Setahun Berlalu, Jurnalis DW Masih Menuntut Keadilan
13 Oktober 2025
Jurnalis Deutsche Welle (DW) Adonis Alkhaled hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan polisi atas penyerangan yang dialaminya oleh sejumlah lelaki, yang menurutnya, tampak seperti pengawal di sebuah konser di Düsseldorf, Jerman, pada Oktober 2024.
Insiden tersebut sempat viral dan mendapat kecaman dari Menteri Media negara bagian, juru bicara Kanselir Jerman saat itu, Olaf Scholz, serikat jurnalis utama Jerman (DJV), serta organisasi Reporters Without Borders.
Meski Alkhaled memiliki rekaman video kejadian tersebut dan sudah berlalu setahun, polisi dan kejaksaan masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah lelaki tak dikenal, yang diduga melakukan penganiayaan dan pencemaran nama baik.
Hingga kini, polisi Düsseldorf menolak memberikan komentar karena penyelidikan masih berjalan. Kejaksaan juga belum memberikan tanggapan atas permintaan keterangan.
Alkhaled, warga Jerman keturunan Suriah yang juga pemimpin tim TikTok untuk layanan bahasa Arab DW, diserang setelah mewawancarai bintang hip-hop Suriah, Al Shami. Dia menduga penyerangnya adalah sejumlah lelaki yang kemungkinan bagian dari tim keamanan sang penyanyi.
Al Shami, sosok terkenal di wilayah Arab dan juga bintang televisi, memiliki banyak penggemar di Jerman. Saat itu, dia bersiap naik ke panggung di Mitsubishi Electric Halle, Düsseldorf.
"Rasanya sangat mencekam," jelas Alkhaled. "Saya merasa mereka seperti petinju profesional, cara mereka memukul saya begitu terlatih. Jelas ini bukan pertama kali mereka melakukan hal seperti itu. Saya benar-benar bersyukur bisa selamat, karena mereka bisa saja melakukan hal yang lebih parah."
Manajemen Al Shami "sangat menyesalkan" insiden penyerangan
Alkhaled mengatakan, salah satu penyerang, yang menurutnya tampak seperti salah seorang pengawal, mulai memancing keributan sebelum wawancara dimulai.
Begitu Al Shami duduk untuk wawancara singkat itu, lelaki yang sama tiba-tiba menginterupsi, menendang kamera, dan mulai menghina Alkhaled secara verbal.
Sang penyanyi kemudian mencoba menenangkan situasi dan menyuruh laki-laki itu menjauh. Namun, setelah wawancara selesai, laki-laki tersebut kembali mendatangi Alkhaled bersama tiga orang lainnya.
Mereka mencekik leher Alkhaled, mendorong, dan memukulnya ke arah pintu sambil melontarkan hinaan bernada homofobik dalam bahasa Jerman.
Setelah Alkhaled didorong keluar ke area parkir, salah satu dari penyerang itu memukul kepalanya dengan keras "setidaknya tiga kali", serta meninju dan menendangnya berkali-kali lagi, tutur Alkhaled.
Ponselnya, yang dia gunakan untuk mencoba merekam kejadian, juga hancur. Di ruang gawat darurat, Alkhaled dirawat karena luka di wajah dan diduga mengalami gegar otak.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Seorang juru bicara manajemen Al Shami yang berbasis di Beirut, Lebanon, menegaskan bahwa "Al Shami sama sekali tidak terlibat dalam insiden tersebut."
"Selama wawancara berlangsung, suasana tetap tenang, dan Al Shami bahkan berusaha meredakan ketegangan yang sempat muncul," kata juru bicara itu kepada DW melalui email.
"Baik Al Shami maupun tim manajemennya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang tidak menyenangkan ini dan tetap berkomitmen menjaga martabat serta keselamatan seluruh jurnalis. Kami juga menegaskan sikap tegas kami menolak segala bentuk kekerasan, ancaman, atau pelecehan terhadap media."
Penyelidikan masih berlanjut
Melalui investigasi pribadinya di berbagai media sosial, Alkhaled meyakini telah mengidentifikasi laki-laki yang memulai konfrontasi dan sempat ditenangkan oleh sang penyanyi. Alkhaled menyebut penyerangnya, diduga seorang petinju kelas berat profesional, tampak dalam video-video konser Al Shami lainnya sebagai petugas keamanan.
Alkhaled juga menyebut pernah melihat laki-laki tersebut di video acara lain yang digelar oleh penyelenggara konser Düsseldorf, Luxus Event, sebuah perusahaan berbasis di Bonn yang kerap mendatangkan bintang-bintang dunia Arab ke Jerman.
Namun, hingga kini belum jelas siapa sebenarnya para pelaku tersebut bekerja untuk siapa, atau apa peran mereka di belakang panggung.
Pihak Luxus Event mengarahkan DW untuk menghubungi pengacara perusahaan, yang sejauh ini belum merespons email maupun panggilan telepon.
Kejaksaan telah mengundang Alkhaled untuk meninjau foto-foto tersangka yang ada dalam catatan mereka dan akan menilai bukti yang telah diserahkan olehnya.
Namun, Alkhaled menilai polisi terlalu lambat menindaklanjuti informasi yang dia kumpulkan.
"Bahkan setelah satu tahun, kami belum mendengar adanya temuan nyata dari penyelidikan," kata pengacaranya, Emina Malovčić.
"Kami akan terus mendukung pihak berwenang untuk mengungkap kejadian ini. Mengingat sudah setahun berlalu tanpa hasil yang jelas, kami berharap dan mendesak agar penyelidikan ini dilakukan dengan lebih tegas dan konsisten."
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Levie Wardana dan Muhammad Hanafi
Editor: Hani Anggraini