1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sarkozy Miliki Banyak Keunggulan

23 April 2007
Sarkozy unggul atas Royal
Sarkozy unggul atas RoyalFoto: DW

Hasil pemilu presiden putaran pertama di Perancis merupakan tema utama sorotan harian-harian internasional. Harian Perancis Liberation yang terbit di Paris mengomentari : pemilu penentuan jangan direduksi secara kasar, menjadi sebuah referendum penentuan nasib seorang lelaki. Proyek negativ itu harus diubah menjadi positiv. Royal tidak boleh berpuas hati, dengan menuding Sarkozy sebagai orang jahat. Ia harus menunjukkan tindakan nyata, memberikan usulan dan mempertahankan keputusannya. Dalam hal ini, memperkecil perbedaan sosial. Kali ini masalahnya benar-benar serius, yakni melakukan perujukan Perancis yang terpecah. Mengembalikan fungsi pelayan publik, untuk kembali melayani rakyat, serta mendorong pengusaha menciptakan lapangan kerja. Singkatnya, Perancis memerlukan kandidat berwawasan.

Sementara harian Spanyol El Mundo yang terbit di Madrid berkomentar : Sarkozy akan memenangkan pemilu, jika ia mampu meraih pemilih kelompok tengah. Hasil pemilu putaran pertama menunjukan sukses besar dari kubu konservatif. Sarkozy unggul melebihi perkiraan dan memiliki keuntungan lebih tegas dibanding Royal. Kelihatannya kubu sosialis juga sulit menjalin kerjasama dengan kubu tengah dari Bayrou. Aliansi kedua kubu, hanya akan menyebabkan kegagalan. Pemecahan paling alamiah adalah sebuah aliansi Kanan-Tengah.

Harian Swiss Tages-Anzeiger yang terbit di Zürich menulis : Potensi suara buat Royal di pemilu penentuan amat terbatas. Pemilih ekstrim kiri kemungkinan besar memberikan suaranya. Tapi jumlahnya hanya 11 persen. Sementara pemilih Bayrou jumlahnya sekitar 19 persen. Dan kemungkinan memberikan suaranya untuk Sarkozy. Untuk keluar dari situasi yang pelik ini, satu-satunya pilihan yang dimiliki Royal adalah meyakinkan publik, bahwa pemilu putaran kedua adalah sebuah referendum melawan Sarkozy. Akan tetapi, pemecahan dengan mengajak pemilih memberikan suaranya kepada siapapun, pokoknya asal bukan Sarkozy, diragukan keberhasilannya.

Dan terakhir harian Inggris The Guardian yang terbit di London berkomentar : Sarkozy maupun Royal, sama-sama hendak memanfaatkan kelemahan saingannya. Sarkozy dalam kampanye berjanji, melakukan liberalisasi ekonomi, memerangi kejahatan lebih keras, dan hendak merangkul para imigran yang dipinggirkan. Sasarannya hendak menciptakan kembali kebanggan sebagai warga Perancis. Sebagai calon presiden perempuan yang pertama di Perancis, Royal juga hendak melakukan semua itu. Walaupun janjinya tidak terlalu berapi-api dan penuh impian. Sebaliknya Royal lebih menonjolkan perannya sebagai ibu dari seluruh bangsa Perancis. Kedua kandidat, kini berusaha mencari kelemahan lawan untuk menjatuhkannya.