Tokoh intelektual Muslim Indonesia, Kiai Haji Hasyim Muzadi meninggal dunia. Kiai moderat dan nasionalis ini sebelumnya menderita sesak napas.
Foto: twitter/RadioElshinta
Iklan
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi wafat hari Kamis (16/3) sekitar pukul 06.15 WIB dan dimakamkan di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat. Dikutip dari Detik.com, upacara militer digelar sebelum jenazah diberangkatkan dari Malang. Tampak iring-iringan petakziah menyemut di sekitar Ponpes Al-Hikam, Malang.
Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi yang lahir di Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944 merupakah salah satu tokoh dan intelektual Islam utama Indonesia yang pernah menjabat ketua pengurus besar Nahdlatul Ulama dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang ini sempat mengeyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor tahun 1956-1962.
Menderita sesak nafas
Salah satu penyebab kesehatan KH Hasyim Muzadi menurun dikarenakan sesak napas akibat dahak dari batuk yang dialaminya. Keterangan tersebut disampaikan Ketua Tim Dokter yang menanganinya. Demikian dikutip dari Liputan6.com.
Sebelumnya, Hasyim sempat dirawat di RS Alvalette, Malang, dan memilih perawatan lanjutan di rumahnya setelah keadaannya dinyatakan lebih baik.
Presiden dan wapres menyampaikan penghormatan
Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH. Ahmad Hasyim Muzadi. Menurut Jokowi, bangsa ini kehilangan salah satu ulama, guru, penjaga terdepan kebhinekaan. Jokowi menambahkan, ia merupakan sosok yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk agama dan bangsanya.
Sebelumnya pada Rabu (15/3) kemarin, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno sempat menjenguk mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya, jurubicara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengatakan, Wakil Presidel Jusuf Kalla mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Hasyim Muzadi. Dikatakannya: ",KH Hasyim Muzadi adalah seorang tokoh moderat, teladan dengan sikap yang teguh.”
Sementara itu, dikutip dari Antara News, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan KH Hasyim Muzadi pernah berpesan untuk senantiasa membangun persaudaraan dan harmoni untuk menjaga keutuhan berbangsa dan beragama.
Sebuah penelitian oleh Pew Research Centre 2015 silam mencatat Islam sebagai agama dengan tingkat pertumbuhan populasi tertinggi di dunia. Secara umum pemeluk agama Samawi masih mendominasi pada 2050.
Foto: picture alliance /Godong/Robert Harding
1. Kristen
Umat Kristen pun mengalami lonjakan populasi pada 2050, kendati tidak sebesar kaum Muslim. Pertumbuhan umat Kristen mencapai 35% menjadi 2,9 miliar manusia atau 31% dari total populasi dunia. Menurut hasil penelitian PEW, pada tahun 2050 populasi pemeluk dua agama terbesar di dunia itu akan berimbang, untuk pertamakalinya dalam sejarah.
Foto: Getty Images
2. Islam
Mengacu pada tingkat kesuburan perempuan Muslim yang saat ini mencapai 3,1 bayi per perempuan, jumlah populasi kaum Muslim di dunia pada 2050 akan meningkat sebanyak 70%, menjadi 2,8 miliar orang atau 30% dari penduduk Bumi. Jumlah tersebut sekaligus menyamai populasi umat Kristen di dunia. Selain itu kaum Muslim juga akan mewakili sebanyak 10% dari total populasi penduduk Eropa.
Foto: Getty Images/AFP
3. Hindu
Pertumbuhan populasi pemeluk Hindu terutama dimotori perkembangan demografi di India. Serupa Kristen, umat Hindu akan tumbuh sebanyak 34% pada 2050 menjadi 1,3 miliar manusia atau sekitar 15% dari total populasi dunia.
Foto: picture-alliance/AP Photo
4. Ateisme & Agnostisisme
Kendati bertambah dalam jumlah populasi, prosentase kelompok yang tidak memiliki agama terhadap jumlah penduduk Bumi berkurang dari 16% pada 2010 menjadi 13% pada 2050. Peningkatan terbesar tercatat di Amerika Utara dan Eropa. Pada 2050 sebanyak 26% penduduk AS diyakini tidak memiliki agama. Secara umum jumlah kaum non-agamis di dunia akan meningkat menjadi 1,2 miliar manusia.
Foto: Imago/imagebroker
5. Buddha
Semua pemeluk agama di dunia akan bertambah, kecuali umat Buddha. Populasi pemeluk Buddha di seluruh dunia tidak banyak berubah menyusul tingkat kesuburan yang rendah dan populasi yang menua di Cina, Thailand dan Jepang. Menurut studi PEW, populasi umat Buddha menurun sebanyak 0,3% dari 487 juta pada 2010 menjadi 486 juta pada 2050 atau 5,2% dari total populasi dunia.
Foto: Getty Images/AFP
6. Aliran Kepercayaan
Jumlah pemeluk kepercayaan tradisional saat ini banyak bergantung pada perkembangan demografi di Cina dan Afrika. Pertumbuhannya mencapai 11% dari 405 juta manusia pada 2010 menjadi 450 juta pada 2050 atau sekitar 4,8% dari penduduk Bumi.
Foto: Klaus Bardenhagen
7. Yahudi
Kelompok terkecil agama Samawi adalah Yahudi yang saat ini tercatat memiliki 14 juta pemeluk di seluruh dunia. Dengan tingkat kesuburan sebesar 2,3 bayi per perempuan, pemeluk Yahudi diyakini akan tumbuh sebanyak 14% pada 2050 menjadi 16 juta manusia. Namun prosentasenya hanya sebartas 0,2% dari total penduduk Bumi.