1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
TravelSwiss

Swiss: Kebakaran di Resor Mewah Tewaskan Belasan Orang

Rizki Nugraha sumber: Reuters, AP
1 Januari 2026

Belasan tamu hotel diperkirakan tewas saat sebuah resor mewah di Swiss terbakar api. Sebagian besar 100 korban luka berada dalam kondisi serius. Otoritas setempat sebut pemicunya adalah kecelakaan kembang api.

Lokasi kejadian di Crans-Montana
Kondisi setelah kebakaran di Crans-Montana, SwissFoto: Maxime Schmid/AFP/Getty Images

Api melahap bar resor mewah Le Constellation di Crans-Montana, Swiss, lewat tengah malam usai pergantian tahun. Dentuman keras disusul kobaran api pada pukul 01.30 dini hari waktu setempat mengubah pesta Tahun Baru di kawasan ski elite itu menjadi tragedi.

Sekitar 40 orang sempat dikabarkan tewas dan sedikitnya 100 lainnya luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius, lapor kantor berita Reuters. Para korban berasal dari berbagai negara. Namun begitu, sejauh ini belum ada angka pasti mengenai jumlah korban.

Pemerintah setempat menutup total area kejadian dan menetapkan zona larangan terbang di atas wilayah Crans-Montana, sementara helikopter evakuasi dan puluhan ambulans terlihat mondar-mandir sepanjang malam.

Polisi melaporkan, sekitar 40 orang tewas dan sedikitnya 100 lainnya luka-luka, sebagian besar dalam kondisi serius.Foto: Maxime Schmid/AFP/Getty Images

"Kami memperlakukan ini sebagai kecelakaan, bukan serangan,” kata jaksa Beatrice Pilloud dalam konferensi pers, Kamis. Meski demikian, otoritas membuka penyelidikan penuh untuk memastikan penyebab ledakan yang memicu kebakaran tersebut.

Kepala keamanan Kanton Valais, Stéphane Ganzer, menyatakan sejumlah korban merupakan warga negara asing. Polisi kanton membuka layanan hotline bagi keluarga korban yang mencari kabar. Para korban luka dilarikan ke rumah sakit di Sion, Lausanne, Geneva, hingga Zurich.

"Kami semua terguncang oleh apa yang terjadi semalam di Crans," ujar Kepala Kepolisian Valais, Frédéric Gisler. Ia enggan menyebut angka pasti korban tewas, meski Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi informasi awal dari polisi Swiss menyebutkan sekitar 40 orang meninggal.

Crans-Montana merupakan salah satu tujuan wisata ski mewah di Swiss, yang rajin disambangi turis mancanegara.Foto: Jean-Christophe Bott/KEYSTONE/dpa/picture alliance

"Duka bagi seluruh negeri"

Otoritas mengerahkan sedikitnya 10 helikopter dan 40 ambulans. Banyak korban mengalami luka bakar serius. Tim forensik bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi jenazah. "Prioritas kami adalah mengembalikan para korban kepada keluarga mereka secepat mungkin," kata Pilloud.

Presiden Swiss Guy Parmelin menyampaikan belasungkawa melalui media sosial X. "Apa yang seharusnya menjadi momen kegembiraan pada hari pertama tahun ini berubah menjadi duka yang menyentuh seluruh negeri, bahkan jauh melampauinya," tulisnya.

Dari Roma, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menduga kebakaran dipicu kembang api yang digunakan dalam perayaan Tahun Baru. "Kemungkinan besar ini kecelakaan, ledakan atau petasan yang memicu kebakaran," ujarnya kepada televisi Sky TG24.

Penyelidikan masih berlangsung. Sementara itu, Crans-Montana, yang biasanya dipenuhi wisatawan dan semarak musim dingin, terbangun di awal tahun dengan bau asap dan suasana berkabung.

*) Artikel ini telah diperbarui sesuai informasi teranyar

Editor: Arti Ekawati

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait