Super Tuesday di AS
5 Februari 2008
Masa kampanye amat panjang yang dimulai setahun lalu, kini memasuki periode paling menentukan.
Bagi Partai Demokrat momentum ini dapat menjadi masa yang penuh ketidak pastian, demikian komentar harian Italia La Repubblica. Harian yang terbit di Roma ini lebih lanjut menulis:
"Kubu Demokrat boleh jadi belum memiliki nama kandidat definitif untuk jabatan di Gedung Putih pada kongres partainya sebulan lagi. Penyebab utamanya adalah persaingan ketat kedua calon Demokrat, antara Hillary Clinton dan Barack Obama. Tapi persaingan ini pula yang menarik perhatian jutaan warga AS, yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak tertarik pada tema politik."
Sementara harian Luxemburger Wort yang terbit di Luxemburg dalam tajuknya juga menulis komentar senada:
"Barack Obama merupakan satu-satunya calon dari Partai Demokrat, yang berhasil mengail dukungan dari kelompok pemilih independen. Juga clan Kennedy kini mendukungnya. Tapi ketenaran dan karisma keluarga Clinton, di basis Partai Demokrat masih amat besar. Kini senator kulit hitam itu dengan cepat mengejar ketinggalannya, dengan dukungan promosi dari clan Kennedy. Hal ini dapat menyebabkan ketidak menentuan di kubu Demokrat, karena setelah Super-Tuesday ini, mereka bisa saja belum memiliki kandidat definitif. Dampaknya, kandidat Partai Republik, John McCain, dapat memanfaatkan peluang, meraup keuntungan dari persaingan di Partai Demokrat itu dengan merangkul pemilih di kubu tengah.
Juga harian Prancis La Republique du Centre yang terbit di Orleans, dalam tajuknya menyoroti persaingan antara Hillary Clinton dan Barack Obama.
"Pertarungan antara Clinton dan Obama, kelihatannya tidak tepat disebut babak final. Apakah kehausan akan sesuatu yang baru di Amerika mampu menyingkirkan berbagai prasangka lama, dan pada akhirnya memilih seorang tokoh Afro-Amerika sebagai pimpinannya? Saat ini kelihatannya selururh warga Amerika sedang melayang-layang dalam impian ajaib. Tapi kita sudah sering mengalami di masa lalu, pada detik-detik terakhir semua kembali terbangun dan balik ke Bumi."
Sedangkan harian Amerika Serikat The New York Times yang terbit di New York menyoroti situasi ekonomi AS menjelang Super-Tuesday.
"Presiden George W. Bush meninggalkan warisan yang mengerikan. Anggaran belanja negara tahun 2009 yang diajukan Bush merupakan bukti menyedihkan bagi prioritas yang keliru. Sebuah politik keuangan yang amburadul dan merupakan warisan mengerikan bagi presiden AS mendatang. Belum jelas bagian mana dari usulan presiden itu akan disetujui Kongres yang dikuasai mayoritas Demokrat. Di tahun pemilu ini, masalah paling mendasar adalah rusaknya citra militer akibat perang Irak. Militer memerlukan anggaran ratusan milyar untuk memulihkan reputasinya. Selain itu masih terdapat masalah menyangkut program sosial yang tidak adil, serta penurunan pajak bagi orang kaya."