Parlemen Slovakia sahkan undang-undang baru yang memperketat aturan organisasi non-pemerintah, yang dinilai para pegiat sebagai ancaman serius bagi masyarakat sipil di negara anggota Uni Eropa itu.
"Tidak untuk undang-undang Rusia!" menjadi sorotan utama dalam aksi protes terbaru di negara tersebut.Foto: Radovan Stoklasa/REUTERS
Iklan
Parlemen Slovakia pada Rabu (16/04) mengesahkan undang-undang baru, yang mewajibkan organisasi non-pemerintah (LSM) untuk mengungkapkan sumber pendanaan mereka, termasuk nama-nama kontributor utama. Aturan ini juga menetapkan sanksi denda bagi organisasi yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, yang dikenal dengan gaya politik populisnya menyatakan, kebijakan ini merupakan langkah menuju transparansi yang lebih besar dalam sektor masyarakat sipil. Namun, para pengritik menilai sebaliknya menyebut undang-undang tersebut justru berpotensi membatasi institusi masyarakat sipil.
Aksi protes di seluruh negeri digelar awal bulan ini, menentang undang-undang tersebut, yang memaksa pemerintah menarik kembali sejumlah pasal dari RUU.
Slovakia: Protests against the government
05:56
Undang-undang yang dinilai kontroversial
Sejumlah kelompok oposisi menyamakan undang-undang ini dengan regulasi di Rusia, yang dapat digunakan untuk membungkam suara yang kritis terhadap pemerintah.
Iklan
“Kami menyebutnya sebagai ‘undang-undang Rusia’, bukan karena ini merupakan salinan langsung, melainkan karena semangat dan inspirasinya berasal dari praktik serupa di Rusia, yang jelas bertentangan dengan konstitusi dan hukum Uni Eropa,” ujar Katarina Batkova, direktur Via Iuris, salah satu organisasi masyarakat sipil tertua di Slovakia.
Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun
Tindakan meracuni orang telah digunakan badan intelijen selama lebih dari satu abad. Racun yang dimasukan ke dalam makanan/minuman sering jadi senjata pilihan, seperti dalam kasus pembunuhan Munir, 2004.
Foto: AFP/Getty Images/Dewira
Alexei Navalny
Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny dilarikan ke rumah sakit di Siberia, setelah merasa tidak enak badan dalam penerbangan ke Moskow. Para ajudannya menuduh bahwa Navalny diracun sebagai balas dendam atas kampanyenya melawan korupsi. Mantan pengacara (44) itu menenggak teh hitam sebelum lepas landas dari bandara Omsk. Timnya meyakini teh tersebut mengandung racun yang membuatnya koma.
Foto: Getty Images/AFP/K. Kudrayavtsev
Pyotr Verzilov
Pada 2018, aktivis keturunan Rusia-Kanada, Pyotr Verzilov dilaporkan dalam kondisi kritis setelah diduga diracun di Moskow. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah dia mengkritik sistem hukum Rusia dalam sebuah wawancara TV. Verzilov, juru bicara tak resmi untuk grup band feminis Pussy Riot ini akhirnya dipindahkan ke rumah sakit di Berlin. Dokter mengatakan "sangat mungkin" dia telah diracuni.
Foto: picture-alliance/dpa/Tass/A. Novoderezhkin
Sergei Skripal
Mantan mata-mata Rusia berusia 66 tahun, Sergei Skripal, ditemukan tak sadarkan diri di bangku yang terletak di luar pusat perbelanjaan di kota Salisbury, Inggris. Ia disebut terpapar racun saraf Novichok. Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menyebut situasi itu "tragis", tetapi berkata "Kami tidak punya informasi tentang apa yang menjadi penyebab" insiden itu.
Foto: picture-alliance/dpa/Tass
Kim Jong Nam
Saudara tiri Kim Jong Un ini tewas pada 13 Februari 2018 di bandara Kuala Lumpur, setelah dua perempuan diduga mengoleskan racun saraf kimia VX di wajahnya. Pada bulan Februari, pengadilan Malaysia mendengar bahwa Kim Jong Nam telah membawa selusin botol penawar racun saraf mematikan VX di tasnya pada saat keracunan.
Foto: picture-alliance/AP Photo/S. Kambayashi
Alexander Litvinenko
Mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko pernah bekerja untuk Dinas Keamanan Federal (FSB) sebelum ia membelot ke Inggris. Ia lalu menjadi jurnalis dan menulis dua buku tuduhan terhadap FSB dan Putin. Ia jatuh sakit setelah bertemu dengan dua mantan perwira KGB dan meninggal pada 23 November 2006. Penyelidikan menemukan, ia dibunuh oleh radioaktif polonium-210 yang dimasukkan ke dalam tehnya.
Foto: picture-alliance/dpa/S. Kaptilkin
Viktor Kalashnikov
Pada November 2010, dokter di rumah sakit Charité Berlin menemukan kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuh pasangan pengkritik pemerintah Rusia. Terdapat 3,7 mikrogram merkuri di tubuh Kalashnikov, seorang jurnalis lepas dan mantan kolonel KGB. Sementara di tubuh istrinya terdapat 56 mikrogram merkuri. Kalashnikov mengatakan kepada majalah Jerman Focus, bahwa "Pemerintah Rusia meracuni kami."
Foto: picture-alliance/dpa/RIA Novosti
Viktor Yushchenko
Pemimpin oposisi Ukraina Yushchenko jatuh sakit pada September 2004 dan didiagnosis dengan pankreatis akut yang disebabkan infeksi virus dan zat kimia. Penyakit itu mengakibatkan kerusakan wajah, perut kembung akibat gas berlebih dan penyakit kuning. Dokter mengatakan perubahan pada wajahnya berasal dari chloracne, akibat dari keracunan dioksin. Yushchenko mengklaim, agen pemerintah meracuninya.
Foto: Getty Images/AFP/M. Leodolter
Aktivis HAM Munir diracun dalam penerbangan ke Amsterdam tahun 2004
Munir Said Thalib, aktivis KONTRAS tewas diracun dengan arsenium dalam penerbangan ke Amsterdam dengan pesawat Garuda, September 2004. Kasusnya sampai sekarang belum terungkap tuntas, sekalipun ada tertuduh yang diadili dan dijatuhi hukuman penjara. Pemerintahan Jokowi hingga kini menolak mengusut kembali kasus ini.
Foto: AFP/Getty Images/Dewira
Khaled Meshaal
Pada 25 September 1997, badan intelijen Israel berusaha membunuh pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, di bawah perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dua agen menyemprotkan zat beracun ke telinga Meshaal saat dia masuk ke kantor Hamas di Amman, Yordania. Upaya pembunuhan tersebut tidak berhasil dan tidak lama kemudian kedua agen Israel tersebut ditangkap.
Foto: Getty Images/AFP/A. Sazonov
Georgi Markov
Pada 1978, pengkritik pemerintah Bulgaria, Georgi Markov, merasakan tusukan di pahanya saat sedang menunggu di halte bus. Dia membalikkan badan dan melihat seorang pria membawa payung. Setelahnya sebuah benjolan kecil muncul di pahanya dan empat hari kemudian dia meninggal. Otopsi menemukan dia dibunuh dengan zat 0,2 miligram risin. Banyak yang percaya panah beracun itu ditembakkan dari payung.
Foto: picture-alliance/dpa/epa/Stringer
Grigori Rasputin
Pada 30 Desember 1916, Grigori Rasputin yang dipercaya punya kekuatan mistik tiba di Istana Yusupov di St Petersburg atas undangan Pangeran Felix Yusupov. Di sana, Rasputin memakan kue yang telah dicampur dengan kalium sianida. Kemudian Rasputin juga menenggak anggur yang gelasnya telah dilapisi sianida. Tidak berhasil diracun, Rasputin akhirnya ditembak dan dibunuh.
Foto: picture-alliance/ IMAGNO/Austrian Archives
11 foto1 | 11
Konsesi di detik-detik terakhir
Menjelang pemungutan suara, pemerintah menghapus sejumlah pasal kontroversial dari rancangan undang-undang tersebut, termasuk wacana pelabelan LSM sebagai “kelompok pelobi” atau “agen asing.” Langkah itu diambil menyusul kritik tajam dari Komisi Eropa.
Dalam debat di parlemen, PM Fico membantah bahwa aturan ini meniru model dari negara lain. “Undang-undang ini bukan berasal dari Rusia maupun Amerika. Ini jelas merupakan pendekatan Eropa,” ujarnya.
Feminin, Demo, Penjara - Perjuangan Perempuan Belarus
Selama berbulan-bulan, perempuan turun ke jalan di Minsk, menuntut demokrasi. Sebuah pameran di Lithuania berjudul "Masa Depan Belarusia, Didorong oleh Perempuan" menampilkan foto-foto protes tersebut.
Foto: Volha Shukaila/TUT.BY
Demo dengan bunga
Selama berbulan-bulan, perempuan di Belarus telah menuntut demokrasi dan pengunduran diri presiden Alexander Lukashenko. Nadia, wanita muda yang menatap mata polisi, menghabiskan 10 hari di penjara, menurut deskripsi gambar di pameran "Masa Depan Belarus, Didorong oleh Perempuan," di Vilnius, Lithuania.
Foto: Iryna Arakhouskaya
Gaya feminin
Banyak wanita memilih untuk menekankan feminitas mereka dalam pawai. Foto dalam pameran ini menunjukkan Anna (kiri) berusia 24 tahun, bersama dua remaja putri lainnya. Anna mengenakan gaun pengantin dan kerudung yang dikenakan ibunya saat menikah 26 tahun lalu. Lukashenko telah menjadi presiden Belarus selama seluruh periode itu. Foto itu diambil oleh fotografer Nadia Buzhan.
Foto: Nadia Buzhan
300 penangkapan dalam satu hari
Diambil pada 19 September 2020, foto ini menunjukkan polisi menangkap dan menyeret pengunjuk rasa. Museum di Vilnius mengatakan bahwa menurut kelompok hak asasi manusia, 300 orang ditangkap oleh polisi pada hari ini ketika "Woman's March" berlangsung.
Foto: Iryna Arakhouskaya
Tua dan muda
Terlepas dari penangkapan dan ancaman, wanita dari segala usia berpartisipasi dalam pawai. Mereka memakai warna putih dan merah, warna Belarus. Pasukan keamanan telah mengerahkan meriam air dan pentungan untuk melawan para pengunjuk rasa.
Foto: MO Museum/Rytis Seskaitis
Dibungkam?
Museum MO di Vilnius menggelar pameran dengan tujuan mendukung gerakan demokrasi di negara tetangga. Dalam pernyataan persnya, Wali Kota Vilnius, Remigijus Simasius, mengatakan bahwa kota tersebut berfungsi sebagai "tempat berlindung" bagi warga Belarus.
Foto: Volha Shukaila/TUT.BY
Suara dari eksil
Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya mengirimkan kata-kata dukungannya. "Pameran ini didedikasikan untuk wanita dari Belarus. Kami memiliki tujuan yang sama: membawa kebebasan dan supremasi hukum kembali ke Belarus. Wanita berada di garis depan dalam perjuangan ini. Seperti banyak wanita lainnya, perjuangan ini adalah pertarungan pribadi untuk saya."
Foto: Volha Shukaila/TUT.BY
Pameran terbuka saat lockdown
Karyawan di museum MO Vilnius telah menemukan cara untuk menunjukkan gambar-gambar protes meskipun museum resminya tutup karena lockdown COVID. Foto-foto tersebut diproyeksikan di dinding luar museum sehingga semua orang dapat melihatnya.
Foto: MO Museum/Rytis Seskaitis
Ciuman demokrasi
Semua foto diambil oleh jurnalis wanita Nadia Buzhan, Darya Burakina, Iryna Arakhouskaya, Volha Shukaila dan Viyaleta Sauchyts. Dengan cara ini, museum ingin fokus pada perempuan. "Wanita telah menjadi simbol protes damai di Belarus. Mereka dengan berani memprotes pemerintah patriarkal dan kekerasan." (vlz/hp)
Foto: MO Museum/Rytis Seskaitis
8 foto1 | 8
Gelombang protes dan ancaman veto
Undang-undang ini memicu demonstrasi besar-besaran di ibu kota Bratislava serta di berbagai kota lainnya. Ribuan warga turun ke jalan dua minggu lalu untuk menyuarakan penolakan mereka.
Aksi unjuk rasa terhadap penguatan kontrol terhadap LSM ini mencerminkan ketegangan yang semakin memuncak sejak Desember lalu, seiring kebijakan pemerintah Slovakia yang dinilai semakin dekat dengan Rusia.
Jika tidak diveto oleh Presiden terpilih Peter Pellegrini, undang-undang ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni mendatang.
*Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Fika Ramadhani
Editor: Agus Setiawan