Skandal Susu Bubuk di Cina Meluas
17 September 2008
Pimpinan Lembaga Pengawasan Bahan Pangan, Li Changjian, menunjukkan keresahan saat menyampaikan lewat konferensi pers, bahwa seperlima perusahaan yang memproduksi susu, menjual makanan bayi yang tercemar melamin. Dikatakannya:
"Di Cina terdapat 175 produsen susu. 109 di antaranya memproduksi makanan bayi. Pemeriksaan terhadap mereka telah dilakukan setelah diketahui adanya kaitan antara peningkatan gangguan ginjal dengan susu yang tercemar itu. 22 perusahaan terbukti menjual produk tercemar melamin, termasuk produk yang diekspor. Misalnya perusahaan Yashili dari Guangdong dan Suokang dari Qingdao mengekspor susu bubuk ke Bangladesh, Myanmar, Burundi, Yaman dan Gabun. Kedua perusahaan itu sekarang telah menarik produk mereka dari penjualan."
Menurut laporan resmi, sejak bulan Mei tiga bayi di Provinsi Gansu meninggal dunia karena batu ginjal, setelah mereka diberi minum susu merek Sanlu. Kemungkinan jumlah penderita akan terus bertambah. Puluhan ribu orangtua dapat dikatakan menyerbu berbagai rumahsakit untuk memeriksakan anak-anak mereka. Berdasarkan laporan-laporan terbaru, keresahan di kalangan penduduk terus meningkat. Banyak orangtua yang bingung, karena tidak tahu lagi, makanan apa yang masih dapat mereka berikan kepada anak-anak mereka.
Sementara itu pemerintah Cina berusaha untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat pada keamanan produk bahan pangan, dengan mencanangkan pengambilan tindakan keras. Menurut Pimpinan Lembaga Pengawasan Bahan Pangan, Li Changjian:
"Kami akan memeriksa, apakah ada petugas lembaga pengawasan bahan pangan yang bertanggung jawab. Tiap orang yang melanggar ketentuan, membiarkan dirinya dikelabui atau melanggar hukum yang berlaku, akan dikenakan hukuman berat. Guna menjamin keamanan bahan pangan, sistem pengawasan akan diperbaiki, dan pemeriksaan terhadap para produsen juga akan diperluas, terutama produsen susu."
Seperti halnya kasus-kasus serupa di masa lalu, skandal ini pun baru diketahui lama sesudah terjadinya kasus kematian pertama. Fonterra Co-operative Group Ltd, perusahaan raksasa pengekspor susu dari Selandia Baru yang memiliki separuh saham dari Sanlu Group, sia-sia melakukan tekanan terhadap perusahaan negara di Provinsi Hebei itu. Akhirnya pemerintah Selandia Baru turun tangan dan memberikan informasi kepada pemerintah di Beijing mengenai skandal tsb. Lewat jalan itulah susu bubuk tercemar itu baru ditarik dari penjualannya di seluruh wilayah Cina. Lebih empat bulan setelah anak pertama meninggal dunia akibat batu ginjal, karena minum susu tercemar melamin.
Melamin adalah serbuk putih yang digunakan dalam produk plastik, pupuk dan pembersih. (dgl)