Jantung berdebar-debar, denyut nadi cepat, keringat dingin: Film horor dapat menyebabkan orang sulit tidur - tetapi film horor juga bisa bermanfaat.
Film klasik "Nosferatu": Suasana menakutkan yang diciptakan menggunakan cahaya dan bayangan – tanpa efek khusus.Foto: Image courtesy Ronald Grant Archive/ Picture Library/IMAGO
Iklan
Tahun 1838. Thomas Hutter, seorang makelar muda, menerima tugas untuk melakukan perjalanan jauh ke Transylvania, untuk bertemu dengan Count Orlok, dengan siapa ia harus menegosiasikan pembelian rumah. Dalam perjalanan melewati Pegunungan Carpathian, Hutter berulang kali diperingatkan tentang Orlok. Tapi ia tetap nekat.
Akhirnya, ia tiba di kastil — di mana Count Orlok menyambutnya secara pribadi: Pucat, dingin, dan menyeramkan. Terlambat bagi Hutter untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang salah di kastil itu: Orlok adalah vampir.
Begitulah awal dari film bisu klasik "Nosferatu – Symphony of Horror" karya Friedrich Wilhelm Murnau tahun 1922, yang kini dianggap sebagai mahakarya dalam sejarah perfilman. Murnau menciptakan bahasa visual baru untuk menggambarkan ketakutan dan ancaman, meletakkan salah satu fondasi bagi genre horor modern yang memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia. Bahkan sekarang, di Halloween, banyak orang menikmati film horor untuk membangkitkan suasana menegangkan. Tapi apa yang membuat mereka begitu tertarik?
9 Film yang Mengisahkan Tentang Drakula
Sosok drakula yang dibuat oleh penulis Irlandia Bram Stoker, adalah prototipe vampir yang menjadi favorit pembuat film hingga saat ini. Adaptasi pertama film drakula rilis 90 tahun lalu.
Foto: Airbnb
'Nosferatu' (1921)
Pada tahun 1921 ketika sutradara Jerman, Friedrich Wilhelm Murnau memulai syuting "Nosferatu", belum ada yang namanya "film horor". Diperankan oleh Max Schreck, vampir Count Orlok adalah salah satu karakter paling menakutkan yang pernah ditampilkan dalam film bisu pada saat itu.
Foto: Friedrich-Wilhelm-Murnau-Stiftung
'Dracula' (1931)
Bela Lugosi adalah orang pertama yang memerankan drakula di layar lebar. Aktor kelahiran Hongaria ini lebih sering berperan sebagai vampir dari Transylvania dalam berbagai pertunjukan di Broadway. Pada 4 Februari 1931, film "Dracula" besutan sutradara Tod Browning ditayangkan perdana di AS.
Foto: AP
'Dracula' (1958)
Aktor Hollywood Christopher Lee adalah pemeran drakula reguler lainnya. Gambar di atas adalah adegan dari film "Dracula" versi 1958 yang disutradarai oleh Terence Fisher. Setidaknya Lee memainkan peran monster penghisap darah sebanyak 10 kali dalam film yang berbeda, termasuk serial Hammer Horror. Film khusus ini sangat sesuai dengan novel Bram Stoker: vampir meninggal ketika ditusuk dengan salib.
Foto: picture-alliance/dpa
'Nosferatu the Vampyre' (1979)
Sutradara film Werner Herzog memberikan penghormatan kepada karya klasik Murnau "Nosferatu" dengan remake berjudul bahasa Jerman yang jika diartikan menjadi: "Nosferatu: Phantom of the Night." Membintangi peran drakula, Klaus Kinski terinspirasi oleh ekspresi Max Schreck, vampir asli dalam film Murnau. Pada 1988, Kinski memerankan sosok vampir lagi dalam film horor Italia "Nosferatu in Venice."
Foto: Everett Collection/picture alliance
'Dracula' (1992)
Count Dracula mendapat kesempatan hidup baru dalam film Prancis Ford Coppola tahun 1992 yang menampilkan aktor Inggris Gary Oldman sebagai vampir dan aktris Winona Ryder sebagai Mina. Anthony Hopkins (gambar di atas) memainkan peran Dr. Van Helsing, yang ingin membunuh monster itu untuk selamanya.
Foto: United Archives/IMAGO
'Dracula: Dead and Loving It' (1995)
Aktor Amerika Mel Brooks berperan sebagai vampir dalam "Dracula: Dead and Loving it." Film yang Brooks sutradarai ini merupakan adaptasi dari novel Stoker. Sosok drakula dikisahkan sama sekali tidak menakutkan, melainkan hanya seorang pecinta wanita yang canggung.
Foto: imago/EntertainmentPictures
'Shadow of the Vampire' (2000)
Penghormatan lainnya untuk Murnau: Film karya sutradara Elias Mehrige ini adalah dokumenter fiksi tentang pembuatan "Nosferatu." Willem Dafoe memainkan peran Max Schreck, sementara John Malkovich berperan sebagai sutradara Jerman.
Foto: United Archives/picture-alliance
'Wes Craven presents Dracula' (2000)
Sutradara Patrick Lussier mengambil tema drakula untuk film "Wes Craven Presents Dracula," menempatkan karakter tersebut di kota New Orleans. Pemburu vampir Dr. Van Helsing mencoba untuk menyingkirkan drakula (Gerard Butler) selamanya, tetapi juga menyuntikkan darah vampir ke pembuluh darahnya sendiri. Lussier juga membuat dua film lain tentang vampir.
Foto: picture-alliance/dpa/United Archives/IFTN
The Twilight Saga
Film "Twilight" sangat berbeda dengan film horor drakula lainnya. Dibintangi oleh Robert Pattinson sebagai drakula dan Kristen Stewart sebagai kekasihnya, film-film dalam serial "Twilight" sebagian besar berkisah tentang seorang drakula yang jatuh cinta kepada manusia dan diwarnai dengan sedikit pertumpahan darah. Penulis: Sabine Oelze (ha/gtp)
Menonton film horor sedikit mirip naik roller coaster. Banyak orang menikmatinya karena mereka menyukai sensasi ketegangan — yang terjadi dalam kerangka yang aman. Peneliti ketakutan, Borwin Bandelow, menjelaskan dalam wawancara dengan Deutschlandfunk Kultur: "Saat Anda naik roller coaster, Anda diberi kesan bahwa Anda mungkin terlempar di tikungan berikutnya. Tubuh pun mengeluarkan hormon ketakutan secara melimpah."
Iklan
Pada saat yang bersamaan, endorfin dilepaskan. "Tubuh berpikir, 'Aku akan terlempar dan terluka parah.' Tapi endorfin membuat rasa sakit hilang," ujar Bandelow. Endorfin juga memicu perasaan euforia. Otak tetap bereaksi terhadap situasi tersebut, meskipun kita tahu kita berada di wahana yang aman.
Film horor bekerja dengan prinsip yang sama: Kita merasakan ketakutan dalam kerangka aman — di sofa atau kursi bioskop.
Namun, genre film horor lebih dari sekadar hiburan. Sutradara Amerika Wes Craven (1939–2015) berpendapat bahwa film horor adalah "bootcamp untuk psikis”, semacam latihan mental. "Dalam kehidupan nyata, manusia hidup dalam kulit tipis dan menghadapi bahaya nyata yang kadang mengerikan, seperti insiden Columbine (penembakan di sekolah menengah tahun 1999). Tapi bentuk naratif menyusun ketakutan ini dalam urutan peristiwa yang bisa dikendalikan, memberi kita kesempatan untuk berpikir rasional tentang ketakutan kita," ujar Craven.
Halloween di roller coaster - kegembiraan sensasinyaFoto: Philipp von Ditfurth/dpa/picture alliance
Ilmu "ketakutan rekreasional”
Laboratorium Recreational Fear Lab di Universitas Aarhus, Denmark, mempelajari fenomena "ketakutan rekreasional" sejak 2020, yaitu alasan mengapa orang secara sukarela menghadapi situasi menakutkan dan efeknya terhadap diri mereka.
Dalam risetnya, mereka menemukan bahwa ketakutan yang dikendalikan dalam hiburan dapat meningkatkan kemampuan individu menghadapi stres, dengan mendorong pengembangan strategi untuk mengatasi rasa takut dan emosi negatif, kata Mathias Clasen, co-direktur laboratorium. "Dengan kata lain: hal ini bisa membantu perkembangan pribadi."
Clasen meyakini bahwa penonton film horor bukan hanya penerima pasif, tapi menggunakan strategi aktif untuk mencapai tingkat ketakutan yang tepat — tingkat ketakutan di mana kesenangan maksimal dirasakan. Jika ketakutan terlalu besar, kesenangan menurun.
Intensitas emosi yang dirasakan setiap orang berbeda, begitu juga kesiapan menghadapi film horor. Pecinta horor, berbeda dari yang tidak suka horor, mencari "kesenangan" dari pengalaman itu. Mereka menikmati menghadapi emosi negatif secara permainan, kata Clasen.
Setan Jawa Hadir di Berlin
01:36
This browser does not support the video element.
Ketakutan sebagai sarana belajar
Psikolog Amerika Coltan Scrivner membagi pecinta horor menjadi tiga tipe:
-White Knucklers – merasakan ketakutan lebih daripada kesenangan, tapi tertarik pada pengalaman ekstrem.
- Dark Copers – menggunakan film horor untuk menghadapi ketakutan eksistensial pribadi.
Peneliti di Recreational Fear Lab menekankan bahwa bidang ini masih baru dan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Satu hal yang pasti: Rasa ketakutan harus terukur agar dapat menjadi sarana belajar. "Ketakutan bisa menjadi terlalu berlebihan," pungkas Mathias Clasen. Tema ini relevan saat Halloween: Beberapa taman hiburan menyediakan area bebas monster, sehingga anak-anak bisa bersenang-senang tanpa rasa takut berlebihan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid
Misteri Lokasi Angker dan Perayaan "Kematian"
Awalnya Halloween (31 Oktober) adalah tradisi tua Irlandia. Sekarang menyebar ke seluruh dunia dan kerap digabung perayaan lain. Saat merayakannya, orang kadang juga mengingat cerita dan pergi ke lokasi angker.
Foto: picture alliance/dpa/O. Spata
Istana Kronborg, Denmark
Lokasi angker ini sudah jadi inspirasi bagi pujangga William Shakespeare, untuk drama Hamlet. Hampir 600 tahun tak terdengar "suara" apapun di istana itu. Ketika 2005 restoran dibuka di sana, stafnya menceritakan peristiwa botol-botol jatuh tanpa sebab dari rak, juga lilin menyala sendiri. Mereka juga tiba-tiba mencium bau mayat. Katanya hantunya kini sudah diusir pawang. Untuk selamanya?
Foto: Imago/R. Balzerek
Katakombe di Paris
Di lorong-lorong bekas tambang, tersembunyi tulang hampir tujuh juta orang. Akibat wabah penyakit dan kelaparan di abad ke-18, kuburan Paris penuh sesak. Bau kematian menyebar ke mana-mana, oleh sebab itu jenasah dipindahkan ke bawah tanah. Untuk wisatawan kini ada tur di sana. Di ujungnya ada pemeriksaan tas. Tidak ada tulang yang boleh meninggalkan katakombe.
Foto: picture-alliance/dpa
Biara Mortemer, Perancis
Di reruntuhan biara Mortemer dekat Rouen, Perancis, ada sosok perempuan aristokrat yang memakai baju putih kerap terlihat. Ia disebut Dame Blache atau White Lady. Katanya ia adalah anak perempuan Henry I dari Inggris, yang juga jadi pewaris tahta. Ia dikurung di sana oleh ayahnya sendiri.
Foto: picture-alliance/H. Champollion/akg-images
Kuburan Orang Tak Bernama di Wina, Austria
Dibawa aliran Donau, lokasi tersembunyi tak jauh dari pelabuhan, kerap tiba mayat. 1840 untuk pertama kalinya jenasah tak bernama dimakamkan di sini. Sekarang jumlahnya 478. Sampai sekarang lokasi diwarnai misteri karena penyebab kematian dan identitas mereka tak terungkap. Tiap hari Minggu pertama November, nelayan melepas rakit yang dihias lilin di sungai, dengan tulisan: "Bagi korban Donau".
Foto: picture alliance/IMAGNO/U. Schweitzer
Istana Bran, Romania
Istana ini diliputi suasana misterius. Inilah istana yang jadi istana bangsawan Dracula dalam roman karya Bram Stoker, yang terbit 1897. Di istana ini ada 57 kamar tidur, tapi tidak ada air mengalir. Istana ini katanya akan dijual. Siapa tertarik?
Foto: Ddaniel Mihailescu/AFP/Getty Images
Pulau Boneka, Meksiko
Di tempat boneka-boneka ini ada anak yang mati. Menurut legenda, di dekat pulau itu seorang anak perempuan tenggelam. Don Julián kemudian mulai mengumpulkan boneka tua dan digantung di pohon-pohon. Roh anak itu katanya terus-menerus minta boneka. Kini ratusan boneka bergantungan di Isla de las Muñecas. Katanya, si pengumpul boneka mati tepat di lokasi tempat anak perempuan itu tenggelam.
Foto: cc-by-sa/Troels Myrup
Puri Frankenstein, Jerman
Puri didirikan abad 13 oleh bangsawan Baron von Frankenstein di tepi hutan Odenwald. Monster Dr. Frankenstein adalah hasil imajinasi pengarang Inggris Mary Shelley. Roman itu jadi sumber inspirasi film, dan purinya jadi "puri monster". Masa-masa Halloween dirayakan di sini dengan pertunjukan dan santapan malam.
Foto: picture-alliance/dpa/M. Becker
Malam Horor
Halloween yang jatuh tanggal 31 Oktober jadi hari raya bagi hantu, nenek sihir dan vampir. Di berbagai tempat, misalnya di taman ria, orang-orang yang mengenakan kostum mengerikan berpesta. Biasanya pesta dimulai setelah matahari terbenam.
Foto: Europa-Park
Halloween dan Hari Orang Mati
Dia de los Muertos (hari orang mati) adalah perayaan tradisional Meksiko, yang dikenal di banyak negara. Kini perayaan ini bercampur dengan Halloween, dan dirayakan dengan cara tidak konvensional. Misalnya dengan berdansa di arena LANXESS di Köln. "Mahluk-mahluk malam" memperingati kematian dengan pesta menyenangkan.
Foto: 2016 Deutschlands größte Halloweenparty | #behorror | DEITERS
Senyuman Labu Raksasa
Di taman ria Europa Park di Rust, Jerman, orang-orang yang berani naik "Pumpkin Coaster". Roller Coaster di dalam ruangan besar itu, didekorasi spesial untuk masa Halloween. Bagian taman itu dihiasi 180.000 kurbis. Vampir, trol, kerangka, iluminasi menakutkan dan sarang laba-laba menambah suasana misterius di malam hari.