Sarkozy Diharapkan Pacu Reformasi di Perancis
16 Mei 2007
Harian-harian internasional menyoroti dengan tajam pergantian puncak pimpinan di Perancis. Harian Inggris The Independent yang terbit di London berkomentar : Sarkozy punya energi yang cukup untuk melaksanakan reformasi. Pemerintah kanan-tengah Perancis dalam 12 tahun terakhir ini melakukan dua kali upaya reformasi, yang kini hendak dilanjutkan oleh Sarkozy. Yang paling penting adalah reformasi pasaran kerja dan sistem pengaman sosial. Perubahan ini amat diperlukan Perancis, untuk memerangi pengangguran di kalangan generasi muda, dan menggerakan kembali perekonomian. Memang tugas yang tidak mudah. Akan tetapi, Sarkozy adalah tokoh yang memiliki energi yang cukup besar untuk menggerakkan reformasi.
Harian liberal Swedia Dagen Nyheter juga menulis komentar dengan nada serupa. Harian yang terbit di Stockholm ini dalam tajuknya menulis : Sarkozy kini memegang mandat kuat untuk melakukan perubahan di Perancis. Pendahulunya di istana Elysee, Jacques Chirac tidak berhasil melakukan deregulasi ekonomi. Chirac juga tidak memodernisasi sistem pendidikan, dan tidak mendorong integrasi para imigran. Politik luar negeri di zaman Chirac tidak disesuaikan dengan persyaratan baru di Eropa serta tuntutan globalisasi. Sarkozy kini mulai merangkul kelompok kiri dan kelompok kanan, untuk menunjukkan dirinya berbeda dengan Chirac, yang hanya tergantung dari tokoh politik yang loyal saja.
Sementara harian liberal kanan Bulgaria Dnewnik yang terbit di Sofia dalam tajuknya menulis : Para pemimpin dunia mempertanyakan, apa yang mereka harapkan dari pimpinan baru Perancis yang karismatis tapi kontroversial itu? Dengan penolakannya bagi keanggotaan Turki dalam Uni Eropa, Sarkozy sudah memicu kontroversi baru di kalangan anggota Uni Eropa maupun di Komisi Uni Eropa. Juga Sarkozy tidak menjelaskan, bagaimana ia akan melaksanakan gagasannya dalam praktek. Kecemasan lain muncul di Uni Eropa, berkaitan dengan gagasan Sarkozy menyangkut masadepan konstitusi Uni Eropa.
Dan terakhir harian liberal kiri Perancis Liberation yang terbit di Paris berkomentar: Sarkozy dapat memperbaiki citranya. Inilah keterbukaan politik yang sudah digembar-gemborkan, sebelum hal itu menjadi kenyataan. Pada zaman presiden Chirac, gagasan agar pihak yang kalah dirangkul oleh pemenang, tidak beranjak dari sekedar wacana politik. Citra pribadi Sarkozy kini diuntungkan oleh tema tsb. Dan keunggulan ini, dapat memperkuat posisinya dalam pemilu parlemen bulan Juni mendatang. Sebab, kelompok sosialis dan kelompok tengah akan kehilangan argumen yang paling kuat sekalipun, jika keterbukaan politik itu, dapat menjamin lebih banyak keseimbangan pembagian kekuasaan.