Suriah Bantah Terlibat Pembunuhan Hariri
21 Oktober 2005DAMASKUS: Pemerintah Suriah membantah terlibat dalam serangan bom yang menewaskan mantan PM Libanon, Rafik Hariri. Hasil penyidikan PBB mengenai hal itu, bermotif politis dan jauh dari kenyataan, demikian pernyataan dari Damaskus. Juga presiden Libanon, Emil Lahoud menolak bahwa dirinya bersalah. Sebaliknya laporan PBB yang merupakan hasil penyidikan pakar hukum Jerman, Detlev Mehlis yang sekarang dipublikasikan, menunjukan bukti tegas ketelibatan dinas rahasia Suriah dan Libanon dalam serangan pembunuhan bulan Februari lalu, yang selain menewaskan Hariri juga membunuh 20 orang lainnya. Dalam laporan penyidikan setebal 50 halaman itu, juga ditegaskan keterlibatan mantan menteri dalam negeri Suriah, Ghazi Kanaan yang tewas secara misterius pekan lalu.
