Ketika mantan presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol diadili dan Partai Kekuatan Rakyat terpuruk, para rivalnya dalam pemerintahan baru mengambil keuntungan politik.
Penggulingan mantan presiden Yoon Suk Yeol memicu emosi yang kuat di Korea SelatanFoto: Ahn Young-joon/AP Photo/picture alliance
Iklan
Aksi demonstrasi dua kubu pecah di Seoul pada Rabu (03/12). Baik para pendukung mantan presiden Yoon Suk Yeol maupun pendukung penggantinya, Lee Jae-myung, turun ke jalan saat Korea Selatan menandai satu tahun sejak Yoon mengeluarkan deklarasi darurat militer yang hanya bertahan singkat. Peristiwa itu telah memicu krisis politik di Korsel.
Dua belas bulan terakhir merupakan masa yang berat bagi politik Korea Selatan, dengan Yoon ditangkap dan kini diadili atas sejumlah dakwaan, termasuk penyalahgunaan kekuasaan. Istrinya, Kim Keon Hee, juga tengah diselidiki atas tuduhan korupsi.
Banyak pihak lain dalam lingkaran politik Yoon juga telah didakwa, diberhentikan, atau sedang menghadapi penyelidikan, hal yang sama berlaku bagi para pemimpin militer senior yang mendukung keputusan Yoon untuk memberlakukan darurat militer.
Presiden Lee, di sisi lain, meraih suara mayoritas besar dalam pemilu umum bulan Juni, yang memungkinkannya menghentikan penyelidikan korupsi yang sebelumnya diarahkan kepadanya. Ia juga sibuk merombak lembaga-lembaga pemerintah dengan cara yang menurut para pengkritik menguntungkan pemerintahannya.
Partai konservatif Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party)- PPP kini dipimpin oleh Jang Dong-hyeok, dan tampaknya tidak mampu menandingi Partai Demokrat (DP) pimpinan Lee. Bandul kekuasaan politik telah bergerak tegas ke arah Lee dan partainya, tetapi sebagian warga Korea Selatan khawatir pergeseran itu terjadi terlalu jauh dan terlalu cepat.
Mantan Presiden Yoon dan banyak pembantu dekatnya menghadapi banyak penyelidikanFoto: Hwawon Ceci Lee/Anadolu Agency/IMAGO
Konservatif Korea Selatan di persimpangan
"PPP tidak pernah benar-benar memutuskan hubungan dengan Yoon dan, dalam arti itu, telah kehilangan banyak wibawanya sebagai partai oposisi utama,” ujar Hyobin Lee, seorang profesor di Universitas Sogang, Seoul. "Meski begitu, dukungan terhadap partai itu mencapai 37,5% pada 1 Desember, dan itu menunjukkan dua hal: Pertama, masih ada kelompok besar yang tidak menganggap langkah darurat militer Yoon sebagai kesalahan; dan kedua, bahkan di antara mereka yang menganggap itu salah, banyak konservatif merasa tidak punya pilihan lain jika mereka tidak mendukung PPP saat ini,” ujarnya kepada DW.
Iklan
Profesor Lee mengatakan kecil kemungkinan PPP akan "hancur,” meski Yoon tumbang, karena partai itu satu-satunya partai konservatif yang layak. Ia percaya bahwa "masyarakat secara bertahap akan melupakan krisis darurat militer itu.”
Namun dari posisinya yang kuat, Presiden Lee berupaya keras memastikan hal itu tidak terjadi.
Pada hari Rabu (03/12), pemerintah mengumumkan bahwa peringatan kudeta akan dijadikan "Hari Kedaulatan Rakyat,” untuk memperingati saat rakyat "melindungi tatanan konstitusional” dan menegaskan kembali prinsip-prinsip demokrasi.
"Kekeradahan mereka yang mencoba menghancurkan tatanan konstitusional, bahkan merencanakan perang demi ambisi pribadi, harus dibawa ke pengadilan,” tandas Lee. Dalam pidatonya memperingati peristiwa tersebut, Lee mengatakan upaya itu mengancam memberikan kerusakan "yang tak dapat diperbaiki” pada demokrasi Korea Selatan.
PPP masih mencari cara menangani isu tersebut. Dalam laporan eksklusif yang terbit Selasa (02/12), surat kabar konservatif Chosun Ilbo melaporkan bahwa para pemimpin partai memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan permintaan maaf pada Rabu (03/12). "Kami sangat menyesalkan kegagalan kami mencegah Darurat Militer Darurat sebelumnya dan dengan tulus meminta maaf kepada publik,” tulis editorial itu. Partai itu juga akan berjanji untuk "memutus hubungan dengan mantan Presiden Yoon Suk Yeol.”
Presiden Korea Selatan Lee saat ini menikmati tingkat persetujuan lebih dari 50%Foto: Anthony Wallace/AFP
Lee meraih tren positif dalam jajak pendapat
Meski PPP mengecam Lee sebagai "tirani,” sang presiden tengah berada di puncak popularitas, dengan tingkat dukungan sekitar 54%. "Ia populer sebagian karena ia bekerja keras, tetapi yang lebih penting, karena ia dianggap kompeten,” papar Profesor Lee. "Gaya kepemimpinannya yang karismatik dalam mendorong kebijakan menarik banyak pemilih. Bahkan di kalangan konservatif, kemampuannya mengamankan kesepakatan kapal selam bertenaga nuklir dari (Presiden AS Donald) Trump membuatnya sulit untuk diabaikan.”
Namun Korea Selatan tetap menjadi masyarakat yang sangat terbelah berdasarkan gender, usia, dan ideologi politik. Sebuah jajak pendapat di harian JoongAng Ilbo pada 1 Desember menunjukkan 77% rakyat merasa polarisasi memburuk selama 12 bulan terakhir.
Korsel Gelar Parade Militer
00:44
This browser does not support the video element.
Demokrat semakin mengkonsolidasikan kekuasaan?
Kim Sang-woo, mantan politisi Kongres Korea Selatan untuk Politik Baru yang berhaluan kiri, dan kini anggota yayasan Perdamaian Kim Dae-jung, mengatakan kepada DW bahwa PPP harus mengatasi "ketidakmampuan” beberapa waktu terakhir. Ia menambahkan bahwa PPP seharusnya menjadi penyeimbang bagi Partai Demokrat yang ia khawatirkan sedang mengkonsolidasikan kekuasaan atas tiga cabang pemerintahan. Dominasi parlemen DP dan reformasi birokrasi negara yang telah mereka jalankan, menurut Kim, turut memperkuat kendali DP.
"Satu-satunya lembaga yang masih menahan dominasi Partai Demokrat adalah yudikatif, dan saya tidak yakin berapa lama mereka bisa menahan tekanan,” katanya. "Secara pribadi, saya merasa demokrasi Korea Selatan berada dalam bahaya serius.”
"Masyarakat kita sangat terbelah, dengan sekitar 20% pemilih berada di kanan ekstrem, sekitar 30% di kiri ekstrem, dan sisanya di tengah,” ujar Kim. "Banyak dari mereka yang berada di tengah mulai berpaling dari politik karena muak dengan semua partai, tetapi itu adalah sikap yang sangat berbahaya.”
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor: Rizki Nugraha
Anda penggila K-Pop? Fenomena hiburan Korea Selatan bukan hanya tetap bertahan hingga kini di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia lainnya. Bagi Korsel, diplomasi budaya sama pentingnya dengan diplomasi politik.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Crayon Pop
Konser-konser yang digelar kelompok gadis-gadis muda yang tergabung dalam "Crayon Pop" selalu dipadati penggemar. Tampilannya selalu menggemaskan. Kerja keras adalah bagian dari keberhasilan mereka. Dalam sebuah wawancara tentang persaingan yang ketat dalam dunia musik pop di Korea Selatan, mereka menceritakan bahwa mereka bisa latihan hingga 14 jam dalam sehari.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Psy
Di antara orang-orang Asia, Korea Selatan dikenal sebagi negara pekerja keras. Tak hanya manufaktur dan teknologi, musik pop Korea Selatan makin global. Pada tahun 2012 video musik "Park Jae-Sang" yang akrab dengan "Gangnam Style"-nya menjadi sorotan dunia. Dimana-mana orang berjoget ala Psy. Namun kelompok-kolompok musik lainnya tak kalah terkenal.
Foto: AP
Wonder Girls
Bagaimana dengan yang satu ini? Perusahaan industri untuk dengan cepat mengidentifikasi talenta para gadis ini dalam ajang pencarian bakat di Korea Selatan. Mereka langsung mendapatkan kontrak. Namun kepiawaian mereka dalam berkesenian bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil latihan selama bertahun-tahun. Majalah Time menulis, K-Pop merupakan ekspor Korsel terbesar.
Foto: picture alliance/dpa/C.Xs
Shinee
Pada awal tahun 2000-an, K-Pop menemukan momentumnya seiring dengan perkembangan jejaring sosial. Boyband beranggota lima orang: "Shinee" yang terbentuk sejak tahun 2008 ini tidak hanya karena dikenal dengan musik popnya. Para pria ini juga telah disebut sebagai ikon mode. Lihat model rambut dan warnanya. Ada yang Anda sukai?
Foto: picture alliance/Yonhap
IU
"Lee Ji-Eun", penyanyi dan artis dengan nama panggung "IU" ini amat terkenal. Ia juga merupakan komponis, aktris, gitaris, penari dan pembawa acara. Dia tidak hanya menjadi kaya raya melalui musik, namun kontrak-kontrak iklan promosi jutaan dolar semakin membuatnya makmur.
Foto: picture alliance/dpa
Beast
Musik dari kelompok ini punya magnet menarik perhatian orang-orang muda. Kelompok "Beast" berjaya bukan hanya di Asia, namun juga banyak mengadakan konser di Amerika. Kelompok ini telah mengantungi berbagai macam penghargaan musik.
Foto: picture alliance/dpa/K.HeeChul
Choi Si-won
Artis Korea Selatan yang satu ini merupakan salah satu bintang dengan bayaran tertinggi dalam industri musik pop. Dia terlibat dalam beberapa film Cina. Dia merupakan salah satu artis Korea Selatan pertama yang muncul di perangko Tiongkok. Ia berpose dengan artis Korea, Yoona dan desainer Karl Lagerfeld.
Foto: picture alliance/AP Photo
BoA
Kwon Boa yang ngetop dengan nama panggung "BoA" melepaskan lagu pertamanya pada usia 13 tahun. Superstar Korea Selatan ini juga telah mencapai keberhasilan besar di Jepang. Album kompilasinya yang berjudul Best Soul sukses besar dan menjadikan BoA sebagai penyanyi Asia non-Jepang pertama yang albumnya laku lebih dari satu juta keping di Jepang.
Foto: picture alliance/Zumapress
Girls Generation
Kelompok "Girls 'Generation" sejak tahun 2007 telah memperoleh penggemar di seluruh dunia. Girls Generation juga mencari peruntungan di Jepang. SNSD atau SoShi memulai debutnya di kancah musik Jepang pada tahun 2010 dengan merilis versi bahasa Jepang dari lagu hits mereka "Tell Me Your Wish (Genie)". Sudah pernah nonton konsernya?
Foto: picture alliance/Yonhap
JYJ
Kim Jae Joong "JYJ" tidak hanya mencari peruntungan di bidang tarik suara. Ia juga mengasah bakat di dunia akting dan fesyen. Kreatif bukan?
Foto: picture alliance/Yonhap
Kara
Grup "Kara" bubar pada tahun 2016, tetapi anggotanya secara individu tetap melenggang sendiri-sendiri di atas panggung hiburan. K-Pop bukan hanya digandrungi oleh remaja di Indonesia, tetapi juga anak-anak dan bahkan orang dewasa.
Foto: picture alliance/dpa
Big Bang
Kelompok "Big Bang” dibentuk pada tahun 2006. Grup ini merupakan salah satu kelompok musik pop yang paling penting di Koera Selatan. Anggota kelompoknya terdiri dari G-Dragon, T.O.P, Taeyang, Daesung dan Seungri. Lagu- lagu awal mereka yang didominasi hip hop dan kemudian makin berkembang. Berbagai penghargaan musik telah mereka kantungi.
Foto: picture alliance/dpa/K.Hee-Chul
G-Dragon
Kwon Ji Young akrab disebut "G-Dragon" disebut "Justin Bieber"-nya Korea Selatan. Dalam foto ia tampil bersama penyanyi Korsel Lee Hee. Rambutnya cukup heboh bukan?
Foto: picture alliance/AP Photo/L.Seng Sin
Ailee
Amy Lee yang bernama panggung Ailee merupakan penyanyi blasteran Korea Selatan-Amerika Serikat. Sebelum debut K-popnya, Ailee adalah artis di bawah label Muzo Entertainment, agensi independen yang bermarkas di AS. Ia juga telah berkolaborasi dengan para bintang AS.
Foto: picture alliance /dpa/K.HeeChul
BTS
Grup musik Bangtan Sonyeondan, BTS, jadi salah satu boyband paling top di dunia. Grup musik ini terdiri dari Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook. Para fans mereka menyebut diri sebagai Army (Adorable Representative MC for Youth). Pengaruh BTS pada penjualan produk sangat kuat. Baru-baru ini di Indonesia, antrean ojek online untuk beli BTS Meal McD membludak dan sempat viral.
Foto: picture alliance/AP Photo/T.Camus
Sistar
Girl band yang terdiri dari empat orang ini terbentuk pada tahun 2010 dan sekarang berada di bawah manajemen Starship Entertainment. Kemunculan mereka menarik perhatian dengan cepat. Penulis : Saleh (ap/vlz)