Sengketa Program Nuklir Iran
21 Februari 2007
SPR: Mengenai kelanjutan sengketa program nuklir Iran, harian Jerman Süddeutsche Zeitung menulis:
„Beberapa negara Barat mulai mengeluarkan pernyataan lebih lunak kepada Iran. Presiden Mahmud Ahmadinejad sebelumnya menawarkan perundingan, namun mengajukan beberapa syarat baru. Kalangan diplomatik masih bertanya-tanya, apakah Teheran hanya ingin menghindari sanksi atau memang ingin mencapai sebuah kompromi. Ahmadinejad memang kembali menolak tuntutan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pengayaan uranium sebelum kembali ke meja perundingan. Berpidato di hadapan ribuan warga Iran, Ahmadinejad mengatakan, jika Iran suatu hari memiliki teknologi nuklir secara lengkap untuk industri, bidang kedokteran dan pertanian, ini merupakan langkah maju bagi umat manusia. Namun Teheran juga tidak punya masalah untuk menghentikan program pengayaan uranium, jika negara-negara Barat pun melakukan hal yang sama.“
Harian Jerman lain, Frankfurter Allgemeine Zeitung menulis:
„Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan sehari sebelum Direktur Jendral IAEA Mohamed el Baradei menyusun laporan baru tentang kegiatan Iran untuk Dewan keamanan PBB. Laporan itu terutama akan memaparkan, apakah Iran memenuhi tuntutan Resolusi PBB nomor 1737 dari 23 Desember. Yaitu menghentikan pengayaan uranium dan program pengolahan nuklir lainnya yang bisa digunakan untuk keperluan militer. Beberapa diplomat Eropa menyebut pernyataan Ahmadinejad sebagai retorika saja. Pernyataan itu bukan tawaran baru. Dalam masalah sebenarnya, Iran sampai saat ini belum bergerak.“
Harian Swiss Neue Zürcher Zeitung mengulas ancaman yang mungkin muncul dari Amerika Serikat, jika tidak ada penyelesaian dalam sengketa atom. Harian ini menulis:
„Wakil-wakil Eropa dan IAEA belum menghentikan hubungan dengan Iran. Tapi resolusi PBB menuntut penghentian program atom sampai 21 Februari dengan ancaman sanksi yang lebih keras. Kalangan militer Amerika Serikat malah mengisyaratkan, mereka sudah punya daftar sasaran yang akan dihancurkan jika kasus ini membutuhkan pengerahan kekuatan militer. Tapi Washington juga menekankan, yang menjadi prioritas adalah solusi diplomatik.“
Harian Austria Kurier menilai:
„Mantan dutabesar Inggris di Teheran memperingatkan, ancaman hanya akan menguatkan tekad Iran memiliki senjata nuklir. Iran ingin melakukan pengayaan uranium yang memang merupakan hak setiap anggota IAEA. Mungkin dunia harus menerima kenyataan ini. Dan sebagai imbalan menuntut pengawasan yang luas di Iran. Ini saja sudah lebih dari apa yang bisa didapat dari India atau Israel. Alternatifnya adalah: Bom yang mungkin malah tidak mengenai sasaran sebenarnya.“