Seiring berjalannya waktu hasrat seksual dalam hubungan kerap menurun. Mengapa hal ini bisa terjadi dan apa yang dapat dilakukan jika hubungan kehilangan minat akan seks?
Normal bila hasrat seksual menurun setelah satu hingga dua tahun hubungan. Saat itulah komunikasi dan keberanian diperlukan untuk menyatakan keinginan satu sama lain.Foto: Ivan Evgenyev/Blend Images/Bildagentur-online/picture alliance
Iklan
"Seks? Kami mungkin melakukannya beberapa bulan sekali,” – kata beberapa kenalan lelaki yang saya kenal. Mereka sudah lama menjalin hubungan, punya anak dan kehidupan yang stabil, tapi juga merasakan frustrasi.
Di awal hubungan semua memiliki gairah yang berapi-api. Hasrat membuat pasangan selalu ingin berdekapan di ranjang. Namun dari pernyataan penuh kekecewaan di atas, dapat disimpulkan bahwa mereka berpikir, gairah tersebut akan dimiliki selamanya.
Sebenarnya sangat normal bila hasrat seksual menurun setelah satu atau dua tahun hubungan, ujar psikolog dan psikoterapis Andrea Seiferth, yang juga memberi terapi psikologis bagi pasangan di Hamburg.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Penyebabnya adalah perubahan "koktail hormon" dalam tubuh. Di awal hubungan, hormon-hormon tersebut menimbulkan dorongan seksual yang kuat. Namun seiring berjalannya waktu, hormon pengikat seperti oksitosin yang juga disebut "hormon pelukan" mulai mendominasi. "Hormon pengikat ini menekan hormon seksual sehingga keinginan dan frekuensinya menurun,” jelas Seiferth. "Pasangan harusnya menyadari hal ini," imbuhnya.
Namun, lanjut Seiferth, pertanyaannya adalah: Apa yang bisa dilakukan? "Dan bagaimana dengan situasi di mana tampaknya perempuan kehilangan libido lebih banyak?"
Menurut Seiferth, kuncinya adalah pada komunikasi. Apa yang aku suka? Apa yang dia suka? Apa yang bisa kita nikmati bersama? Agar percakapan semacam ini berhasil, penting untuk memahami seksualitas diri sendiri. Pengalaman tertentu baik positif maupun negatif bisa sangat memengaruhi gairah seksual, terutama pada perempuan.
Manfaat Medis Rajin Bercinta
Bagi yang telah berpasangan, bercinta bukan hanya memberi rasa senang, namun juga memiliki segudang manfaat kesehatan, jika dilakukan dengan aman.
Foto: picture-alliance/dpa
Mengurangi Nyeri
Sebelum Anda meraih aspirin, cobalah untuk orgasme. Orgasme melepaskan hormon yang membantu meningkatkan ambang nyeri. Rangsangan tanpa orgasme juga mengatasi nyeri kronis pada punggung dan kaki, nyeri kram, rematik, dan dalam beberapa kasus bahkan sakit kepala.
Foto: Lars Zahner/colourbox
Menurunkan Resiko Serangan Jantung
Rutinitas seks juga baik bagi kesehatan jantung. Selain itu, bercinta juga membantu menjaga keseimbangan kadar estrogen dan testosteron. Sebuah studi menunjukkan, pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung, dibandingkan pria yang jarang melakukan hubungan seks.
Foto: Fotolia
Mengontrol Kandung Kemih
Panggul yang kuat sangat penting untuk menghindari hilangnya kontrol terhadap kandung kemih - yang sering dialami perempuan. Seks melatih otot panggul. Kontraksi otot-otot saat orgasme dapat memperkuat panggul.
Foto: Fotolia
Menyeimbangkan Tekanan Darah Anda
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah. Hubungan seksual (masturbasi tidak termasuk) dapat menyeimbangkan tekanan darah sistolik. Salah satu penelitian menunjukkan, sentuhan awal saat bercinta menurunkan tekanan darah sistolik.
Foto: Fotolia/Andrei Tsalko
Membantu Tidur Nyenyak
Setelah berhubungan seks, biasanya orang tertidur lebih cepat, karena setelah orgasme, hormon prolaktin. yang berperan dalam membangun perasaan relaksasi dan mendatangkan kantuk, mudah terlepas.
Foto: picture-alliance/dpa
Membangun Sistem Kekebalan Tubuh
Para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu daya tahannya lebih tinggi terhadap virus atau kuman, dibanding yang jarang berhubungan intim. Namun harus diikuti dengan makan bergizi dan teratur, istirahat dan olahraga yang cukup serta penggunaan pengaman.
Foto: Fotolia
Efeknya Seperti Olahraga
Dikutipn dari Woman’sDay, berhubungan intim selama setengah jam bisa menggerus hingga 144 Kcal. Sementara WebMD mencatat, per menit, 5 Kcal terbakar jika melakukan hubungn seks, atau 4 Kcal lebih tergerus daripada menonton TV. Sama seperti olahraga, jika dilkukan dengan rutin, manfaatnya bisa lebih maksimal.
Foto: Fotolia/Sergey Nivens
Meringankan Stres
Menjadi dekat dengan pasangan dapat menenangkan stres dan kecemasan. Menyentuh dan memeluk seseorang bisa melepaskan hormon dan zat kimia di otak yang berhubungan dengan rasa senang. Seks dan keintiman dapat meningkatkan harga diri dan kebahagiaan. Jadi ini bukan hanya resep untuk hidup sehat, tapi bahagia.
Foto: Fotolia/drubig-photo
Mencegah Kanker Prostat
Pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan atau lebih), lebih sedikit kemungkinannya menderita kanker prostat, demikian studi yang diterbitkan Journal of American Medical Association. Banyak faktor yang mempengaruhi risiko kanker, tapi lebih banyak melakukan hubungan seks dengan aman tentunya tidak akan merugikan.
Foto: picture-alliance/dpa
Meningkatkan Libido
"Berhubungan seks meningkatkan gairah seksual Anda," kata Lauren Streicher, MD, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago. Bagi perempuan, seks membantu pelumasan vagina, melancarkan aliran darah dan elastisitas vagina, yang membuat seks terasa lebih bergairah.
Foto: picture alliance/Denkou Images
10 foto1 | 10
Apakah masalahnya ada pada perempuan?
Dr. Meredith Chivers, profesor di Institut Psikologi dan Centre for Neuroscience, Queen's University di Kingston, Kanada yang juga direktur Seksuality and Gender Lab, meneliti seksualitas perempuan.
Iklan
Dari penelitiannya, seksualitas perempuan bekerja secara berbeda dengan laki-laki. Ia menemukan bahwa perempuan dapat mengalami rangsangan fisik yang terukur tanpa merasa terangsang.
Artinya hanya karena vulva seorang perempuan menjadi basah (lubrikasi), bukan berarti ia merasakan hasrat seksual. "Dari pengamatan kami, perempuan memberikan respons fisiologis secara nyata terhadap berbagai rangsangan seksual — bahkan yang tidak diinginkan atau tidak disukai, seperti adegan pemaksaan seksual," jelas Chivers.
Hal tersebut adalah mekanisme perlindungan tubuh, kata Chivers. Lubrikasi membantu mengurangi kerusakan fisik saat terjadi kekerasan seksual.
Makanan dan Minuman untuk Tingkatkan Stamina di Tempat Tidur
Meningkatkan stamina di tempat tidur bisa menggunakan obat dan jamu. Tapi ada alternatif lebih bagus berupa kebiasaan makan sehat berupa buah-buahan, sayur dan kacang-kacangan.
Foto: Fotolia/Gina Sanders
Pisang
Pisang bagus untuk kesehatan seksual, antara lain karena mengandung vitamin B, jadi meningkatkan stamina dan menurunkan stres. Pisang juga mengandung triptofan, yang perlu untuk produksi serotonin, atau hormon pembuat senang. Di sampin itu, pisang berkadar potasium tinggi, yang perlu untuk hormon seks, meningkatkan gairah dan mendukung kinerja jantung.
Foto: Colourbox
Kopi
Kopi ternyata menyokong gairah seks. Kopi yang mengandung kafein jadi stimulasi untuk bagian tubuh tertentu. Kopi meningkatkan gairah jika dinikmati dalam jumlah moderat. Jika pria dan perempuan minum secangkir sebelum berhubungan seks, sistem peredaran darah mereka membaik, hingga bisa membakar lebih banyak kalori. Banyak atlet disarankan minum kopi sebelum berolah raga dengan tujuan sama.
Foto: picture alliance/AP Photo/M. Mead
Jeruk
Pria yang banyak menyantap jeruk, jenis apapun, bisa meningkatkan jumlah sperma dan kemampuan geraknya. Jeruk juga mendorong stamina karena mengandung Vitamin C dalam jumlah besar, yang mendorong kesuburan baik pada pria maupun wanita dan memperbaiki kesehatan sperma. Karena kadar antioksidan yang tinggi, fokus mental jadi lebih mudah, stres berkurang dan suasana hati membaik.
Foto: Colourbox
Apel
Apel mengandung contain phenethylamine yang secara alami memberikan pria serta wanita gairah. Apel baik untuk seks juga karena kaya gizi yang dibutuhkan organ reproduksi pria, sekaligus juga menjaga aliran darah.
Foto: Siamak Javid
Kedelai
Kedelai adalah jagoan di antara makanan yang disebut "super food", yang disebut sangat mendukung kesehatan. Kedelai mengandung hormon genistein, yang mendorong produksi kolagen dan menolong perempuan yang sedang memasuki menopause. Genistein membantu menodorong produksi estrogen dan membuat kulit tampak lebih muda.
Foto: Colourbox/Reezuan.Z
Buah-Buahan Kering
Menurut sejumlah studi, buah-buahan kering efektif dalam memerangi impotensi. Konsumsi buah-buahan kering setiap harinya bisa meningkatkan stamina seksual.
Foto: Fotolia/photocrew
Alpukat
Alpukat bisa meningkatkan gairah seks karena kaya lemak tak jenuh dan kadar lemak jenuhnya sangat rendah, sehingga baik bagi jantung dan arteri. Semua makanan yang mendorong fungsi jantung juga terbukti mendorong aliran darah ke organ yang penting dalam hubungan seks.
Foto: Fotolia/fredredhat
Almond
Almond sudah lama diketahui bisa meningkatkan gairah seks, bisa jadi stimulan dan mendukung kesuburan. Almond kaya gizi dan kaya mineral yang penting bagi kesehatan seksual dan reproduksi, seperti seng, selenium dan vitamin E. Foto: almond dan marzipan yang dibuat dari almond
Foto: Fotolia/photocrew
Stroberi
Sebuah studi yang diadakan 2008 menunjukkan, pria menganggap perempuan lebih seksi jika menggunakan warna merah, dibanding warna lain yang lebih dingin, seperti biru atau hijau. Stroberi juga jadi sumber asam folic, sejenis vitamin B yang membantu menghilangkan ketidaksempurnaan bawaan lahir pada perempuan, demikian studi University of California, Berkley.
Foto: MEHR
Kerang
Walaupun isinya lunak dan diliputi lendir, kerang adalah makanan yang terkenal ampuh membangkitkan gairah seks. Kerang juga salah satu sumber seng yang mendorong gairah. Tapi makanan laut lainnya juga bisa menjadi afrodisiak, misalnya ikan salmon dan herring.
Foto: Spencer Platt/Getty Images
10 foto1 | 10
Ketidaksesuaian antara rangsangan fisik dan perasaan seksual ini sangat kuat pada perempuan heteroseksual. Sementara itu, pada pria dan perempuan queer, hubungan antara rangsangan fisik dan psikis jauh lebih selaras.
Chivers menduga bahwa apa yang membuat perempuan merasakan gairah atau tidak sangatlah dipengaruhi oleh pengalaman seksualnya di masa lalu. Ketidaksesuaian ini bukan semata-mata masalah biologis, tetapi lebih kepada 'sejarah' perkembangan seksual perempuan tersebut.
"Peran gender sejak kecil, pesan negatif terhadap tubuh, hingga pengalaman nyeri atau kekerasan — semua ini membuat banyak perempuan terputus dari reaksi fisiologis mereka," jelasnya. Selain itu, dalam banyak hubungan heteroseksual, kenikmatan dan kepuasan perempuan sering tidak menjadi fokus utama.
Hal ini juga tercermin dalam apa yang disebut "Gender Orgasm Gap" - kesenjangan orgasme antara laki-laki dan perempuan. Tinjauan riset tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya 30–60% perempuan mencapai orgasme dalam hubungan seks heteroseksual, sedangkan pada laki-laki angkanya mencapai 70–100%.
Seberapa tinggi hasrat seksual dalam hubungan Anda sekarang?Foto: Josef Horazny/CTK/IMAGO
Seks dan kepuasan dalam hubungan
Bagi pasangan yang hubungannya berlanjut setelah fase awal yang penuh gairah, kurangnya kepuasan seksual dari perempuan dapat memicu masalah. Menurut penelitian psikolog dan ahli seksual Natalie Rosen, kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi membuat topik seputar seks begitu membebani dan menurunkan libido.
Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan seksual dalam hubungan dapat meningkatkan gairah serta kepuasan terhadap hubungan secara keseluruhan.
Pasangan yang tidak berkomunikasi berisiko terus mengulang "program seks" lama yang membosankan. "Sering kali perempuanlah yang akhirnya merasa bosan," kata Seiferth.
Menstruasi: Datang Bulan atau Ada Tamu?
06:49
This browser does not support the video element.
Apa yang dapat dilakukan jika hubungan kehilangan minat akan seks?
"Bagi perempuan, perasaan dihargai dalam hubungan sangat penting," ujar Seiferth. Jika tidak ada perasaan dilihat dan dihargai, maka kehidupan seksual pasangan juga kerap terganggu. "Perempuan butuh keberanian untuk menunjukkan kebutuhannya dan juga untuk mengatakan apa yang tidak mereka inginkan."
Banyak pasangan yang datang ke praktik Seiferth tidak lagi bersentuhan secara intim dalam kehidupan sehari-hari — hanya sentuhan otomatis, tanpa pelukan panjang, tanpa ciuman, tanpa sentuhan ringan. "Lalu tiba-tiba di akhir pekan mereka 'harus' berhubungan seks. Rasanya seperti melompat dari papan loncat sepuluh meter," ujar Seifert.
Karena itu, selain komunikasi, keintiman fisik sangat penting. Tidak melulu tentang seks, tetapi tentang bagaimana memperkuat ikatan. Untuk pasangan lain, memberi ruang dan otonomi juga bisa membangkitkan gairah. "Kadang, jarak dan pengalaman baru masing-masing pihak justru menumbuhkan kembali hasrat," jelas Seiferth.
Jangan Lakukan Ini Sebelum Berhubungan Seks
Ada beberapa kesalahan yang kadang-kadang tidak disadari pasangan suami istri saat berhubungan intim. Akibatnya bisa mengganggu kesehatan. Hal-hal berikut ini sebaiknya dihindari sebelum melakukan hubungan seksual.
Foto: Fotolia/fotogestoeber
Buang air kecil
Buang air kecil sesudah berhubungan intim dapat membuat semua bakteri penyebab infeksi keluar. Namun jangan lakukan itu sebelum berhubungan seks, karena penyebab utama infeksi saluran kencing adalah kebiasaan 'pipis' sebelum berhubungan seksual. Demikian saran Urolog New York, David Kaufman.
Foto: imago/mm images/Berg
Minum antihistamin (anti alergi)
Antihistamin baik untuk meredakan efek alergi, karena mengeringkan selaput lendir di hidung yang berair, namun obat ini juga mengeringkan organ intim. Tentu, vagina yang kering membuat hubungan seks terasa tidak nyaman. Selain itu, secara umum, antishistamin juga menurunkan libido.
Foto: Colourbox/Syda Productions
Mabuk-mabukan (kebanyakan alkohol)
Alkohol kadang bisa membantu memicu gairah seksual. Namun minuman beralkohol dalam takaran berlebihan justru mengakibatkan hambatan bagi pria untuk ereksi.
Foto: Fotolia/eyetronic
Salah ukuran kondom
Ukuran karet pengaman dalam berhubungan seksual amat penting. Pemilihan ukuran kondom yang pas mengurangi risiko selip dan terlepas disaat sedang melakukan hubungan seksual.
Foto: Fotolia/Sergejs Rahunoks
Mencukur rambut di sekitar organ intim
Bebas bulu halus di sekitar area intim mungkin sedang tren, tapi dapat berisiko infeksi akibat luka gesekan saat berhubungan badan. Pakar klinis juga memperingatkan, area intim yang dicukur menjadi salah satu penyebab infeksi herpes, sebab luka kecil pun dapat menularkan virus.
Foto: Fotolia/PhotographyByMK
Lupa bersihkan alat permainan seks
Selain tubuh yang bersih, alat permainan seks pun sebaiknya dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Jangan pernah lupa membersihkan sex toy sebelum berhubungan seks, karena dapat menyebabkan infeksi. Untuk melindungi diri, cucilah dulu alat permainan itu dan bersihkan dulu dengan tisu anti bakteri.
Foto: picture-alliance/dpa
Menggunakan pelumas mengandung mentol
Perempuan yang telah menopause mengalami penipisan jaringan vagina. Memakai pelumas yang mengandung mentol bisa menyebabkan iritasi. Khusus untuk perempuan sekitar usia menopause, menurut ginekolog Cheryl Iglesia, sebaiknya gunakan pelumas berbasis air tanpa mentol untuk menghindari ketidaknyamanan.
Foto: picture-alliance/dpa/M. Wuestenhagen
7 foto1 | 7
Tak sekadar seks
Sering kali gairah, kenikmatan, dan rasa bersemangat muncul saat foreplay melalui sentuhan dan ciuman. "Kalau saya hanya berhubungan seks saat saya merasa tiba-tiba menginginkannya, maka saya perlu menunggu sangat lama," ujar Seiferth. Kalau dulu di awal hubungan hal itu datang dengan mudah, kini pasangan perlu meluangkan waktu dan ruang tanpa stres di tengah kesibukan anak, rapat, dan tumpukan cucian untuk "menciptakan keintiman yang menyenangkan di mana seks bukanlah kewajiban namun tetap mendapat perhatian penting bagi pasangan."
Bukan hanya seks yang memperkuat hubungan, tapi juga momen setelahnya. Pasangan yang berpelukan dan saling memperhatikan setelah hubungan seks akan mendekatan, memperkuat kepercayaan, dan kasih sayang.
Menurut penelitian psikolog Amy Muise, pasangan seperti ini lebih puas dengan hubungan mereka dan merasa lebih terpenuhi secara seksual. Hal ini berlaku terutama bagi perempuan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman