DW Indonesia ucapkan selamat Idulfitri Sahabat DW. Mari rayakan dengan hati ringan, pikiran jernih, dan opor secukupnya!
Iklan
Ramadan berakhir, dalam suasana Idulfitri yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, DW Indonesia menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya kepada Sahabat DW di mana pun berada. Semoga kelapangan hati dalam saling memaafkan, serta kebahagiaan mengiringi kenikmatan menyantap hidangan khas Lebaran. Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin!
Ramadan di Gaza: Berbuka Puasa di Tengah Puing-Puing
Selama bulan suci Ramadan, umat Islam hanya makan setelah matahari terbenam. Tahun ini, warga Palestina di Jalur Gaza yang hancur lebur berusaha mencari cara untuk merayakan ritual itu dengan penuh martabat.
Foto: Hashim Zimmo/TheNEWS2/ZUMA/picture alliance
Kembang api sambut bulan suci
Warga Palestina di Kamp Pengungsi Bureij, Jalur Gaza bagian tengah, merayakan kedatangan bulan suci Ramadan dengan pertunjukan kembang api kecil. Pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.
Foto: Eyad Baba/AFP
Menghias tenda pengungsian
Di tengah reruntuhan dan kesulitan, warga Palestina merayakan Ramadan ketiga mereka sejak perang dimulai. Ramadan adalah waktu paling penting dalam setahun bagi umat Islam. Para pengungsi di Gaza menghias tenda pengungsian dengan lentera, untaian kain, dan lampu warna‑warni.
Foto: Eyad Baba/AFP/Getty Images
Lentera buatan tangan
Mohannad al‑Najjar (kiri) menggantung lentera yang ia buat dari kaleng bekas minuman di Kota Khan Younis, Gaza. Menggantung lampu warna‑warni selama bulan puasa adalah tradisi yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu, menurut beberapa sumber, bahkan lebih tua dari masa lahirnya Islam sendiri.
Foto: Haseeb Alwazeer/REUTERS
Makanan dari pasar
Sejak pertempuran di Gaza sebagian besar mereda, pasokan makanan mulai membaik. Menurut PBB, kebutuhan kalori dasar akhirnya terpenuhi sepenuhnya pada Januari 2026 untuk pertama kalinya sejak 2023.
Foto: Hashim Zimmo/TheNEWS2/ZUMA/picture alliance
Memasak dalam kondisi serba terbatas
Namun, krisis kemanusiaan belum berakhir. Makanan masih sering dimasak di luar ruangan menggunakan tungku darurat yang dibuat seadanya. Menurut PBB, sekitar 84% bangunan kini tidak lagi layak huni. Keluarga ini merayakan buka puasa di reruntuhan Masjid Al‑Hasayna di Kota Gaza.
Foto: Ali Jadallah/Anadolu Agency/IMAGO
Kebersamaan saat berbuka
Makan bersama setelah matahari terbenam adalah bagian penting dari Ramadan, sama pentingnya dengan puasa itu sendiri. Acara makan bersama di Kota Gaza ini diselenggarakan oleh sebuah organisasi bantuan asal Turki. (ha/mel)