Kanselir Jerman memicu kontroversi setelah menyebut dana pensiun wajib hanya jadi jaminan dasar masa tua, tak cukup memenuhi kualitas hidup jangka panjang. Seperti apa jaminan pensiun Jerman dibadingkan negara lainnya?
Semakin banyaknya masyarakat yang menua dan sedikitnya angka kelahiran memberikan tekanan besar pada sistem jaminan pensiunFoto: Michael Nguyen/NurPhoto/picture alliance
Iklan
Dana pensiun yaitu tunjangan yang diterima seseorang setelah tidak lagi bekerja atau masuk usia pensiun, sudah bertahun-tahun menjadi topik yang alot di Jerman. Kini Kanselir Jerman, Friedrich Merz (Partai CDU) kembali memantik perdebatan panas atas topik tersebut.
Perbanyak jaminan hari tua lewat dukungan perusahaan dan investasi pribadi
"Asuransi pensiun wajib hanya akan menjadi jaminan dasar untuk masa tua. Jaminan tersebut tidak akan cukup lagi untuk memenuhi kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang," kata Merz dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perbankan Jerman di Berlin pekan lalu.
Oleh karena itu, diperlukan dana pensiun tambahan dari perusahaan tempat seseorang bekerja atau skema dana pensiun privat yang dibayarkan sendiri, tegas Kanselir Jerman tersebut, "Dalam skala yang jauh lebih besar lagi dari yang kita miliki saat ini, yang sebagian besar bersifat sukarela.”
Hal ini akan mengarah pada peningkatan penggunaan saham dan bentuk investasi lainnya di masa depan. Strategi yang cukup kontroversial, karena rentannya pasar saham terhadap fluktuasi harga. Keuntungan hari ini bisa menjadi kerugian di keesokan harinya dan sebaliknya.
Iklan
Komite Jaminan Pensiun diharap dapat merumuskan solusi
Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Jerman Bärbel Bas (SPD) mengkritik tajam pernyataan Kanselir Federal terkait jaminan pensiun dalam acara TV "Maischberger”. Merz telah "memberikan kesan seolah-olah seseorang harus mengamankan jaminan pensiunnya sendiri (secara privat). Banyak orang memahami pernyataan Merz seolah-olah mereka ” tidak akan mendapat jaminan pensiun yang layak”.
Perselisihan mengenai jaminan pensiun antara partai-partai koalisi yang berkuasa (CDU/CSU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD) mungkin merupakan pertanda dari gejolak yang berpotensi 'meluap'. Akhir Juni, sebuah komite jaminan pensiun yang dibentuk oleh koalisi tersebut akan menyerahkan rekomendasinya.
Anak Muda Jerman Khawatir Tidak Dapat Pensiun
01:44
This browser does not support the video element.
Semakin sedikit orang yang bekerja, semakin banyak pensiunan
Awalnya, poin utama dari seluruh model jaminan pensiun yang berkelanjutan adalah dengan mempertimbangkan dua sisi. Perkembangan populasi dan rata-rata hidup seseorang setelah pensiun. Tingkat kelahiran yang rendah memiliki dampak finansial yang serius di Jerman dan juga di negara-negara lainnya karena semakin sedikit orang yang bekerja yang membayar iuran untuk jaminan pensiun wajib negara, sementara jumlah pensiunan terus meningkat.
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah menganalisa sistem pensiun di 38 negara anggotanya dalam studi berjudul "Pensions at a Glance”. Temuan utamanya adalah beragamnya strategi politik yang digunakan negara-negara dan banyaknya poin berbeda yang menyulitkan perbandingan.
Tunjangan pensiun bersih di Jerman, di bawah rata-rata OECD
Jika besaran pensiun bersih dibandingkan dengan penghasilan terakhir setelah dikurangi pajak dan jaminan sosial, Jerman berada di peringkat menengah dengan angka 53%. Jumlah ini jauh di bawah rata-rata OECD, yakni 61%. Negara-negara Eropa berpenduduk padat lainnya seperti Prancis dan Italia mencapai angka antara 70% - 80%
Negara-negara dengan angka yang lebih rendah dibandingkan Jerman, yakni Estonia, Lituania, dan Irlandia, memiliki jaminan pensiun negara di bawah 40%. Sedangkan negara-negara seperti Belanda, Portugal, dan Turki, memiliki jaminan pensiun negara mencapai 90%.
Dalam simulasi sistem OECD, Indonesia memiliki besaran pensiun bersih sekitar 51–55%. Angka ini mencerminkan desain sistem jaminan pensiun bagi pekerja formal (seperti BPJS Ketenagakerjaan) namun tidak mencakup pekerja sektor informal.
Adakah pemimpin negara yang lebih sederhana ketimbang mantan presiden Uruguay, Jose Mujica? Saat masih menjabat sebagai kepala negara, ia disebut sebagai 'presiden termiskin di dunia'.
Foto: picture-alliance/AP Photo
Mengabdi dan beramal
Saat menjadi sebagai presiden, mantan gerilyawan Jose Mujica sempat bergaji hingga 12.000 dolar AS per bulan. Namun upahnya sebagi presiden tersebut selalu ia sumbangkan 90 persen untuk amal.
Foto: Getty Images/AFP/P. Porciuncula
Lebih memilih rumah pertanian ketimbang istana mewah
Sebenarnya negara menyediakan rumah mewah di istana kepresidenan, yang berusia seratus tahun di distrik Prado tua. Namun ia ingin menjauhkan diri dari perangkap kekuasaan, sehingga bersikeras untuk tinggal di tanah pertaniannya yang sederhana di pinggiran Montevideo.
Foto: picture-alliance/AP Photo
Tidak merasa miskin
"Saya disebut 'presiden termiskin,' tetapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang hanya bekerja untuk mempertahankan gaya hidup yang mahal, dan selalu menginginkan lebih dan lebih. Jika Anda tidak memiliki banyak harta maka Anda tidak perlu bekerja seumur hidup seperti budak untuk menopangnya, dan karena itu Anda punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri," kata Mujica.
Foto: picture-alliance/AP Photo
Punya mobil VW
Tahun 2014 Mujica menolak tawaran agar mobil Volkswagen Beetle warna biru tua keluaran tahun 1987, dijual. Padahal harganya ditawar hingga 1 juta dolar AS. Ia mempertahankan Volkswagen Beetle yang sudah tua itu karena tanpa mobil tersebut ia tidak bisa mengangkut anjingnya yang berkaki tiga.
Foto: picture-alliance/dpa/I. Franco
Meninggalkan warisan
Setelah lima tahun memimpin negara Amerika Selatan yang berpenduduk 3,3 juta orang ini, tahun 2015, mantan gerilyawan ini meninggalkan warisan ke penerusnya, Tabare Vazquez, untuk membangun negeri. "Masih banyak yang harus dilakukan, dan saya berharap pemerintah selanjutnya akan lebih baik daripada saya dan akan memiliki kesuksesan yang lebih besar," kata Mujica.
Foto: Imago/Xinhua
Legalisasi ganja
Di bawah Mujica, tahun 2013 Uruguay menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan mariyuana mulai dari penjualan, budidaya, dan distribusinya. Upaya ini merupakan bagian dari upaya menghentikan kekerasan akibat penggunaan obat bius. Pemerintah Uruguay bermaksud mengatur kebutuhan pasar yang sudah ada melalui jalur yang legitim.
Foto: Reuters/A. Stapff
Bicara terang-terangan
Ia juga terkenal suka berbicara tanpa ‘tedeng aling-aling’. Di PBB, dia mengatakan kepada para delegasi untuk berhenti bersikap boros. Beberapa kalangan menyebutnya ‘Nelson Mandela dari Amerika Latin‘. Yang lain melihatnya sebagai tokoh liberal sosial yang inovatif, yang mendukung legalisasi perkawinan gay dan aborsi.
Foto: REUTERS
Menolak uang pensiun
Mujica mengundurkan diri sebagai senator yang dijabatnya sejak tahun 2015, selepas menjadi presiden. Sesungguhnya, mandatnya sebagai senator berakhir tahun 2020, namun dia memutuskan mundur lebih dini karena merasa "lelah setelah perjalanan karir yang panjang”. Ia juga menolak uang pensiun sebagai senator. Ed: ap/vlz (dari berbagai sumber)
Foto: Reuters/Andres Stapff
8 foto1 | 8
Bekerja lebih panjang di AS dan Jepang
Menurut penilaian OECD, salah satu faktor penting dalam pembiayaan pensiun adalah pada usia berapa seseorang benar-benar mengakhiri masa kerja mereka.
Di Jerman, saat ini rata-rata orang pensiun pada usia sedikit di atas 64 tahun, sehingga hampir tiga tahun lebih awal dari yang diatur undang-undang untuk semua kelompok kelahiran mulai tahun 1964. Siapa pun yang pensiun lebih awal, biasanya akan menerima dana pensiun yang lebih sedikit.
Di beberapa negara, orang sudah harus bekerja hingga usia 67 tahun. Di antaranya adalah Amerika Serikat dan Jepang, yang menempati peringkat pertama dan keempat dalam daftar ekonomi terbesar di dunia.
OECD menyatakan bahwa wajar jika meningkatnya angka harapan hidup turut meningkatkan usia pensiun di beberapa negara.
Pensiunan Guru Jadi “Guru Sampah”
01:29
This browser does not support the video element.
Iuran pensiun yang lebih tinggi di Prancis dan Italia
Besaran iuran pensiun bervariasi secara signifikan di berbagai negara. Menurut data OECD, di Prancis besaran iuran tersebut sekitar 30% dari penghasilan, sedangkan di Italia bahkan mencapai 33%. Jerman berada jauh di bawah angka tersebut, yaitu 18,6%. Iuran ini dibayarkan masing-masing setengahnya oleh pekerja dan pemberi kerja.
Di Indonesia, besaran iuran pensiun jauh lebih rendah, yaitu sekitar 8,7 persen dari penghasilan ke sistem BPJS. 8,7% tersebut mencakup jaminan pensiun dan tabungan hari tua. Iuran tersebut juga dibagi antara pekerja dan pemberi kerja.
Salah satu aspek yang semakin menjadi sorotan adalah kemiskinan di usia lanjut. Di Jerman, risiko ini terutama mengancam mereka yang berpenghasilan rendah selama masa kerja dan hampir tidak dapat menyisihkan uang untuk tabungan pensiun pribadi. Di Denmark, pemerintah berusaha mengatasi hal ini dengan program pensiun dasar yang dibiayai dari pajak.
Mengapa Masa Lalu Masih Memengaruhi Jerman Bagian Timur
01:31
This browser does not support the video element.
Pensiunan Jerman Timur rentan akan kemiskinan
Ada perbedaan terkait jaminan pensiun dari Jerman Timur dan Barat. Orang-orang yang tinggal dan bekerja di Jerman Timur atau Republik Demokratik Jerman (DDR) sebelum runtuhnya tembok Jerman di tahun 1990, menerima jaminan pensiun yang jauh lebih sedikit. Penyesuaian jaminan pensiun di Jerman Timur ini dilakukan bertahap menyesuaikan jaminan pensiun yang berlaku di Jerman Barat. Penyesuaian baru selesai di tahun 2025, 35 tahun setelah reunifikasi.
Oleh karena itu, kemiskinan di usia tua berpotensi lebih sering menimpa warga Jerman Timur. Alasan lainnya adalah karena ekonomi terencana di bawah DDR, masyarakat Jerman Timur tidak memiliki kesempatan, untuk berinvestasi dalam dana pensiun. Di bawah sistem komunisme saat itu tidak ada pasar saham seperti halnya di bawah kapitalisme.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Ayu Purwaningsih
Tinggal di Jerman Timur, tetapi nonton konser dan bioskop di Jerman Barat. Begitupun sebaliknya. Sebelum tembok dibangun, Berlin adalah kota terbuka. Inilah kilas balik pertukaran budaya yang signifikan saat itu.
Foto: DW/H. Rawlinson
Bioskop di Sepanjang Tirai Besi
Pada tahun 1950-an banyak "bioskop perbatasan" dibuka di perbatasan sektor Berlin Barat. Corso, yang dikenal sebagai Lichtburg, salah satu yang terbesar. Konsepnya digagas Oscar Martay, pejabat tinggi urusan film dari Komisi Tinggi Amerika untuk Pendudukan Jerman. Tujuannya untuk mempublikasikan nilai-nilai Barat dan "dunia bebas" ke Timur.
Foto: Gert Schütz/akg-images/picture alliance
Diskon Harga Tiket untuk Warga Berlin Timur
Bioskop di kawasan Checkpoint Charlie di perbatasan Berlin Barat-Timur, juga sangat populer. Bioskop-bioskop menawarkan diskon harga tiket bagi penduduk sektor Soviet. Saat itu nilai tukar resmi mata uang Mark Jerman Timur dan Barat adalah 1:4, untuk pengunjung bioskop dari Timur nilai tukarnya ditetapkan 1:1.
Foto: akg-images/picture alliance
Akhir Sebuah Era
Sebagian besar bioskop perbatasan terletak di sepanjang jalan penting yang menghubungkan Berlin Timur dan Barat. Bioskop diizinkan untuk buka dari dini hingga sepanjang hari. Pembangunan Tembok Berlin menandai berakhirnya era bioskop di perbatasan. Banyak bioskop bangkrut atau dialih fungsikan.
Foto: picture-alliance/dpa/N. Armer
Konser jazz di Barat
Jazz, seperti genre musik Barat lainnya, dicap sebagai "racun imperialisme" di Jerman Timur. Kaum muda Berlin Timur datang berbondong-bondong ke konser di Barat, saat pertunjukan legendaris oleh Louis Armstrong di Sportpalast Berlin Barat tahun 1955. Itu menjengkelkan rezim Jerman Timur yang ingin memaksakan idealismenya agar diterima kaum muda.
Foto: Heritage-Images/picture alliance
Kalah oleh Popularitas Musik
Otoritas Jerman Timur yang rasis merendahkan jazz sebagai "budaya monyet imperialis". Tapi pada satu titik rezim menyadari, tidak dapat menghalangi popularitasnya yang semakin meningkat. Mereka akhirnya mengundang Armstrong ke Jerman Timur pada pertengahan 1960-an. Ia bintang AS pertama yang tampil di negara komunis itu. Saat konser digelar, Tembok Berlin sudah tiga setengah tahun berdiri.
Foto: akg-images/picture-alliance
Monumen Budaya Legendaris
Di Berlin Timur, Clärchens Ballhaus, dinamai sesuai pemilik asli Clara Bühler adalah aula dansa yang populer dan ruang pertemuan untuk orang Jerman Timur dan Barat. Didirikan sekitar tahun 1900, dimiliki secara pribadi sepanjang era Jerman Timur. Rumah minum legendaris Berlin itu, selamat dari dua perang dunia dan perpecahan Jerman. Hingga kini tetap menjadi daya tarik populer di Berlin.
Foto: Rolf Zöllner/imago images
Pusat Belanja Peralatan Elektronik
Warga Berlin Barat pergi ke bagian timur kota tidak hanya untuk berdansa semalaman, tetapi juga untuk berbelanja. Selain buku, peralatan fotografi dan kertas foto sangat diminati, dan tersedia dengan harga murah di Haus der Elektroindustrie di Alexanderplatz.
Foto: Thomas Bartilla/akg-images/picture-alliance
Ke Timur untuk Potong Rambut
Jasa juga lebih murah di Timur, termasuk salon potong rambut. Banyak warga Berlin Barat pergi ke bagian timur kota untuk memotong rambut dengan model terbaru. Tarifnya sekitar 1,10 Mark Jerman Timur, setara dengan 25 pfennig Jerman Barat. Di Barat, untuk potong rambut dengan model terbaru, tarifnya sekitar 4 Mark Jerman Barat.
Foto: akg-images/picture alliance
Menyerap Budaya
Warga Berlin Barat yang menyukai opera, teater dan museum, biasanya mengunjungi teater kabaret Distel atau Opera Negara "Staatsoper" di Berlin Timur. Sebagian besar seniman di sana berasal dari Berlin Barat. Ketika Tembok Berlin dibangun pada tahun 1961, para seniman harus meninggalkan profesinya. Banyak posisi dibiarkan tetap kosong karena kekurangan pekerja profesional. (bn/as)