Suriah dan Intervesi Internasional
17 Juni 2011
Harian liberal Perancis Libération berkomentar:
Perancis tidak mungkin membom Libya, dan pada saat bersamaan menutup mata dari pengekangan berdarah yang terjadi di Damaskus. Untuk meraih kecaman DK PBB terhadap rejim Suriah butuh usaha keras. Tetapi tema Suriah melumpuhkan masyarakat internasional jauh lebih besar daripada tema Libya. Sementara dunia Arab sangat menyolok dengan kebungkamannya. Negara-negara besar ambang industri tampak jelas bersikap sinis, karena mereka sendiri melancarkan tekanan baik di negara sendiri, maupun di daerah-daerah, di mana pengaruh mereka luas. Itu tidak terpantau masyarakat internasional. Berkaitan dengan Brasil dan Afrika Selatan, pada prinsipnya mereka memang tidak menginginkan intervensi Barat.
Situasi tegang di Suriah juga dikomentari harian Perancis, Sud-Ouest, di samping konflik di Libya:
Apa bedanya pasir berwarna kuning di padang pasir Libya dan batu-batuan mengandung kapur di dataran tinggi Suriah yang tidak dihuni? Hanya satu: Libya adalah negara, yang tidak menarik bagi siapapun, karena pemimpin politiknya sendirian dan sudah melemah. Jika orang memperhatikan konsekuensi aksi militer yang awalnya bertujuan melindungi masyarakat sipil, orang akan depresi. Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO mengakui, jumlah korban sekarang sampai puluhan ribu. Dan aksi yang seyogyanya hanya akan berlangsung beberapa hari atau pekan, sekarang mungkin akan berjalan setahun.
Aiman al Sawahiri kini menjadi pemimpin jaringan teror Al Qaida, menggantikan Osama bin Laden. Ini juga mendapat sorotan sejumlah harian Eropa.
Harian konservatif Corriere della Sera yang terbit di Milan, Italia berkomentar:
"Bin Laden punya karisma yang tidak dimiliki penggantinya." Itu perkataan Presiden AS, Barack Obama mengenai pemilihan "Doktor" Aiman al Sawahiri untuk mengepalai Al Qaida. Dan al Sawahiri memang mungkin akan menghadapi kesulitan untuk mengendalikan "Osama-Osama kecil". Namun demikian orang sebaiknya tidak menganggap remeh al Sawahiri. Sejarah hidupnya menunjukkan, ia mampu melakukan perubahan-perubahan dramatis. Sekarang, karena sudah menjadi Emir bagi Al Qaida, ia lebih dapat menunjukkan otoritasnya. Biar bagaimanapun bukan citranya saja yang dipertaruhkan, melainkan juga status dan nama jaringan teror itu.
Harian Austria, Salzburger Nachrichten mengomentari pemilihan al Sawahiri berkaitan dengan situasi Al Qaida saat ini:
Seberapa tidak pentingnya Al Qaida sekarang, dapat dilihat dari upaya al Sawahiri dan rekan-rekannya untuk menjadi sebuah faktor yang ada artinya dalam pergolakan yang sedang berlangsung di dunia Arab. Sekarang bahaya kongkrit terutama berasal dari orang-orang yang hanya meniru. Untungnya, bagi aparat keamanan mereka mudah dilacak, karena bertindak seperti pemula. Itu risiko yang bisa ditanggung, dan itu sudah tidak dapat lagi membenarkan pengeluaran biaya, apalagi pembuatan undang-undang baru, yang membatasi kebebasan individu di banyak tempat atas nama perjuangan anti teror.
dpa/afp/Marjory Linardy
Editor: Dyan Kostermans