto1 | 9
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris