1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Satu Tahun Sarkozy Pimpin Perancis

5 Mei 2008

Nicolas Sarkozy mengawali jabatannya ibarat seorang milyarder. Demikian harian Perancis Liberatión mengomentari tahun pertama Sarkozy berada di pucuk pemerintahan Perancis.

Nicolas SarkozyFoto: picture-alliance/dpa

Satu tahun Nicolas Sarkozy menjabat presiden Perancis. Harian liberal kiri Perancis Liberatión berkomentar

„Nicolas Sarkozy mengawalinya layaknya seorang milyarder dan tidak seperti presiden. Reformasi pertamanya, yang menahan diri tapi sangat kuat melambangkan pengembalian kekayaan kepada pihak yang kaya, mempertegas gambaran tersebut. Dari liberalisme sejak awal ia langsung mengambil yang terburuk: Pengutamaan pihak yang kaya. Untuk mempertahankan metodenya ia ingin melakukan segala cara. Semuanya berbalik melawan dirinya sendiri, sekalipun ia benar. Aksi berubah menjadi perlawanan, komunikasi menjadi parade dan tugas dari reformasi menjadi sumber kebingungan. Sekarang ia harus mengatasi masalahnya dengan kesabaran. Hanya hasil kerja positif dan nyata yang dapat menyelamatkannya dari skandal. Di dalamnya terkandung pelajaran politik: Warga Perancis memberikan suara bagi haknya, tapi mereka tidak menyukai politik sosialnya.“

Sementara harian konservatif Perancis Le Figaro menulis

„Agak seperti anak kecil, yang menolak uluran tangan bantuan, karena tidak menginginkan rasa pahit dari obat itu. Warga Perancis menyetujui reformasi dari Nicolas Sarkozy, tapi mengecam keras pelaku reformasi. Tanpa memihak satu partai pun, orang dapat melontarkan tuduhan kepada sang presiden, bahwa di bulan-bulan pertama masa jabatannya ia menyebar kepercayaan, reformasi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Ia lupa menyatakan secara lantang bahwa setiap perubahan juga membawa pengaruh negatif. Sekarang melakukan istirahat bagi reformasi adalah metode terbaik, untuk mengecewakan mereka yang memiilih Sarkozy, karena mereka menginginkan pergantian. Tapi yang terutama, tiadanya pergerakan akan menimbulkan ketidakpuasan baru, yang tidak bermanfaat bagi masyarakat Perancis. Hanya dengan mempercepat reformasi itu dapat tertolong. Tidak diragukan itulah agenda rencana yang lebih jelas dan baik bagi tahun kedua Sarkozisme.“

Harian Perancis lainnya La Croix lebih menyoroti kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan komunal di Inggris dan mengaitkannya dengan konteks Eropa

„Kekalahan ini menyusul kekalahan pemerintah kiri tengah di Italia. Mereka menunjukkan secara umum tendensi kanan para pemilih, yang juga dapat dihitung pada 10 negara Eropa, dimana berlangsung pemilihan pada tahun 2007. Hanya Spanyol yang tidak memiliki tendensi ini. Akan menjadi pernyataan yang enak jika sekarang setelah satu dekade terlihat perubahan majunya sayap kiri, yakni penghapusan ideologi yang berlawanan. Yang terjadi justru sebaliknya. Sayap kiri kehilangan kekuasaan dalam hak-hak yang memberi kebebasan secara kompleks, yang di Perancis, Italia, Inggris atau di mana pun secara jelas menyebutnya sebagai prioritas, yakni di bidang keamanan dan imigrasi. Tidak Nicolas Sarkozy, atau Silvio Berlusconi maupun David Cameron yang menawarkan rencana istimewa. Mereka berhasil menggali lebih dalam dan menawarkan perubahan tekanan negara secara lebih efisien, dibanding kubu kiri. Dan para pemilih mengikuti mereka.“ (dk)