1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Seskab: Iuran Board of Peace Tak Wajib, RI Belum Bayar

5 Februari 2026

Mengenai iuran Board of Peace, Seskab Teddy menjelaskan dana tersebut diperuntukkan rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib. Ia menegaskan Indonesia belum pada tahap membayar.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2026 di Davos, Swiss
Di tengah hiruk pikuk WEF, Indonesia menyetujui keanggotaan Board of Peace (BoP) yang bertujuan untuk menyelesaikan kerumitan konflik Palestina dan IsraelFoto: Cabinet Secretariat of The Republic of Indonesia

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan keikutsertaan Indonesia ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian tidak bersifat tetap. Indonesia, menurut dia, bisa menarik diri dari keanggotaan. "Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan," kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (05/02).

Namun, hal keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret demi mewujudkan gencatan senjata di Gaza. Indonesia turut berperan dan memiliki suara, bukan hanya sekadar menghadiri konferensi.

"Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi," ujarnya.

Mengenai iuran USD 1 miliar, Teddy menjelaskan dana tersebut diperuntukkan rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib. Ia menegaskan Indonesia belum pada tahap membayar.

"Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap. Namun, bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar," ujarnya.

Teddy menekankan diplomasi yang dilakukan Prabowo selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Hal itu tecermin dari berbagai capaian strategis yang diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Sejumlah capaian tersebut antara lain bergabungnya Indonesia dengan BRICS yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia.

"Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia," ujar Teddy.

Selain itu, keberhasilan penetapan tarif dagang 0% di 27 negara Uni Eropa dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi. Termasuk partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.

Keputusan Indonesia Gabung Board of Peace Picu Kekhawatiran?

01:55

This browser does not support the video element.

"Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pasca-penandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan," ujarnya.

Baca selengkapnya di: Detik News

Seskab Jelaskan Iuran Board of Peace Tak Wajib, RI Belum Bayar

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait