Sejarah Panjang Penyatuan Jerman
3 Oktober 2007
Sebuah permintaan halus disampaikan Presiden AS Ronald
Reagan pada kunjungan ke Berlin, Juni 1987.
"Mr. Gorbachov, tear down the wall."
Ketika Reagan meminta pada Presiden Uni Soviet
Gorbachov untuk meruntuhkan tembok yang memisahkan
kedua bagian Jerman, hanya 3% warga Jerman yang
mengira bisa merngalami sendiri penyatuan kembali
Jerman. Sejarah membuktikan, mereka salah. Begitu pula
Erich Honecker.
"Tembok ini masih akan berdiri 50 tahun
lagi dan juga 100 tahun lagi, jika dasar yang
dibutuhkan untuk itu belum lenyap."
Ramalan pemimpin Jerman Timur Erich Honecker, pada
Januari 1989 itu terbukti salah, hanya beberapa bulan
kemudian. Pada November anggota politbiro Erich
Schabovski mengumumkan dibukanya perbatasan Jerman
Timur ke barat dan dengan itu, runtuhnya tembok
pemisah.
Warga Jerman Timur sudah dalam perjalanan ke barat,
secara harafiah dan kiasan, meneriakkan ‘Wir sind ein Volk, wir sind ein Volk'. Kita satu bangsa, kita satu bangsa.
Setelah perbatasan dibuka,
puluhan ribu orang melakukan perjalanan untuk,
mengutip jargon yang dipakai pemerintah Jerman Timur,
untuk menemukan Jerman yang lain, Republik Jerman
Barat. Dan harapan sejumlah pejuang hak warga negara
untuk mendapat otonomi Republik Demokrasi Jerman
Timur dalam sistem yang berorientasi demokratis tapi
sosialis , lenyap seketika.
Dalam pemilu dewan
perwakilan rakyat di Jerman Timur, yang untuk pertama
kalinya berlangsung dengan bebas, keluar sebagai
pemenang Aliansi untuk Jerman di bawah pimpinan partai
CDU. Ketuanya, Helmut Kohl sudah melihat peluang
sejarah bagi penyatuan kembali Jerman ketika ia
mencari dukungan dari para pemenang PD II, bagi
Jerman yang tidak terpisah.
"Kami warga Jerman sudah belajar dari
sejarah. Kami adalah bangsa yang cinta damai dan
kebebasan. Dan tidak akan pernah kami menyerahkan
demokrasi kami kepada musuh perdamaian dan kebebasan,
tanpa pertahanan. Bagi kami, cinta tanah air, cinta
kebebasan dan sikap baik antar tetangga, tidak
terpisahkan."
Landasan hukum internasional bagi penyatuan kembali
Jerman dibahas dalam perundingan dua plus empat, yaitu
pemerintah Jerman Barat dan Timur, ditambah para
pemenang perang, Amerika Serikat, Inggris, Perancis
dan Uni Soviet.
Pada akhirnya, kedaulatan Jerman yang
dibatasi sejak usainya PD II kembali utuh dan
penyatuan kembali disahkan. Salah satu yang memberi
ucapan selamat pada tanggal 3 Oktober 1990 adalah
Presiden Amerika Serikat saat itu, Bush senior.
"Saya memberi selamat pada Kanselir Kohl,
rakyat Jerman di timur maupun barat, dan di Berlin
yang selama ini terpisah, karena tetap menghidupkan
mimpi menjadi bangsa yang menentukan nasib sendiri."
17 tahun telah berlalu.
Sedikitnya 250 miliar Euro
dialirkan bagi pembangunan wilayah timur. Leat
perjanjian solidaritas dua akan mengucur 150 miliar
lagi, sampai tahun 2019.
Selain kota yang tumbuh pesat
seperti Leipzig, di bekas Jerman Timur masih banyak
kawasan yang ekonominya lemah, sementara angka
pengangguran rata-rata 18%. Di barat Jerman,
separuhnya.