Prabowo mengatakan program-program seperti MBG, Kopdes Merah Putih, hingga 3 juta rumah akan menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan berada di 8% dalam 10 tahun ke depan.
"This is the big booster for economy," kata Prabowo soal program-program yang ia jalankan.Foto: BPMI Setpres/Kris
Dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, Prabowo memaparkan berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintahannya untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi. Kebijakan-kebijakan ini terfokus pada penciptaan lapangan kerja untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
Makan Bergizi Gratis
Kebijakan yang pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat program unggulannya tersebut, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat terkerek dari rantai pasok setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Diperkirakan ada 1,5 juta orang yang bekerja di SPPG.
Prabowo menargetkan ada 30 ribuan SPPG yang dibangun di Indonesia dengan mempekerjakan 50 orang per unit. Artinya, bila ditotal ada 1,5 juta orang yang bekerja.
"MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," sebut Prabowo dalam video diskusi yang dikutip Selasa (24/3/2026).
Itu baru dari SPPG, Prabowo memaparkan lebih jauh, setiap unit SPPG akan menciptakan 5-10 vendor kebutuhan dapur, misalnya untuk memasok telur, buah, daging, dan lain-lain. Setiap vendor juga akan mempekerjakan masyarakat, maka lebih banyak lagi lapangan kerja tercipta.
"Bila setiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 orang. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja," ujar Prabowo.
Program Rp71 Triliun: Makan Bergizi Gratis untuk Semua
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu janji kampanye Presiden Prabowo. Dengan anggaran sebesar Rp71 triliun, bagaimana pelaksanaannya?
Foto: DW
Mengenal program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu janji kampanye Prabowo Subianto yang mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025. Terdapat 190 titik distribusi tersebar di 26 provinsi. Setiap titik distribusi dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan.
Foto: Agung Kuncahya B./Xinhua/IMAGO Images
Anggaran MBG
Program makan bersama yang didanai negara ini memiliki anggaran sebesar Rp71 triliun untuk tahun 2025, dengan Rp63,3 triliun dialokasikan untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,4 triliun untuk program dukungan manajemen. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa jika program ini berjalan sepenuhnya, akan menghabiskan Rp400 triliun per tahun untuk 82,9 juta penerima.
Foto: Algadri Muhammad 2025
Prioritas dan sasaran
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, menyebutkan bahwa pada hari pertama, program MBG menjangkau 500 ribu penerima. Angka ini diharapkan meningkat hingga 3 juta penerima per hari pada Maret 2025 dan 15-17 juta orang pada Agustus-September 2025. Pada akhir 2025, Prabowo menargetkan MBG dapat dinikmati 82,9 juta orang, termasuk pelajar PAUD hingga SMA, ibu hamil dan menyusui, serta bayi dan balita.
Foto: Algadri Muhammad 2025
Pengelola dapur MBG
Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai penanggung jawab utama program MBG, telah menunjuk 190 dapur utama yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Setiap dapur utama bertanggung jawab menyalurkan makanan untuk sekitar 3.000-3.500 penerima di wilayahnya. Pemerintah berencana meningkatkan jumlah dapur ini hingga 937 unit pada akhir 2025.
Foto: DW
MBG untuk anak berkebutuhan khusus
Berbeda dengan sekolah umum, implementasi MBG di sekolah luar biasa menghadapi kesulitan penyesuaian menu yang mencakup kebutuhan gizi anak berkebutuhan khusus (ABK). Kendala utama meliputi logistik distribusi bahan makanan segar ke daerah terpencil dan biaya pengadaan bahan khusus. Setiap sekolah harus memiliki dapur memadai dan berkoordinasi dengan ahli gizi untuk menyusun menu yang sesuai.
Foto: DW
Butuh tambahan anggaran
Sejak perencanaan, program ini menuai banyak pertanyaan, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga sumber anggaran. Meski diyakini bermanfaat, ada potensi penyalahgunaan anggaran. Namun, program ini akan dipercepat dengan anggaran tambahan. "Menurut hitungan Badan Gizi, tambahan Rp100 triliun pada September cukup untuk memberi makan 82,9 juta orang," sebut Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Foto: Janusz Pieńkowski/PantherMedia/IMAGO
MBG dan prioritas lain
Kepada DW Indonesia, akademisi bidang ekonomi dari Universitas Diponegoro, Esther Sri Astuti, mengingatkan agar pemangkasan anggaran demi MBG tidak mengabaikan program prioritas lainnya. "Program MBG tidak perlu dipaksakan secara masif dan harus didukung oleh swasembada pangan. Jangan sampai program ini mendorong impor pangan secara drastis," ujarnya.
Foto: Press Office Indonesia
7 foto1 | 7
Koperasi Merah Putih
Pihaknya juga membesut Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan target 80 ribu koperasi yang masing-masing mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Belum lagi dampak ekonomi yang dihasilkan dari Koperasi Desa, mulai dari singkatnya rantai pasok barang ke desa, hingga bantuan penjualan hasil bumi masyarakat dari desa.
Di sektor kelautan, ada program Kampung Nelayan Merah Putih yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026. Dari uji coba Kampung Nelayan yang dilakukan, petani mengaku mendapat penghasilan lebih besar dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan Kampung Nelayan.
"Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60% sampai 80%," kata Prabowo.
Iklan
3 Juta Rumah
Selanjutnya, ada program 3 Juta Rumah yang juga dapat menjadi salah satu motor terbesar penciptaan lapangan kerja dan penggerak perekonomian. Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan 5 pekerja.
Untuk 1 juta rumah saja yang dikebut pembangunannya di awal, bisa menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja. Belum lagi efek berantai atau multiplier effect dari industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas rumah lainnya.
"1 juta rumah aja udah 5 juta orang kerja. Tukang batu, kayu, listrik, dan lain-lain. Perumahan ini juga menciptakan 72 turunan perusahaan, linkagenya, bikin satu rumah kita butuh kabel pipa, dan lain-lain," papar Prabowo.
Catatan Politik Indonesia 2025: Kebijakan yang Diperdebatkan
Sepanjang 2025, sejumlah kebijakan memicu perdebatan dan protes publik. Dari program sosial berbiaya besar hingga kebijakan yang dianulir, menimbulkan pertanyaan soal tarik-ulur kepentingan negara dan akuntabilitas.
Foto: BPMI Setpres/Kris
Makan Bergizi Gratis: Mahal dan bermasalah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan sebagai upaya memperbaiki gizi anak dan menekan stunting. Namun, pelaksanaannya menuai kritik. Mulai dari kesiapan dapur dan distribusi, hingga anggaran jumbo. “Jika memang berat bagi pemerintah memberhentikan sementara program MBG ini, maka ada sesuatu di luar akal sehat pemerintah yang bermain,” kata Nailul Huda, Direktur Ekonomi CELIOS.
Foto: Algadri Muhammad 2025
Polemik elpiji 3 kg: Subsidi dan realita di lapangan
Kebijakan penataan distribusi tabung gas elpiji 3 kilogram memicu kelangkaan dan antrean panjang di berbagai daerah. Pemerintah menyatakan program ini bertujuan memastikan subsidi tepat sasaran. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena dinilai diterapkan tanpa kesiapan data dan mekanisme distribusi yang memadai.
Foto: World Economic Forum/Ciaran McCrickard/Avalon/picture-alliance
Revisi UU TNI dan kekhawatiran melemahnya supremasi sipil
Revisi UU TNI yang memperluas peran prajurit aktif di jabatan sipil memicu kekhawatiran melemahnya supremasi sipil dan potensi tumpang tindih kewenangan. Pemerintah beralasan langkah ini diperlukan untuk menghadapi ancaman keamanan baru, seperti terorisme dan siber. Namun, kritik menyebut kebijakan ini mengabaikan prinsip kontrol sipil dan berisiko menghidupkan kembali dwifungsi ABRI.
Foto: Agung Kuncahya B./Xinhua/picture alliance
Tunjangan DPR naik di tengah tekanan ekonomi masyarakat
Kenaikan anggaran tunjangan dan fasilitas DPR pada 2025 memicu kritik publik serta demonstrasi di berbagai daerah. Langkah ini dinilai tidak sensitif di tengah tekanan ekonomi dan tingginya angka kemiskinan, memunculkan pertanyaan soal prioritas belanja negara. Pemerintah berdalih kenaikan diperlukan untuk mendukung kinerja legislatif, tetapi transparansi anggaran dipertanyakan.
Foto: Timur Matahari/AFP/Getty Images
Raja Ampat dan pencabutan izin tambang nikel
Pemerintah mencabut izin tambang nikel di Raja Ampat setelah ramai pemberitaan soal ancaman terhadap ekosistem laut dan darat. Pakar hukum tata negara Herdiansyah Hamzah menilai penerbitan izin bermasalah karena adanya larangan tambang di pulau kecil. “Artinya ada kongkalikong antara otoritas pemberi izin dan perusahaan tambang,” katanya.
Foto: Sumaryanto Bronto/Greenpeace
Pemerintah tolak tawaran bantuan asing untuk banjir Sumatra
Pemerintah menolak menetapkan status bencana nasional dan tawaran bantuan asing dalam penanganan banjir besar di Sumatra, dengan alasan kapasitas nasional masih mencukupi untuk menangani bencana tersebut. Namun, keputusan ini memicu perdebatan publik, terutama terkait urgensi bantuan kemanusiaan dan transparansi penilaian kebutuhan di tengah skala dampak bencana yang dianggap besar.
Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
6 foto1 | 6
Renovasi Sekolah
Kemudian, di sisi sumber daya manusia, Prabowo juga memaparkan dirinya melakukan perubahan besar secara fundamental untuk memperbaiki sektor pendidikan. Salah satunya adalah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300 ribu unit dalam lima tahun ke depan, perbaikan sekolah rusak dinilai olehnya dapat memperbaiki kualitas pendidikan di tanah air.
Pemerintah juga melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air. Salah satunya dengan mendistribusikan ratusan ribu interactive flat panel untuk membantu siswa mendalami pelajaran dengan interaktif.
Reformasi pendidikan ini dinilai Prabowo akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Ini lompatan-lompatan besar kita dalam langkah memperbaiki human capital," tegas Prabowo.
Prabowo mengatakan hal-hal yang disiapkan oleh pemerintah akan menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi. Setidaknya dalam 10 tahun ke depan, bila dirata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di 8%.
Dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk bekerja mewujudkan rencananya untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang tumbuh lebih cepat.
"This is the big booster for economy. Everything is based on evidence saya minta waktu kepada rakyat, kepada masyarakat. Saya buktikan sampai 2029," ujar Prabowo.