Sengketa Program Atom Iran
22 Desember 2005
Pemberitaan mengenai program atom Iran kadang lebih dramatis daripada keadaan sesungguhnya. Sebenarnya, sampai sekarang instalasi pertama Iran belum berfungsi seratus persen. Tahun depan adalah tenggat waktu pembangunan reaktor nuklir air ringan di Teluk Persia. Tapi, permasalahannya bukan lah reaktor pertama Iran. 18 tahun lamanya Iran menyembunyikan fakta bahwa negara itu membeli suku cadang nuklir di pasar gelap. Hal itu terungkap sekitar tiga tahun lalu dan menyebabkan kepercayaan pada Iran goyah.
Masalah kedua adalah program nuklir Iran sebenarnya mempunyai sasaran yang jauh lebih ambisius daripada yang dapat dipenuhi pembangunan satu reaktor di Busher. Yaitu, kekuatan nuklir sebesar 20.000 Megawatt yang membutuhkan antara sepuluh sampai dua puluh reaktor. Iran ingin autark dengan produksi bahan bakar sendiri. Sebuah instalasi bawah tanah sentrifugal di Natans yang dijaga ketat dimaksud sebagai tempat pengayaan uranium. Uranium yang diperkaya adalah bahan dasar batang bahan bakar, namun dapat juga digunakan untuk membuat senajata atom.
Dukungan Warga Iran
Sampai saat ini, instalasi itu belum dioperasikan atas permintaan Uni Eropa. Namun, di Isfahan proses konversi yang mendahului proses pengayaan uranium sudah berjalan. Rakyat Iran mendukung penuh program atom pemerintahnya. Kebanyakan menganggap, pemerintah Iran harus membela diri dari kecurigaan tak beralasan dunia barat. Seorang warga Iran mengatakan:
“Mereka curiga, kami menggunakan teknologi nuklir untuk menbuat senjata atom. Itu tidak benar. Kami hanya menggunakannya untuk tujuan damai.“
Seorang warga Teheran mendukung pernyataan tersebut.
“Negara barat ingin menjauhkan kami dari teknologi nuklir. Mereka ingin menahan pengetahuan itu untuk diri mereka sendiri.“
Warga Iran heran, mengapa Israel boleh mempunyai reaktor atom dan bahkan senjata nuklir tanpa harus menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir internasional. Sementara Iran mengizinkan diadakannya inspeksi tapi tetap dituduh macam-macam. Bila ditilik lebih dalam, pemerintah Iran tidak hanya mendapat dukungan rakyat tapi juga hukum internasional. Karena tidak ada hukum yang melarang pengayaan uranium. Iran menegaskan bahwa mereka tidak ingin memiliki senjata atom karena bertentangan dengan ajaran Islam. Namun, mereka juga tidak ingin menutup sama sekali kemungkinan itu.
Kapan Iran akan memiliki senjata atom? Militer Israel menduga tahun 2008 atau 2009. Sementara dinas rahasia Amerika Serikat baru-baru ini menerbitkan analisa yang menyebut tahun 2015. Makin banyak pakar berpendapat, bila Iran memang ingin membuat bom atom, hal itu tidak dapat dicegah. Namun itu akan berarti isolasi dunia internasional. Misi militer terarah pun hanya dapat menunda program atom Iran, tapi tidak dapat menghentikannya. (zer)