Sidang Kongres Rakyat Cina
6 Maret 2006
Dalam pidato pembukaan sidang perlemen di depan 3.000 orang delegasi, PM China Wen Jiabao memuji kemajuan negaranya. Ia juga menegaskan tetap memegang prinsip satu China. Namun, Wen sekaligus juga mengumumkan rencana program investasi untuk rakyat di pedesaan. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kemakmuran antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Dalam pidatonya Wen mengatakan:
Wen Jiabao: “Produksi pertanian amat lemah. Terdapat tantangan bagi keamanan jaringan pemasokan bahan pangan nasional. Investasi di sejumlah cabang industri tumbuh terlalu cepat, dan overheat investasi semakin kelihatan nyata.“
Tahun ini, pemerintah Cina merencanakan penanaman modal sebesar 340 miliar Yuan atau sekitar 35,1 miliar Euro untuk modernisasi ekonomi pertanian. Selain itu, beberapa miliar Yuan dialokasi untuk pengamanan jaringan sosial di kawasan pedesaan. Dalam pidatonya, Wen kembali menegaskan sasaran utama dari pemerintahannya, yakni menjamin kontinuitas serta stabilitas politik ekonomi dan keuangan.
Akan tetapi PM Cina itu juga mengingatkan akan risiko yang dihadapi. China harus lebih memfokuskan pada pemecahan masalah keadilan sosial dan stabilitas sosial. Karena itu harus dilakukan reformasi.
Sekitar 800 juta petani di China, belum menikmati berkah dari pertumbuhan ekonomi sebesar sembilan persen per tahunnya. Banyak yang masih hidup di ambang batas kemiskinan. Untuk mencegah overheat ekonomi, Wen Jiabao menyerukan untuk menekan laju pertumbuhan pada tingkat delapan persen per tahun.
Wen Jiabao: “Kita harus membuat rencana yang dapat mendukung pertumbuhan industri dan pertanian serta perkotaan dan pedesaan. Pertanian harus didukung, untuk mencapai perubahan cepat dan nyata di kawasan pedesaan.“
Akibat kesenjangan kemakmuran, aksi kerusuhan sosial di pedesaan dilaporkan terus meningkat. Pada tahun 2005 saja tercatat 80.000 kasus perlawanan petani akibat tidak meratanya tingkat kemakmuran, upah yang tidak dibayarkan atau juga akibat kasus korupsi. Aksi demonstrasi rakyat yang tidak puas adalah masalah yang paling ditakuti pemerintah di Beijing. Karena itulah, kini pemerintah Cina menindak lebih tegas kader yang korup. Selain itu, upaya pemerintah juga terutama difokuskkan pada pembangunan sistem jaminan sosial dan kesehatan yang lebih baik bagi petani.
Akan tetapi, bagi para delegasi sidang tahunan kongres nasional rakyat Cina, tema politik dan sosial di dalam negeri tidaklah terlalu menarik. Yang paling menyedot perhatian justru politik luar negeri, khususnya masalah Taiwan. Dalam pidatonya, Wen Jiabao kembali menegaskan politik satu Cina. Artinya ia menolak kemerdekaan Taiwan, yang sejauh ini dipandang oleh Beijing sebagai provinsinya yang membelot. Wen kembali menegaskan:
Wen Jiabao: “Kami tetap berpegang teguh pada prinsip satu Cina. Dan tidak akan menghentikan upaya untuk melakukan penyatuan kembali secara damai. Kami akan menindak tanpa kompromi semua aktivitas untuk memisahkan diri untuk meraih kemerdekaan Taiwan. Seluruh rakyat Cina menghendaki bahwa penyatuan kembali dapat diwujudkan. Ini merupakan sebuah proses, yang tidak dapat dihentikan oleh siapapun.“
Walaupun Cina terus menekankan niatnya untuk penyatuan kembali secara damai, namun hari Sabtu (25/02) Beijing mengumumkan ditingkatkannya anggaran militer sebesar sekitar 29,3 miliar Euro. Menimbang langkah Presiden Taiwan Chen Shui Bian yang pekan lalu membubarkan dewan penyatuan kembali, sejumlah anggota delegasi kongres nasional rakyat Cina menilai, kenaikan anggaran militer itu berkaitan erat dengan masalah Taiwan.