1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sascha Lobo: Internet Sudah Rusak

Marcus Lütticke17 Januari 2014

Karena berbagai aksi penyadapan, Blogger Sascha Lobo mengatakan internet sudah rusak. Teknologi komunikasi memang penting, tapi masyarakat harus membahas keamanan internet.

Foto: DW

DW: Baru-baru ini Anda mengatakan, internet sudah rusak. Bagaimana memperbaiki komunikasi digital di masa depan.

Sascha Lobo: Tidak ada individu yang bisa menjawab pertanyaan itu, sebab ini harus jadi wacana dalam masyarakat. Seluruh masyarakat harus membantu, melindungi dan memperbaiki sarana internet, agar bemanfaat bagi banyak orang. Realita saat ini, internet lebih banyak digunakan untuk mengintai orang lain.

Apakah ini bukan masalah teknis, untuk membuat komunikasi internet jadi lebih aman?

Ini bukan melulu masalah teknis. Banyak orang yang menggunakan internet tanpa sadar apa saja konsekuensinya. Membahas tentang internet perlu kompetensi teknologi, tetapi juga kompetensi politik. Ini memang tugas yang sangat kompleks, tapi harus dimulai dari sekarang.

Bukankah sifat komunikasi digital memang demikian, bahwa mereka yang punya teknologi canggih akan bisa memasok data-data pribadi?

Memang betul, internet selalu berhubungan dengan data yang diproses, diperbanyak, diolah, dikumpulkan lalu diteruskan lagi. Tapi tentu saja harus ada aturan untuk itu. Data apa yang perlu diproses, bagaimana caranya, dan dikumpulkan di mana? Itu semua harus didefinisikan dan diatur, supaya pengintaian jadi lebih sulit. Itu tujuan yang ingin saya capai dengan diskusi luas tentang internet dan manfaatnya.

Pemerintah Jerman mencoba membujuk Amerika Serikat untuk menyepakati perjanjian anti spionase. Tapi hal itu kelihatannya gagal. Apakah perjanjian semacam itu bisa memberi perlindungan efektif terhadap penyadapan?

Tidak. Itu hanya akan merupakan tindakan simbolis. Penolakan Amerika sangat menyakitkan. Sebab pemerintah Jerman benar-benar memohon agar mereka mau membuat sebuah perjanjian. Tapi Amerika malah tidak mau berjanji, bahwa mereka di masa depan tidak akan menyadap pejabat pemerintahan Jerman lagi. Ini benar-benar menyakitkan. Jadi hal ini sekarang harus dibahas di tingkat Eropa.

Dinas rahasia Amerika, dan juga Inggris, menganggap internet adalah milik mereka. Mereka melihat internet sebagai instrumen untuk melakukan penyadapan, bahkan menyadap rakyatnya sendiri. Itu sebabnya, kita harus bekerjasama untuk membuat internet jadi instrumen yang positif, bukan instrumen penyadapan.

Apa yang bisa dilakukan Jerman dan Eropa untuk melindungi diri terhadap penyadapan NSA?

Pertama-tama perlu disadari, penyadapan tidak hanya dilakukan oleh NSA, melainkan oleh semua dinas rahasia. Selain itu, banyak dinas rahasia yang bekerjasama dengan erat. Jadi sulit diketahui dengan pasti, siapa yang menyadap siapa.

Sekarang pekerjaan dinas rahasia memang berbeda jauh dari dulu. Dulu yang dikejar adalah rahasia negara. Sekarang yang dikejar adalah data-data pribadi warga biasa. Itu yang fatal. Setiap orang bisa jadi target penyadapan. Internet sudah rusak, dan menjadi alat penyadapan untuk mengawasi warga.

Itu sebabnya, kita harus meningkatkan tekanan politik. Angela Merkel sampai sekarang bereaksi terlalu lunak. Dia tidak mau menghentikan perundingan perdagangan bebas dengan Amerika sebagai tekanan. Masyarakat sipil sekarang harus mengangkat suara dengan lantang.

Apa Eropa punya kepentingan menghentikan spionase di internet? Bukankah dinas rahasia Eropa juga menggunakan metode serupa?

Itu bagian dari masalahnya. Internet sudah dibajak, bukan hanya oleh dinas rahasia, melainkan juga oleh dinas pemerintahan. Selama beberapa tahun terakhir, ada kecenderungan mencolok, bagaimana politik ingin memperluas kemungkinan penyadapan data. Jadi para politisi juga ikut bertanggung jawab, bahwa internet sekarang jadi ajang penyadapan.

Sascha Lobo adalah penulis buku, blogger dan konsultan internet dan komunikasi. Ia mendalami tema hubungan antara internet dan masyarakat, politik dan kebudayaan. Sejak 2007 ia menjadi konsultan internet untuk SPD. Interview untuk Deutsche Welle dilakukan oleh Marcus Lütticke.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait