Sehari Setelah Pemilu di Jerman
19 September 2005
Koalisi antara Partai Uni Kristen (CDU/CSU) dan Partai Demokrat Liberal (FDP) pun tidak berhasil meraih mayoritas suara. Di luar dugaan, Partai CDU hanya memperoleh 35,2 persen suara keseluruhan. Sementara Partai FDP berhasil mendapat 9,8 persen, hasil terbaik dalam sejarah partai itu sejak puluhan tahun. Partai Sosialdemokrat (SPD) kehilangan empat poin sehingga hanya mencapai 34,4 persen, Partai Hijau meraih 8,1 persen suara, sedangkan Partai Kiri yang baru terbentuk mendapat 8,7 persen.
Menilik hasil perolehan suara sementara itu, secara matematis dan politis, ada dua kemungkinan koalisi di Jerman. Yang pertama adalah pemerintahan gabungan CDU/CSU dan SPD atau koalisi besar. Yang kedua adalah koalisi merah-kuning-hijau atau koalisi antara SPD, partai kuning FDP dan Partai Hijau.
Kandidat kanselir dan Ketua Partai Uni Kristen Angela Merkel menekankan, partainya mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan, walau gabungan partainya dan Partai FDP tidak berhasil meraih kemenangan mutlak dalam pemilu ini:
Angela Merkel: “CDU dan CSU adalah kekuatan terbesar. Partai Uni Kristen mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan …. Mungkin target pemilu kami, mayoritas suara CDU/CSU dan FDP, tidak tercapai. Tapi partai kami, dan saya khususnya, tetap bertekad menjalankan dengan sekuat tenaga mandat yang kami terima.“
Sementara Ketua Partai Sosialdemokrat (SPD) Franz Müntefering siap mempertimbangkan beberapa opsi:
Franz Müntefering :“Besok kami akan membicarakan situasi ini dalam dewan partai. Tapi yang jelas, Partai Sosialdemokrat menolak kerja sama dalam bentuk koalisi atau pemerintah gabungan dengan Partai Kiri PDS.“
Dengan begitu, hanya Partai Kiri yang tidak akan dipertimbangkan sebagai partner koalisi oleh Partai Sosialdemokrat (SPD). Mungkin SPD ingin membentuk koalisi tiga partai bersama Partai Hijau serta partai oposisi FDP. Lalu bagaimana komentar Ketua FDP Guido Westerwelle mengenai kemungkinan itu?
Guido Westerwelle: “Kalau ternyata tidak ada kemenangan mutlak bagi satu partai, saya akan tetap berpegang pada kata-kata saya: Kami, Partai Demokrat Liberal ingin perubahan politik yang jelas, kami ingin awal baru. Kami menolak koalisi merah-kuning-hijau dengan pihak oposisi.“
Kemungkinan terakhir adalah koalisi besar antara dua partai terkuat Jerman, SPD dan Partai Uni Kristen. Kanselir Gerhard Schröder yang mencela hasil perolehan suara Partai Uni Kristen, merasa dirinya tetap dipercaya rakyat untuk memimpin Jerman:
Gerhard Schröder: “Saya merasa mendapat dukungan dalam menjalankan tugas saya, membentuk pemerintahan yang stabil untuk masa jabatan empat tahun ke depan di bawah pimpinan saya.“
Partai Hijau juga menilai hasil perolehan suara mereka sebagai dukungan atas politik yang dijalankan pemerintah selama ini. Menteri Luar Negeri dari Partai Hijau Joschka Fischer mengatakan:
Joschka Fischer: “Pemilu kali ini menunjukan perkembangan demokrasi Jerman, hasilnya tidak menunjukan kemenangan mutlak satu kubu. Karena itu, kami harus siap jadi partai oposisi. Soal penentuan siapa yang akan jadi kanselir, itu adalah keputusan partai-partai besar, bukan keputusan kami.“
Sementara Partai Kiri yang baru terbentuk empat bulan yang lalu, tampak cukup puas dengan hasil pemilu. Politsi andalan Partai Kiri Oskar Lafontaine berkomentar, ia sangat puas dengan perolehan suara partainya. Lafontaine adalah mantan ketua Partai SPD yang mengundurkan diri yang berselisiih pendapat dengan Gerhard Schröder. Lafontain menambahkan, tentu saja ia juga senang partai penantang CDU/CSU dan FDP tidak berhasil memperoleh mayoritas suara. (zer)