Lebih dari 70 tahun lalu Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di langit Hiroshima dan Nagasaki yang membunuh ratusan ribu penduduk. Kini kedua kota telah berubah, tapi tetap membawa luka lama yang tidak hilang.
Hiroshima Dulu dan Sekarang
6 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di langit Hiroshima yang membunuh ratusan ribu penduduk. Kini kota ini telah berubah, tapi tetap membawa luka lama yang tidak hilang.
Target Bom
Penduduk lokal berjalan melewati jembatan Aioi di Hiroshima setelah dihajar bom atom oleh militer Amerika Serikat. Jembatan yang dibangun tahun 1932 ini dijadikan sasaran target oleh pesawat AS karena bentuknya yang mudah dikenali dari udara.
Dibangun Kembali
Kini sekelompok anak-anak bisa melewati jembatan legendaris itu dengan aman. Jembatan Aioi sempat rusak berat setelah pemboman, lalu direparasi dan digunakan selama empat dekade. Tahun 1983 pemerintah Jepang merobohkan jembatan Aioi dan membangun replikanya di tempat yang sama.
Rata dengan Tanah
Korban yang selamat masih menggunakan jembatan Aioi untuk berpergian dari pemukiman penduduk ke pusat kota. Terlihat dalam gambar betapa kawasan barat daya Hiroshima ini rata dengan tanah
Nadi Kehidupan
Kini jembatan tersebut masih menjadi nadi kehidupan kota. Dari jembatan ini orang bisa dengan mudah mengunjungi Hiroshima Peace National Park yang mengabadikan tragedi tersebut.
Menghitam
Panas bom atom mencetak bayangan pagar pembatas di atas permukaan jalan pada jembatan Yorozuyo. Jembatan ini berjarak 860 meter dari pusat ledakan. Aspal yang hangus menghitam terlihat kontras dengan area yang tertutup pagar jembatan.
Tugu Pengingat
Saat ini jembatan Yorozuyo sudah menjadi ikon kota Hiroshima. Hampir tidak ada yang mengingatkan orang pada horror yang terjadi 70 tahun lalu, kecuali upacara peringatan yang digelar setiap tahun.
Ruang Seni
Gedung bernama Hiroshima Prefectural Industrial Promotion Hall ini awalnya berfungsi sebagai tempat pameran untuk seni dan edukasi. Dibangun tahun 1915, gedung ini adalah satu-satunya bangunan yang selamat kendati berada dekat dari pusat ledakan.
Peringatan Perang
Setelah Perang Dunia II gedung pameran ini mendapat julukan baru, Genbaku, alias Kubah Bom Atom. Setelah sempat nyaris mau dirobohkan, kini gedung yang berdiri di sebelah jembatan Aioi ini berfungsi sebagai monumen perdamaian Hiroshima.
Negara yang punya senjata nuklir sekarang tambah banyak. Salah satunya Korea Utara. Negara itu punya tentara dalam jumlah besar. Ditambah lagi, negara komunis itu terus menambah dan meningkatkan persenjataannya termasuk senjata nuklir.
Seberapa Besar Kemampuan Militer Korea Utara?
Korea Utara punya tentara dalam jumlah besar. Ditambah lagi, negara komunis itu terus menambah dan meningkatkan persenjataannya termasuk senjata nuklir.
Jumlah Tentara Sangat Besar
Dengan jumlah tentara reguler 700.000 orang, dan hampir 4,5 juta tentara cadangan, hampir seperlima rakyat Kore Utara berbakti dalam militer. Semua pria di negara komunis itu wajib mengikuti pendidikan militer dalam bentuk apapun. Dengan demikian, militer Korea Utara dari segi jumlah dua kali lebih besar daripada Korea Selatan.
Alutsista Banyak
Menurut Global Firepower Index 2017, Korea Utara punya banyak alat utama sistem pertahanan berupa 76 kapal selam, 5.025 panser, serta 458 jet tempur. Foto dari 2013 ini menunjukkan pemimpin Kim Jong Un di pusat komando militer. Dari tempat ini ia bisa memerintahkan persiapan peluncuran roket yang sebagian bisa dimuati hulu ledak nuklir, untuk menyerang AS dan Korea Selatan.
Pamer Persenjataan
Tiap tahun, rezim Korea Utara mamamerkan kekuatan militernya lewat parade di ibukota Pyongyang. Jadwal penyelenggaraan pamer senjata seperti ini biasanya jatuh pada hari peringatan penting di negara komunis itu, atau bertepatan dengan perayaan penting di keluarga Kim.
Peluru Kendali Balistik Antar Benua
AS mengkonfirmasi uji coba peluru kendali balistik antar benua (ICBM) terbaru oleh Korea Utara sukses. Keberhasilan ini adalah "eskalasi dan ancaman baru bagi AS, sekutunya dan dunia," begitu dinyatakan Menlu AS Rex Tillerson. Roket tipe Hwasong-14 mampu "mencapai sasaran manapun di dunia". Demikian laporan kantor berita Korea Utara, KCNA.
Uji Coba Nuklir Dilanjutkan
Walaupun dunia internasional menjatuhkan sanksi berat, Korea Utara melanjutkan program nuklirnya. Hingga sekarang sudah dilakukan lima kali uji coba nuklir. Tahun 2016 saja dialkukan dua kali. Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Min Koo menilai kemungkinannya besar, Korea Utara dalam waktu dekat akan menguji senjata nuklir untuk ke enam kalinya.
Ancaman bagi Perdamaian Dunia
Hanya Cina dan Rusia yang bisa terhitung sekutu Korea Utara. Rezim itu melihat apa yang mereka sebut "kekuatan imperialis AS" sebagai musuh utama, disusul Jepang dan Korea Selatan. Korea Utara terutama memberi reaksi tajam terhadap latihan militer tahunan yang diadakan AS dan Korea Selatan.
Akhir Kesabaran?
Setelah Korea Utara melakukan tes peluru kendali balistik antar benua, tampaknya AS sudah habis kesabaran. Presiden AS Donald Trump akan membicarakan solusi dengan sekutunya, sebagai pembicaraan sampingan dalam KTT G20 di Hamburg. Cina dan Rusia terutama berusaha mencegah AS melancarkan serangan pertama terhadap Korea Utara. Ed: H. Gui/A. Grunau (ml/as)