Kenapa Hipertensi Kian Jangkiti Generasi Muda Nigeria?
Olisa Chukwumah
4 Desember 2025
Para ahli medis memperingatkan meningkatnya kasus tekanan darah tinggi pada kaum muda. Hal ini dipicu stress, gaya hidup tidak seimbang, kurang aktif bergerak, hingga minimnya akses layanan kesehatan.
Tes tekanan darah di klinik kesehatan Bakassi, Nigeria.Foto: Stefan Heunis/AFP/Getty Images
Iklan
Tekanan darah tinggi atau hipertensi, semakin marak di berbagai negara berkembang. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah seseorang meningkat hingga mencapai level yang tidak sehat.
Angka hipertensi di Nigeria diperkirakan mencapai 36%, menurut data Badan Kesehatan PBB (WHO) "Hypertension Nigeria 2023".
World Heart Federation menyebut hipertensi sebagai "silent killer” (pembunuh diam-diam), menjadi penyebab kematian nomor satu secara global. Setengah dari keseluruhan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke di seluruh dunia disebabkan komplikasi dari penyakit ini.
Sebagai perbandingan, Survey Kesehatan Indonesia di tahun 2023 turut mencatat bahwa angka hipertensi mencapai 30,8% berdasarkan pengukuran tekanan darah. Tiga provinsi di Indonesia dengan prevalensi hipertensi tertinggi dengan penduduk berusia diatas 18 tahun adalah adalah Kalimantan Tengah (40,7%), Kalimantan Selatan (35,8%), dan Jawa Barat (34,4%).
Hipertensi dulu dianggap banyak menyerang kelompok lanjut usia. Para ahli kini memperingatkan bahwa orang dewasa muda kian berisiko.
Ese Odogu sedang mengecek tekanan darah di rumah.Foto: Olisa Chukwumah/DW
Stres jadi faktor utama hipertensi
Ese Odogu, seorang desainer mode yang berbasis di Lagos, ibu kota komersial Nigeria, didiagnosis menderita hipertensi pada usia 26 tahun. "Salah satu hal yang nampak adalah rambut mulai rontok,” katanya kepada DW.
Iklan
Odogu mengatakan stres jadi faktor utama penyebab hipertensi, selain bangun pukul 4 pagi, pulang larut setelah pukul 10 malam. Bekerja di sektor perbankan pun membuatnya kurang tidur. Ia pun menjalani serangkaian tes dan terkejut saat mengetahui dirinya menderita hipertensi.
"Saat memiliki hipertensi, dokter akan mencarikan obat yang tepat,” katanya. "Dokter terus mencoba berbagai jenis obat untuk melihat mana yang benar-benar efektif untuk jenis hipertensi yang saya miliki.”
"Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa saya lakukan,” katanya kepada DW. "Saya tidak boleh frustrasi, tidak boleh cepat marah karena saat saya marah, tekanan darah saya naik. Dan ada makanan tertentu yang tidak bisa saya konsumsi.”
Jika tidak diobati, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung dan stroke, menurut peringatan WHO.
Bagaimana mencegah hipertensi?
Para ahli medis, seperti John Tehinse, seorang ahli gizi Nigeria Health and Environmental menyebut kenaikan tren hipertensi disebabkan pola makan dengan kandungan garamyang tinggi.
5 Makanan Perusak Otak
Menurut para peneliti studi diet Mediterannean dan DASH (pola makan untuk mengurangi hipertensi), ada lima jenis makanan yang harus dibatasi konsumsinya untuk mengurangi resiko terkena Alzheimer.
Foto: Roland Förch
Daging Merah
Menurut para peneliti, konsumsi daging merah tidak boleh lebih banyak dari empat porsi dalam seminggu agar kesehatan otak Anda terjaga. Sementara menurut diet Mediterranean, Anda hanya boleh makan daging merah seminggu sekali.
Foto: HLPhoto/Fotolia.com
Mentega dan Margarin
Cukup satu sendok makan mantega atau magarine batangan dalam sehari. Jangan lebih dari itu. Peneliti menyarankan untuk mengganti mentega dan margarine dengan minyak zaitun.
Foto: picture-alliance/dpa/D. Eebener
Keju
Keju memang lezat, namun tidak membantu otak Anda sama sekali. Sebaiknya Anda tidak makan keju lebih dari sekali seminggu jika ingin mengurangi resiko terkena Alzheimer.
Foto: Fotolia/Volker Gerstenberg
Makanan Gorengan dan Siap Saji
Makanan yang digoreng dan siap saji masuk dalam kategori makanan tidak sehat. Batasi konsumsinya. Tidak lebih dari seminggu sekali untuk kesehatan otak yang optimal.
Foto: picture-alliance/dpa
Pastry dan Makanan Manis
Adonan pastry terbuat dari campuran tepung terigu, cairan dan lemak. Seperti cronut dalam foto. Pastry dan makanan yang manis lainnya tidak hanya berdampak buruk dengan ukuran pinggang, tetapi juga negatif bagi kesehatan otak. Peneliti menyarankan untuk membatasi konsumsinya tidak lebih dari lima porsi dalam seminggu.
Foto: Roland Förch
5 foto1 | 5
Simeon Isezuo, seorang konsultan kardiologi di Rumah Sakit Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, mengatakan faktor hipertensi meliputi "pola makan tinggi garam, obesitas, gaya hidup kurang bergerak, konsumsi alkohol berlebihan, stres kronis, rokok, dan kecenderungan genetik tertentu.”
Para ahli menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan hipertensi. Menurut data WHO 2025 diperkirakan ada 1,4 miliar orang dewasa di seluruh dunia memiliki hipertensi dengan dengan 600 juta diantaranya tidak menyadari bahwa mereka memiliki hipertensi. Hanya sekitar 23% dari jumlah tersebut yang dapat mengendalikan hipertensi, menjaga tekanan darah mereka dalam batas normal.
"Kebanyakan faktor risiko ini bisa dicegah,” kata Dr. Francis Asogwa, seorang konsultan kardiologi yang berbasis di Lagos. "Kita telah melihat banyak komplikasi kardiovaskular pada orang dewasa muda, mereka mulai mengalami stroke, infark miokard, penyakit arteri paru, dan gagal jantung.”
"Di negara dengan harapan hidup sekitar 56,5 tahun, ketika orang berusia 18–39 tahun mulai mengalami tekanan darah tinggi, ini akan benar-benar memengaruhi demografi negara, bahkan ekonomi negara,” katanya kepada DW.
Dr. Tunggul D. Situmorang, Mantan Presiden Indonesian Society of Hypertension, menyarankan untuk menerapkan pola hidup ‘Cerdik': cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress.
Siap Hadapi Serangan Jantung Sebelum Terjadi
Meninggalnya aktor Ashraf Sinclair akibat serangan jantung kejutkan publik. Menurut studi terbaru, pencegahan terbaik adalah dengan langkah terarah sejak jauh hari dan perhatikan peringatannya. Ini beberapa di antaranya.
Foto: Colourbox
Pencegahan dini
Menurut studi, pencegahan dini serangan jantung, juga serangan jantung yang berulang adalah dengan hidup sehat. Bergerak dan berolahraga secara teratur penting bagi penderita sakit jantung. Karena ini mendorong peredaran darah di jantung. Dianjurkan untuk sedikitnya melangkah 10.000 kali per hari.
Foto: picture-alliance/dpa
Kelelahan ekstrem
Salah satu tanda awal serangan jantung adalah kelelahan ekstrem. Tentu saja, kelelahan adalah perasaan normal setelah melakukan aktivitas fisik atau mengalami hari yang panjang. Namun, jika Anda terus-menerus merasa lelah dan letih, periksa ke dokter. Tidak wajar jika cukup tidur, makan dengan baik, dan tidak menguras tenaga secara fisik, namun tetap terasa letih.
Gangguan tidur
Tanda peringatan lain dari serangan jantung adalah gangguan pada kebiasaan tidur. Pikiran bawah sadar Anda mungkin mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah. Anda mungkin sering terbangun, sering ke kamar mandi di malam hari atau mengalami kehausan yang ekstrem di malam hari. Jika Anda tidak memiliki penjelasan logis untuk gangguan tidur ini, temui dokter Anda.
Foto: Colourbox/T. Baker
Napas tersengal
Mengalami sesak napas bisa jadi tanda peringatan kunci bahwa Anda mengalami masalah jantung. Bila jantung Anda tidak mendapatkan cukup oksigen, Anda bisa merasakan sesak napas.
Gangguan pencernaan
Tanda peringatan dini serangan jantung lainnya adalah gangguan pencernaan. Hal ini tidak normal untuk selalu memiliki perut sering kram. Namun, makanan pedas dan iritasi tertentu biasanya bisa jadi juga jadi biang keladi gangguan pencernaan.
Foto: Colourbox
Meningkatnya kecemasan
Periksa ke dokter Anda jika Anda mengalami peningkatan tingkat kecemasan yang tidak memiliki penjelasan logis sebagai alasannya.
Foto: Colourbox/Sweet November Studio
Kesemutan
Bila jantung Anda tidak menerima oksigen yang cukup untuk berfungsi, Anda bisa mengirim impuls ke tulang belakang Anda. Bila ini terjadi, saraf yang saling terkait antara jantung, tulang belakang, dan lengan Anda mengirim dorongan yang menyebabkan rasa kesemutan bahkan mati rasa.
Foto: Maharishi Privat Klinik Bad Ems
Waspada
Tanda-tanda peringatan awal serangan jantung ini bisa menyelamatkan hidup Anda. Bagikan informasi ini dengan orang yang Anda cintai untuk melindungi hati mereka juga! Ed: ap/hp (Deutsche Herzstiftung/naturalcureshouse/newzmagazine)
Foto: Fotolia/beerkoff
8 foto1 | 8
Terbeban harga obat hipertensi
Meski beberapa negara sudah menawarkan opsi obat dengan harga terjangkau untuk hipertensi, tapi tidak dengan Nigeria. Menurut Odogu hipertensi memberi tekanan finansial signifikan pada penghasilannya karena krisis biaya hidup di Nigeria dan kenaikan harga obat-obatan.
"Beberapa orang beruntung karena hanya minum satu obat, saya harus minum tiga jenis obat. Satu jenis saja harganya sekitar 3.000 naira (Rp 34.500),” jelasnya.
"Jadi kadang harus mengeluarkan 9.000 naira, dan karena kondisi ekonomi, kadang saya menghabiskan antara 11.000 hingga 12.000 naira (Rp 138 ribu) untuk ketiga obat tersebut.”
Nigeria adalah negara terpadat di Afrika dengan lebih dari 230 juta penduduk, banyak di antaranya termasuk dalam demografi muda 18–35 tahun. Para ahli mengatakan perlu upaya lebih untuk memupuk kesadaran sejak dini, mencegah hipertensi dan perawatannya.
Pada Oktober 2024, pemerintah Nigeria melalui kementerian kesehatan meluncurkan inisiatif nasional "kenali tekanan darahmu” dengan memberikan pemeriksaan gratis untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas terkait hipertensi dan diabetes dua penyakit tidak menular yang paling umum.
Gerakan serupa juga diberlakukan di Indonesia seperti program pemerintah "Know Your Number” atau "Cek Tekanan Darah Gratis” di Posyandu dan fasilitas kesehatan.
7 Tanda Anda Terlalu Banyak Bekerja
"Burnout" adalah istilah yang digunakan bagi efek psikologis dari beban pekerjaan berlebihan. Indikasinya ada, namun kerap tak jelas, hingga sering menyebabkan salah diagnosa penyakit lain. Coba cek di sini!
Anda merasa lebih sarkastis dari biasanya? Atau mengejek pekerjaan rekan yang biasanya jadi teman kerja terbaik? Coba cek diri dan beban pekerjaan yang mungkin sangat memberatkan sehingga membuat Anda lebih sinis dari biasanya. Merendahkan orang lain bisa jadi mekanisme untuk memerangi stres.
Foto: Fotolia/Jeanette Dietl
Ingin Lari dan Melupakan Segalanya
Pernah merasa ingin lari meninggalkan kantor menuju pulau terpencil untuk mendapat ketenangan? "Godaan" seperti ini bisa jadi tanda-tanda "burnout". Menghindar adalah salah satu mekanisme untuk menghadapi situasi berat. Orang berusaha menjauhi pekerjaan karena menginvestasikan terlalu banyak tenaga dengan harapan akan sukses.
Foto: Fotolia/fffranz
Terus Lakukan Kesalahan dalam Pekerjaan Mudah
Kurangnya perhatian atas detail tertentu adalah tanda-tanda peringatan Anda mungkin menderita "burnout." Kalau Anda merasa sulit mengingat sesuatu, atau untuk berkonsentrasi pada tugas rutin sehari-hari, peneliti menyarankan untuk berupaya mengurangi stres agar lebih bisa memfokuskan diri.
Foto: picture-alliance/dpa
Selalu Merasa Lelah
Apakah Anda selalu ingin menghabiskan hari Minggu yang indah untuk tidur seharian? Rasa letih seperti itu bisa jadi pertanda stres atau "burnout". Apa lagi jika Anda menyadari, bahwa tidur seharian pun tidak membuat Anda merasa lebih segar. Kelelahan emosional adalah isyarat bahwa Anda terlalu banyak bekerja.
Foto: Colourbox
Meragukan Diri Sendiri
Anda sudah bekerja keras di bidang yang Anda pilih sendiri. Jadi mengapa belakangan ini meragukan hasil kerja dan kemampuan Anda sendiri? Perasaan "kurang mampu" seperti ini juga simtom khas "burnout". Ini bisa dilihat pada berbagai profesi, mulai dari doker ahli bedah sampai atlit. Pikiran Anda berusaha mengelabui dfiri sendiri, sebagai upaya mengatasi beban pekerjaan yang makin banyak.
Foto: picture-alliance/dpa/Steffen
Sering Sakit
Sakit kepala dan tak kunjung hilang? Atau sakit ringan lain yang terus merongrong? Kalau dokter tidak bisa menemukan penyebabnya, mungkin Anda harus memeriksa jadwal kerja. Demikian saran pakar psikologi yang menemukan kaitan antara kesehatan fisik dan burnout. Kadang stres berat bisa ancam kesehatan. “Burnout” berat menyulut gangguan kesehatan tubuh, mulai flu sampai sakit jantung.
Foto: Colourbox
Mudah Kesal Karena Hal Kecil
Terus mengeluhkan bos yang tak adil dan kolega yang curang? Tentu itu semua bisa benar-benar terjadi. Tapi perasaan seperti ini juga bisa jadi tanda-tanda "burnout.” Untuk mengatasinya, para peneliti Asosiasi Ilmu Psikologi menganjurkan untuk mengecek kembali gaya kerja. Mungkin Anda terlalu berambisi sehingga bekerja berlebihan atau ingin sukses terlalu cepat. Penulis: ml/as (TIME, netdoktor)
Foto: picture-alliance/dpa/J. Kalaene
7 foto1 | 7
Medsos promosikan kesadaran akan hipertensi
Beberapa orang menggunakan media sosial untuk meluaskan kesadaran akan hipertensi. Dr. Olawale Ogunlana, seorang aktivis kesehatan yang kerap membagikan video berbagai topik seputar kesehatan, mengatakan orang dewasa muda bisa lebih efektif dijangkau melalui ponsel mereka dan diedukasi tentang risiko hipertensi sejak dini.
"Saya benar-benar percaya bahwa media sosial saat ini adalah alat kesehatan masyarakat paling ampuh untuk menjembatani kesenjangan antara rumah dan rumah sakit,” kata Olawale, yang videonya telah ditonton jutaan kali di platform TikTok.
Ia juga menyoroti adanya pemikiran 'kebal sakit' di kalangan muda akan tanggung jawab terhadap kesehatan mereka. Senada degnan para ahli lain, ia menyarankan mengurangi makanan asin, makan makanan sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan.
"Setiap orang dewasa muda seharusnya mengetahui tekanan darah mereka sama baiknya seperti mereka mengetahui nomor telepon dan kata sandi ponsel mereka,” katanya kepada DW.
"Kalau kamu bisa mengingat kata sandi aplikasi bank, maka kamu juga harus mengingat tekanan darahmu yang normal, kamu harus mengetahuinya.”
Saat Odogu memeriksa tekanan darah rutin di rumah ia pun berharap semakin banyak orang muda menjadi lebih sadar tentang hipertensi dan "cara menghindarinya.” Di Usia 31 tahun, ia harus menerima ‘kenyataan pahit' hidup dengan hipertensi.
"Sangat menjengkelkan tidak bisa hidup normal, harus minum obat setiap hari. Ini tidak lucu, tidak menyenangkan.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris