1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tajuk: Citra AS di Jerman

3 Agustus 2007

Jerman adalah negara Eropa di mana Amerika Serikat punya citra atau image terburuk.

Themenbild Kommentar deutsch
Foto: DW

Menurut hasil penelitian terbaru dari „Pew Research Center´“ di Washington hanya 30 persen dari warga Jerman yang menilai AS secara positif. Bagaimana dengan Indonesia? 29 persen penduduk Indonesia menilai posisitf negara adidaya itu. Di Jerman, pada tahun 2000, tercatat 78 persen warga yang bersimpati pada AS.

Sejak perang Irak, reputasi Amerika di dunia turun berat. Tetapi, sekarang pandangan itu membaik. Perubahan itu bahkan terlihat di negara-negara seperti Prancis yang pada tahun-tahun pertama perang Irak menunjukkan sikap sangat anti Amerika. Hanya di negara-negara tertentu yang berdasarkan agama Islam, citra Amerika masih tetap buruk.

Apa yang menyebabkan sikap orang Jerman terhadap Amerika Serikat demikian? Kecurigaan itu sudah tentu bermuara dari perang Irak dan wacana ala „Cowboy“ dari Presiden AS George W. Bush. Juga karena Washington tidak cukup menunjukkan kesediaan menangani masalah lingkungan atau negara-negara berkembang. Lain dari sikap praduga terhadap bangsa lainnya, anti-Amerika di Jerman ditolerir secara politis dan sosial.

Lima tahun yang lalu Kanselir Jerman saat itu, Gerhard Schöder, menentang perang Irak. Dia memisahkan diri dari aliansinya melalui kata-kata seperti „bertindak sendiri“ dan „petualangan“. Kritik tajamnya terhadap Washington menimbulkan perpecahan politik di Jerman. Namun, sikap ini menolong koalisi Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau untuk kembali dipilih.

Pada tahun-tahun berikutnya, sikap anti-perang berkembang menjadi sikap anti-Amerika. Banyak orang Jerman menganggap Amerika tidak hanya sebagai pemicu perang, tetapi juga pencemar lingkungan terbesar dan globalis yang ke mana-mana mencari keuntungan kapitalis. Sikap ini merupakan tren politis. Amerika bermutasi dari „mitra perdamaian menjadi „kambing hitam“ untuk banyak masalah dunia saat ini. Misalnya untuk pemanasan iklim, peningkatan kekerasan di Timur Tengah dan juga untuk jurang pemisah antara negara industri dan berkembang.

Sangat sedikit dilakukan para politisi untuk memperbaiki citra ini. Terutama politisi dari golongan kiri memilih berpaling ke Rusia yang kaya akan sumber gas. Pada masa pemerintahannya Gerhard Schroder menyikapi Presiden Rusia Wladimir Putin sebagai seorang demokrat sejati. Dan media Jerman memainkan lagu yang sama. Kesamaan budaya dan politis antara AS dan Jerman sedikit diberitakan. Tema pemilikan senjata, hukuman mati, Guantanamo Bay, Abu Ghraib dan penolakan Kyoto-Protokol mendominasi pendapat umum mengenai AS. Setelah tujuh tahun kekuasaan koalisi merah-hijau praduga anti-Amerika tertanam kuat.

Meskipun pemerintah hitam-merah saat ini berhasil memperbaiki hubungan resmi antara kedua negara, sikap kritis masyarakat Jerman terhadap Amerika tidak berubah banyak. Sikap anti-Amerika di Jerman tercermin dalam hasil jajak pendapat awal tahun ini. 57 persen penduduk Jerman yang berusia antara 18 hingga 29 tahun menyatakan, AS lebih berbahaya daripada Iran. Rasa curiga terhada AS tampaknya tidak akan cepat hilang. Menurut sejumlah pakar sosiologi, sikap anti-Amerika semakin tinggi bersamaan dengan makin tingginya status sosial dan pendidikan orang yang bersangkutan.

Namun, orang Amerika tidak perlu khawatir. Sikap Jerman ini lebih menggambarkan ideologi politis, ketimbang penolakan sejati terhadap orang Amerika. Ini adalah ungkapan sikap yang terbiasa menyalahkan satu-satunya negara adidaya untuk semua kesalahan yang ada. Sikap ini dapat diubah hanya melalui pencerahan dan hubungan pribadi dan mungkin melalui perubahan personel di Gedung Putih.