1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Spanyol dan Jerman Pererat Kerjasama

31 Januari 2008

Pertemuan antara Angela Merkel dan Luis Zapatero sempat diprediksi bakal membuka kembali perbedaan antara kedua negara, terutama soal Kosovo dan perlindungan iklim. Nyatanya kekhawatiran tersebut terbukti tak beralasan.

Spanien Deutschland Angela Merkel und Zapatero in Palma de Mallorca
PM Zapatero (kiri) dan Kanselir Angela Merkel (kanan) di MallorcaFoto: AP
Langit biru dan terik matahari khas Mallorca melengkapi suasana akrab selama pertemuan antara kedua kepala negara di istana Palma. Walaupun sebelumnya masih terdapat kritik di sana-sini, seperti misalnya terhadap kebijakan perlindungan iklim Spanyol, perbedaan pandangan di antara Kanselir Angela Merkel dan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Zapatero tampaknya mulai surut seiring berakhirnya pertemuan.

“Saya memiliki kesan, bahwa pemerintah Spanyol sangat serius dalam menangani masalah ini. Spanyol juga terkena dampak perubahan iklim dan saat ini kedua belah pihak memandang kerja sama di masa depan sebagai ptioritas utama.” Tandas Merkel. Baik Spanyol maupun Jerman sepakat mengkoordinasikan peran masing-masing dalam penggunaan energi terbarukan dan bersama-sama mengembangkan proyek energi alternatif di Afrika. Juga dalam urusan ekonomi, kerja sama kedua negara semakin ditingkatkan. Kanselir Jerman Angela Merkel tidak bisa menutupi kekagumannya atas neraca perekonomian Spanyol.

“Kami mengikuti perkembangan ekonomi di Spanyol dengan perhatian penuh, pada angka pertumbuhan yang baik dan terutama surplus dalam anggaran belanja yang berhasil diraih.” Ujarnya.

Meskipun demikian, Zapatero dan Merkel tetap memperhitungkan dampak serius yang muncul dari krisis keuangan dunia. Bagaimana situasi muram semacam itu bisa dihindari di masa depan? “Dengan kebijakan baru, lebih banyak informasi, dan transparansi serta dengan regulasi yang berpengaruh.” ujar Zapatero.

Angela Merkel mendukung pendapat tersebut. Juga dalam menilai masalah-masalah internasional kedua kepala pemerintahan sepakat di hampir semua bidang. Menurut Merkel, perbedaan pandangan di antara kedua negara bisa diselesaikan berdasarkan perjanjian Uni Eropa yang baru dijalin di Lisabon.

Di antara tema krusial yang dimaksud Merkel adalah misalnya soal status Kosovo. Spanyol bagaimanapun juga tetap menolak kemerdekaan provinsi kecil di Serbia tersebut. Madrid ingin menghindari setiap sikap yang dapat berdampak pada situasi dalam negeri Spanyol. Sejak bertahun-tahun, sejumlah wilayah otonomi Spanyol menuntut kemandirian dari pemerintah pusat.

Baik Zapatero maupun Merkel menganggap hubungan Jerman dan Spanyol sebagai teman dan mitra di Eropa. Bahwa pertemuan keduanya berlangsung di Mallorca, pulau yang sering dijadikan tujuan wisata warga Jerman itu, menurut Merkel adalah sesuatu yang istimewa. (rzn)