1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KriminalitasMeksiko

Akankah Tewasnya "El Mencho" Memicu Perang Kartel Meksiko?

24 Februari 2026

Dengan terbunuhnya “El Mencho”, pemerintah Meksiko sepertinya telah melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung bertahun-tahun dengan para kartel narkoba.

Cointzio, Meksiko 2026 | Seorang tentara menjaga kendaraan yang hangus setelah kematian pemimpin kartel El Mencho.
Di banyak negara bagian Meksiko, Garda Nasional dikerahkan untuk mengendalikan situasi.Foto: Armando Solis/AP Photo/picture alliance

Selama bertahun-tahun, pemerintah populis sayap kiri di Meksiko telah menganjurkan pendekatan dengan kartel narkoba. Kini, "El Mencho," salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di negara itu  tewas setelah baku tembak dengan pasukan keamanan.

Anggota kartel yang diduga terlibat kemudian menyebarkan ketakutan dan teror di sebagian besar wilayah negara tersebut. Puluhan orang dilaporkan tewas.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyambut positif operasi pasukan dalam memburu El Mencho sebagai "kemajuan pesat bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan seluruh dunia.”

Meski demikian, kekhawatiran kian meningkat akan kemungkinan perang narkoba kembali terjadi di negara itu beberapa bulan sebelum Piala Dunia Sepak Bola FIFA World akan diselengarakan di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Siapakah "El Mencho"?

Sebagai kepala Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perdagangan narkoba internasional.

Menurut platform investigasi Insight Crime, Oseguera yang sebelumnya adalah seorang petugas kepolisian telah dipenjara di AS karena pelanggaran narkoba pada tahun 1990-an. Namun, pamornya sebagai pemimpin kartel baru dimulai, satu dekade kemudian.

15 juta dolar AS atau sekitar 225 miliar rupiah terakhir kali ditawarkan untuk Nemesio Oseguera Cervantes (59) alias “El Mencho”. Saat berhasil ditangkap, ia terluka parah.Foto: US State Department/Anadolu/picture alliance

Dibandingkan dengan gembong narkoba lainnya, seperti Joaquín "El Chapo" Guzmán dan putra-putranya, Oseguera menjalani kehidupan yang relatif tertutup. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah anggota keluarganya telah ditangkap dan dihukum di Meksiko dan Amerika Serikat karena kasus narkoba atau kejahatan terkait seperti pencucian uang. 

Desas-desus berulang kali beredar bahwa Oseguero telah meninggal. Namun pihak berwenang terus melanjutkan penyelidikan mereka. Baru-baru ini, Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga 15 juta dolar AS untuk penangkapannya.

Apa peran CJNG di Meksiko?

Oseguera mendirikan CJNG sekitar tahun 2010 di negara bagian Jalisco. Pada tahun-tahun berikutnya, ia memperluas lingkup pengaruhnya ke negara-negara tetangga lewat pertempuran sengit melawan kartel lain. CJNG, yang sebagian dipersenjatai dengan kekuatan militer, kini aktif di hampir seluruh wilayah negara dan dianggap sebagai salah satu geng kriminal paling kuat di kawasan.

Pada tahun 2025, AS mengklasifikasikan CJNG, bersama dengan tujuh geng Amerika Latin lainnya, sebagai organisasi teroris. Organisasi kriminal tersebut dituduh melakukan kejahatan termasuk perdagangan manusia, pencurian minyak, dan pemerasan.

Namun, sumber pendapatan utama mereka diyakini berasal dari penyelundupan narkoba seperti kokain, metamfetamin, dan fentanil ke AS dan semua kejahatan yang berhubungan dengan hal tersebut, seperti pemaksaan, penculikan, penyiksaan, pembunuhan.

Di antara kartel narkoba Meksiko, CJNG dianggap sangat brutal. Program Data Konflik di Universitas Uppsala di Swedia mencatat bahwa kartel ini bertanggung jawab atas lebih dari 75.000 kematian, lebih banyak daripada Kartel Sinaloa yang telah ada sejak tahun 1980-an.

Maret 2025: Aksi unjuk rasa di Kota Meksiko untuk ratusan orang yang jenazahnya ditemukan di Peternakan Izaguirre dekat Guadalajara, sebuah kamp pembantaian yang diduga milik Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG). Lebih dari 130.000 orang dilaporkan hilang di Meksiko.Foto: Eduardo Verdugo/AP/dpa/picture alliance

Apakah "El Mencho" sengaja dibunuh?

Menurut pernyataan resmi, pasukan khusus Garda Nasional seharusnya menangkap Oseguera di sebuah peternakan. Baku tembak terjadi, mengakibatkan kematian empat anggota kartel dan beberapa lainnya luka-luka. "El Mencho" dilaporkan terluka. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit ia meninggal dunia.

Menurut informasi dari Meksiko dan Washington, otoritas AS mendukung operasi tersebut dengan menyuplai informasi intelijen.

Apa dampak kematian "El Mencho" bagi keamanan Meksiko?

Pada hari Minggu (22/02), anggota CJNG melakukan serangkaian aksi kekerasan di 20 dari 31 negara bagian Meksiko: Mereka mendirikan barikade jalan dengan mobil yang terbakar, melemparkan bom molotov ke toko-toko, dan menyerang pangkalan Garda Nasional. 

Pihak berwenang di negara bagian Jalisco mengumumkan siaga darurat serta mendesak penduduk setempat dan wisatawan untuk tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan. Semua penerbangan internasional di bandara Puerto Vallarta dibatalkan. 

Pengalaman menunjukkan bahwa kartel narkoba tidak otomatis bubar ketika kehilangan pemimpinnya. Oleh karena itu, dua skenario dianggap mungkin terjadi, yakni perebutan kekuasaan internal terkait suksesi atau organisasi pesaing berupaya untuk memperkuat kendali atas wilayah kekuasaan mereka. Kedua skenario tersebut, di masa lalu telah memicu siklus kekerasan.

Meningkatnya kekerasan kurang dari empat bulan sebelum pertandingan Piala Dunia pertama dapat menimbulkan masalah bagi Meksiko. Langkah-langkah pengamanan di sekitar stadion mungkin perlu segera ditingkatkan. Para penggemar yang khawatir mungkin memutuskan untuk tidak bepergian ke negara tersebut. Bahkan sebelum bentrokan terjadi di hari Minggu, Meksiko dianggap sebagai negara yang paling tidak aman di antara tiga negara tuan rumah FIFA 2026.

Apakah aksi yang sekarang dilakukan CJNG adalah hal baru?

Ini bukan pertama kalinya kartel narkoba menunjukkan kekuatannya setelah operasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Pada tahun 2019, anggota Kartel Sinaloa bahkan berhasil membebaskan pemimpin mereka yang ditangkap, Ovidio Guzmán, putra "El Chapo," dengan meneror Culiacán, ibu kota negara bagian Sinaloa dan menyandera sejumlah orang. "El Chapo" akhirnya ditangkap pada tahun 2023 dan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Namun, jangkauan geografis seperti blokade yang terjadi pada hari Minggu jarang terjadi. Operasi yang ditargetkan juga tidak seperti biasanya, karena dilakukan di tempat-tempat wisata populer seperti Puerto Vallarta dan Acapulco, meski bentrokan antara geng narkoba sudah semakin sering terjadi di sana.

Mengapa serangan terhadap CJNG dilakukan sekarang?

Tindakan tegas terhadap "El Mencho" sangat kontras dengan kebijakan narkoba yang dijalankan pemerintah Meksiko selama masa kepresidenan Andrés Manuel López Obrador (AMLO, 2018 hingga 2024). 

Upaya perdamaian tidak resmi dengan kartel narkoba dengan semboyan "Pelukan, bukan tembakan" (bahasa Spanyol: Abrazos, no balazos) gagal mengurangi angka pembunuhan yang meningkat pesat sejak tahun 2010. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNDOC) mencatat lebih dari 30.000 pembunuhan per tahun di Meksiko antara tahun 2017 dan 2023.

Penerusnya dan sesama anggota partai, Claudia Sheinbaum, beberapa bulan lalu menyebut "perang melawan pengedar narkoba" sebagai tindakan ilegal. Namun sejak menjabat pada akhir tahun 2024, militer telah "jauh lebih konfrontatif dan agresif terhadap kelompok-kelompok kriminal di Meksiko," kata David Mora, analis Meksiko di International Crisis Group, kepada Associated Press. Ia melihat serangan terhadap "El Mencho" sebagai titik balik.

Para ahli menjelaskan kesediaan Meksiko untuk mengambil risiko peningkatan kekerasan saat ini sebagai akibat dari meningkatnya tekanan dari AS. Presiden AS Donald Trump telah mengancam negara tetangganya di selatan, antara lain, dengan pengerahan militer AS melawan kartel-kartel di Meksiko jika negara itu tidak mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap perdagangan narkoba ke AS.

 

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait