1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tahun Kuda 2026: Bagaimana Kuda Mengiringi Sejarah Manusia?

18 Februari 2026

Kuda menjadi hewan yang dihargai dalam berbagai budaya. Hewan ini juga menempati posisi utama dalam zodiak Cina atau shio. Tokoh terkenal yang lahir di tahun kuda termasuk Nelson Mandela dan Jackie Chan.

Pengunjung melewati karpet bergambar kuda di sebuah pusat perbelanjaan di Malaysia
Tahun kuda 2026 dipandang sebagai lambang ketangguhanFoto: Chong Voon Chung/Xinhua/picture alliance

Tahun ini, Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari. Perayaan Tahun Baru Cina yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, karena menandai datangnya musim semi dan dirayakan seantero Cina dan sejumlah negara di Asia Timur.

Pada hari raya Tahun Baru Imlek, ada tradisi berkumpul bersama keluarga untuk menikmati hidangan. Untuk anak-anak ada juga tradisi menerima uang dalam amplop merah yang dikenal dengan istilah “hong bao" atau "angpao".

Awal Tahun Baru Imlek juga menandai pergantian siklus zodiak Cina, yang dikenal sebagai shio, dengan masing-masing tahun diwakili oleh seekor hewan.

Ada beberapa kisah yang menjelaskan asal-usul zodiak tersebut. Salah satu legenda menyebutkan bahwa Kaisar Giok, salah satu dewa penting dalam kepercayaan Cina, mengundang semua hewan untuk mengikuti “perlombaan besar,” dan ada 12 hewan yang menang.

Hewan tersebut adalah tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing, dan babi.

Instalasi cahaya di Cina menampilkan legenda MulanFoto: Maxim Shemetov/REUTERS

Para pesohor bershio kuda

Jika seseorang lahir pada tahun 1918, 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014, atau 2026, maka mereka bershio kuda.

Setiap tahun hewan juga dikaitkan dengan salah satu dari lima unsur, yakni kayu, api, tanah, logam, atau air. Dengan demikian, secara lebih spesifik, 2026 adalah tahun Kuda Api.

Dalam budaya tradisional Cina, kuda melambangkan kekuatan, kecepatan, keberanian, kesetiaan, kebebasan, dan bakat. Mereka yang bershio kuda ini sering disebut sebagai pribadi yang berani, teguh, jujur, setia, dan mandiri.

Tokoh-tokoh terkenal yang bershio kuda antara lain presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan Nelson Mandela, bintang film kung fu asal China Jackie Chan, sutradara Ang Lee dan Martin Scorsese, aktris film Avatar Zoe Saldana, mantan personel The Beatles Paul McCartney, serta koki tersohor asal Inggris Gordon Ramsay.

Selain itu, manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan, Neil Armstrong, juga bershio kuda. Saat menjejakkan kaki di permukaan bulan, ia berkata, “Ini satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia."

Objek merah dan emas dari makam Tutankhamun yang memperlihatkan ikon kudaFoto: Robert Harding Productions/robertharding/picture alliance

Ikatan panjang manusia dan kuda

Kuda telah lama menjadi penggerak kehidupan manusia. Hewan tersebut menarik kereta perang di zaman Mesir kuno, jadi simbol tersohor dalam mitologi Yunani, dan gagah berlari mengitari Circus Maximus di Roma pada abad ke-6 sebelum Masehi.

Kuda juga juga memiliki makna mendalam di zaman kekaisaran Cina di masa lampau. Salah satu buktinya, di musoleum kaisar pertama China, Qin Shi Huang ada ratusan replika kuda berukuran asli yang terbuat dari tanah liat. Itu dibuat karena sang kaisar mempercayai bahwa kuda adalah "pasukan kaisar di kehidupan berikutnya."

Temuan arkeologi menunjukkan bahwa manusia mulai menjinakkan kuda sekitar 6.000 tahun lalu di Eurasia bagian barat. Wilayah yang membentang dari Ukraina, melewati barat daya Rusia, hingga utara Kazakhstan. Seiring penyebaran kawanan kuda yang telah didomestifikasi, berbagai kelompok peternak kuda saling mengawinkan hewan-hewannya. Sehingga menciptakan keragaman genetik kuda seperti yang terlihat sampai saat ini.

Lukisan Napoleon Bonaparte pada akhir abad 18Foto: Granger Historical Picture Archive/IMAGO

Hingga kini, para penunggang kuda di Kazakhstan dan Mongolia masih memakai kuda sebagai sarana transportasi dan sumber penghidupan, sekaligus simbol warisan budaya nomaden mereka — peran yang telah dimainkan hewan ini sejak masa pasukan berkuda Jenghis Khan untuk melintasi benua.

Di Semenanjung Arab, para peternak Badui menjaga garis keturunan kuda yang paling berharga melalui tradisi pencatatan lisan, bukan catatan tertulis, dengan mewariskan silsilah kuda lewat ingatan lintas generasi.

Selama ribuan tahun, kuda merupakan bentuk transportasi tercepat dan paling diandalkan manusia. Hewan tersebut membawa pasukan melintasi benua, menarik bajak, gerobak, dan kereta pos, menghubungkan jalur perdagangan yang jauh dan terpencil, serta mendukung perluasan kekaisaran jauh sebelum mesin uap atau mesin berbahan bakar bensin mengubah mobilitas global.

Dalam banyak hal, kuda adalah kendaraan pertama di dunia: dalam dunia otomotif, istilah “tenaga kuda” hingga kini masih digunakan untuk merujuk kekuatan mesin.

Sekumpulan kuda Yakutian di tengah musim dingin SiberiaFoto: Semen Sivtsev/AA/picture alliance

Kebebasan, hibernasi dan berlari cepat

Hampir setiap ras kuda memiliki kisah latar belakangnya sendiri, termasuk Mustang dan Yakutian.

Kuda sempat dianggap punah di Amerika Utara sejak berakhirnya Zaman Es. Karena itu, ketika ekspedisi Spanyol memperkenalkan kembali kuda pada awal 1500-an, hewan-hewan yang melarikan diri atau dilepaskan dari kawanan kolonial kemudian menjadi “pendahulu” bagi Mustang yang dikenal saat ini.

Bahkan, nama “Mustang” berasal dari kata berbahasa Spanyol mesteño, yang berarti kuda liar atau tanpa pemilik.

Dulu, kuda-kuda tersebut berkeliaran di padang rumput Amerika Utara bagian tengah. Mereka membentuk kawanan liar yang kemudian diadopsi, dikembangbiakkan, dan diperdagangkan, sehingga mengubah mobilitas, perburuan, perdagangan, hingga peperangan.

Kecepatan dan kebebasan kuda tersebut kelak menginspirasi nama Ford Mustang, salah satu mobil paling ikonik pada abad ke-20.

Di Siberia utara, kuda Yakutian telah beradaptasi dengan musim dingin, yang bisa dibilang, paling ekstrem di Bumi. Bulu kuda Yakutian yang sangat tebal dan tubuh yang kekar membantu mereka bertahan hidup dalam suhu yang dapat turun hingga di bawah minus 60 derajat Celsius.

Kuda Yakutian juga memiliki kemampuan menurunkan laju metabolisme dan suhu inti tubuh atau semacam “hibernasi sambil berdiri” yang memungkinkan mereka menghemat energi sambil tetap terjaga dan aktif. Berbeda dengan hewan yang benar-benar berhibernasi, kuda Yakutian tidak memasuki tidur panjang. Mereka terus merumput dan bergerak melewati musim dingin Arktik.

Tidak ada kuda lain yang memiliki kemampuan seperti itu, dan para ilmuwan menggambarkan adaptasi cepat Yakutian sebagai salah satu perubahan evolusioner tercepat yang pernah tercatat dalam spesies tersebut.

Karena sensitifitasnzya kuda bisa membantu terapi psikologis manusiaFoto: Daniel Requena Lambert/Visually/picture alliance

Kuda sebagai penyembuh dan pelatih

Dalam beberapa dekade terakhir, kuda telah mengambil peran-peran baru yang menempatkan mereka dalam kemitraan yang jauh lebih dekat dengan manusia. Terapi dengan bantuan kuda (Equine-assisted therapy/EAT) kini bisa mendukung orang-orang dengan post traumatic stress disorder (PTSD), autisme, kecemasan, serta disabilitas fisik, dengan memanfaatkan kepekaan kuda terhadap bahasa tubuh dan emosi manusia.

Kepekaan yang sama juga menjadikan kuda sebagai mitra dalam pelatihan kepemimpinan. Mereka mampu memahami hal-hal kecil misalnya ketika seseorang tiba-tiba menegang, menggenggam terlalu erat, atau memberikan sinyal yang tidak selaras dengan gerak tubuh. Kuda akan mampu merespons seketika. Dalam lokakarya semacam ini, kesediaan kuda untuk mengikuti atau justru menjauh memberi manusia ruang untuk merenungkan cara mereka memimpin, mendengarkan, dan menetapkan batasan.

Dari transportasi dan peperangan hingga terapi dan pelatihan kepemimpinan, kemitraan manusia dan kuda terus berkembang — dibentuk oleh sejarah, budaya, serta peran-peran baru yang dimainkan kuda dalam kehidupan kita saat ini.

 

Artikel ini diadaptasi dari bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Joan Aurelia Rumengan

Editor: Tezar Aditya

 

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait