1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sri Paus Menyerukan Dialog dan Perdamaian

25 Desember 2011

Paus Benediktus XVI dalam pesan Natalnya menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi di dunia. Ia juga menyinggung situasi di Timur Tengah, Afrika dan Myanmar.

Papst Benediktus menyampaikan Berkat Natal Urbi et Orbi, Vatikan, Minggu (25/12). (Foto: AP)
Papst Benediktus menyampaikan Berkat Natal Urbi et Orbi, Vatikan, Minggu (25/12).Foto: dapd

Bagi Benediktus XVI, ini adalah Hari Raya Natal ke-7-nya sebagai seorang pemimpin gereja Katolik sedunia. Puluhan ribu jemaat memadati Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu (25/12), guna menyimak pesan Natal yang disampaikan Sri Paus yang berusia 84 tahun itu. Dalam kesempatan itu, Paus Benediktus XVI mengingatkan kembali pentingnya perundingan damai di Israel.

Selain itu, Sri Paus juga mendesak diakhirinya kekerasan di Suriah. "yang sudah mengalami banyak pertumpahan darah." Sementara itu Sri Paus juga menyinggung revolusi di beberapa negara Arab. Paus mengimbau agar "kekuatan baru dihimpun dalam pembangunan untuk semua orang."

Paus Benediktus XVI juga memuji perkembangan demokratis di Myanmar. Ia menyebutkan bahwa di Myanmar harus dilakukan dialog dan kerja sama dalam mencari "solusi bersama". Paus juga mengkhawatirkan perkembangan konflik di Afrika yang dikatakannya, "terdapat kurangnya stabilitas".

Urbi et Orbi

Sebagai penutup perayaan Natal, Sri Paus Benediktus XVI menyampaikan berkat Urbi et Orbi. Selain itu ia juga mengucapkan selamat hari Natal dalam 65 bahasa.

rtr/ap/dpa/LS/AP