Gelombang panas ekstrem di Eropa memaksa Prancis menutup tiga reaktor nuklir. Lebih dari 380 juta orang terdampak, dan ratusan kematian di Spanyol diduga terkait suhu tinggi.
Orang-orang melakukan segala upaya untuk tetap sejuk di tengah gelombang panasFoto: Simon Wohlfahrt/AFP
Iklan
Perusahaan listrik Prancis, EDF, mengabarkan telah menutup dua reaktor nuklir tambahan karena suhu sungai meningkat hingga membuat air pendingin yang dibuang dari pembangkit melampaui batas lingkungan yang ditetapkan untuk melindungi tumbuhan dan hewan.
Dengan penutupan ini, total sudah tiga reaktor nuklir di Prancis yang tidak beroperasi akibat cuaca panas. Suhu rata-rata bertengger di atas 35 °C di penjuru negeri pada Kamis (25/06), menurut laporan kantor berita AFP.
Masalah serupa juga terjadi di Swiss, yang mengurangi operasional pembangkit Beznau. Pemerintah memperingatkan bahwa reaktor bisa ditutup sepenuhnya jika gelombang panas ekstrem terus berlangsung.
Ratusan juta orang terdampak suhu panas
Setidaknya 101 juta orang di Eropa saat ini sedang menghadapi panas ekstrem. Dari jumlah itu, sekitar 50 juta orang berada di Prancis dan 18 juta orang di Jerman.
Sementara itu, lebih dari 380 juta orang atau hampir dua pertiga populasi harus bertahan dalam suhu di atas 30 °C di berbagai wilayah Eropa . Angka ini mencakup 70 juta orang di Jerman, 63 juta orang di daratan Prancis, 48 juta orang di Italia, dan 38 juta orang di Inggris.
Reaktor nuklir Golfech yang diperlihatkan di sini sudah dimatikan pada Senin (22/06) malamFoto: Lionel Bonaventure/AFP
Analisis ini didasarkan pada prakiraan dari badan meteorologi Jerman serta proyeksi populasi tahun 2025 dari Joint Research Centre.
Pada hari Rabu (24/06), badan meteorologi Jerman menyatakan bahwa 94 juta orang telah terdampak suhu di atas 35 °C.
Malam terpanas di Jerman samai rekor sebelumnya
Suhu di Kota Bad Bergzabern, Jerman bagian barat, pada malam hingga Kamis (25/06) tercatat menyamai rekor panas 26,2 °C yang sebelumnya terjadi pada tahun 2019 di negara bagian yang sama, Rheinland-Pfalz, menurut data awal dari Dinas Meteorologi Jerman (DWD).
Ahli meteorologi DWD, Jens Winninghoff, mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa rekor lain, yaitu suhu tertinggi di bulan Juni di Jerman, berpotensi terpecahkan pada hari Jumat (26/06), seiring prakiraan panas ekstrem di wilayah barat dan barat daya negeri.
Iklan
Ratusan kematian di Spanyol diduga akibat gelombang panas
Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa diduga ikut berkontribusi pada 212 kasus kematian di Spanyol antara Minggu (21/06) hingga Rabu (24/06), berdasarkan perkiraan kelebihan angka kematian (excess mortality) dari sistem pemantauan.
Sistem ini, yang dikenal sebagai MoMo, mencatat jumlah kematian harian dan menganalisis kemungkinan penyebab lonjakan tersebut, termasuk faktor cuaca.
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa lebih awal dari biasanya. Di Jerman, suhu yang diperkirakan bisa mencapai 40°C menambah kekhawatiran akan dampaknya pada kesehatan warga dan infrastruktur.
Foto: Michael Nguyen/NurPhoto/picture alliance
Berenang di kolam dingin jadi solusi
Gelombang panas merambat hingga ke Jerman. Pada Selasa (01/07), suhu melonjak antara 30 - 38°C dan menyelimuti hampir seluruh penjuru negeri. Beberapa wilayah di North Rhine-Westphalia dan Baden-Württemberg bahkan telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Di banyak tempat, satu-satunya cara meredakan panas adalah dengan berenang di kolam dingin, seperti di kolam renang Swabian Alb ini.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
Memecahkan rekor suhu panas
Seperti jamur warna-warni, payung-payung bertebaran di Pantai Almanda, Costa da Caparica, Portugal. Gelombang panas yang datang lebih awal membuat warga di Semenanjung Iberia mencari tempat berteduh di mana pun mereka bisa. Di El Granado, kota di selatan Spanyol yang berbatasan dengan Portugal, tercatat rekor suhu baru untuk bulan Juni: 46°C, menurut layanan cuaca Spanyol, Aemet.
Foto: CARLOS COSTA/AFP/Getty Images
Suhu panas berlanjut hingga malam hari
Tak hanya terasa menyiksa di siang hari, suhu panas berlanjut hingga malam. Di wilayah selatan Spanyol, seperti Sevilla, suhu udara sepanjang akhir pekan tak pernah turun di bawah 30°C. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di barat daya Jerman, dengan suhu malam hari tetap di atas 20°C. Tanpa pendingin udara, tidur malam yang nyenyak terasa mustahil.
Foto: CRISTINA QUICLER/AFP/Getty Images
Menara Eiffel ditutup akibat panas terik
Matahari terik menyinari kota Paris pada Selasa (01/07), saat Prancis untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir menetapkan tingkat peringatan panas tertinggi untuk ibu kotanya. Suhu diperkirakan akan mencapai 41°C. Akibat cuaca ekstrem ini, lantai atas Menara Eiffel, ikon terkenal Paris, ditutup untuk pengunjung hingga Rabu (02/07).
Foto: Thibaud Moritz/AFP/dpa/picture alliance
Gondola berpayung hingga jalan melembung
Akibat panas terik, para turis di Venesia terpaksa berlindung di balik payung saat menaiki gondola. Di Veneto, sebuah jalan raya bahkan harus ditutup karena permukaannya melengkung akibat suhu ekstrem. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan imbauan agar warganya menunda perjalanan ke Italia karena gelombang panas yang terus berlanjut.
Foto: ANDREA PATTARO/AFP/Getty Images
Tanpa pendinginan, cuaca panas bisa mematikan
Tanpa upaya pendinginan, suhu tinggi bisa membahayakan kesehatan. Menurut Kantor Statistik Federal Jerman, dalam sepuluh tahun terakhir, sekitar 1.400 orang dirawat di rumah sakit setiap tahunnya akibat gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan panas atau sinar matahari. Rata-rata, 22 orang meninggal setiap tahun akibat kondisi tersebut.
Foto: Peter Kneffel/dpa/picture alliance
Olahraga saat cuaca panas? Pilih waktu yang tepat!
Olahraga luar ruangan tidak disarankan saat cuaca panas. Karenanya, pelari ini memilih berlari pagi di Berlin, saat udara masih relatif sejuk. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan. Untuk terhindar dari dampak buruk, masyarakat dianjurkan berlindung dari paparan sinar matahari, banyak minum air putih, dan mencari tempat sejuk.
Foto: Christoph Soeder/dpa/picture alliance
Cuaca makin panas, olahraga air jadi pilihan
Olahraga air seperti wakeboarding menjadi cara ideal untuk menghadapi teriknya cuaca. Puncak gelombang panas diperkirakan akan terjadi di Jerman pada Rabu (02/07). Badan Cuaca Jerman memprediksi suhu akan berkisar antara 33 - 39°C, meliputi hampir seluruh wilayah, dari Laut Baltik di utara hingga Black Forest di selatan.
Foto: Henning Kaiser/dpa/picture alliance
Yunani hadapi panas ekstrem, laut mediterania menghangat
Di Yunani, seorang gadis tampak menyempatkan diri menyejukkan tubuh di air mancur Athena. Rekor suhu juga tercatat di perairan Laut Mediterania. Di lepas pantai Kepulauan Balearic, suhu air laut mencapai 26°C. Sementara itu, meski angin kencang sedikit membantu meredam panas, risiko kebakaran hutan justru meningkat ke level tertinggi di negara tersebut.
Foto: Stelios Misinas/REUTERS
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya”
Di Provinsi Izmir, Turki, 1.000 petugas pemadam kebakaran dan 14 helikopter dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi pada Minggu (29/06). Sementara itu di Prancis, kebakaran hutan menghanguskan 400 hektar lahan. Peringatan panas pun diberlakukan di 84 dari 95 wilayah. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Transisi Ekologi Prancis, Agnes Pannier-Runacher, kepada AFP.
Foto: Mehmet Emin Menguarslan/Anadolu/picture alliance
Dari manusia hingga hewan, cuaca ekstrem ancam kehidupan
Panas ekstrem tak hanya berdampak pada manusia, tapi juga pada tumbuhan dan hewan. Seekor anjing dan pemiliknya tampak berusaha mendinginkan diri di Sungai Danube. Menurut penelitian, kini gelombang panas terjadi lebih sering, lebih lama, dan semakin intens akibat perubahan iklim. Di Jerman, suhu tinggi diperkirakan akan bertahan hingga Kamis (03/07), saat hujan diperkirakan akan turun.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
11 foto1 | 11
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 98 kematian tambahan saat Spanyol mengalami musim panas terpanas dalam sejarah. Sepanjang 16 Mei hingga 30 September tahun itu, total kematian terkait panas mencapai 3.832 kasus.
Jumlah tersebut meningkat 87,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, menurut data MoMo.
Istilah "excess mortality” sendiri mengacu pada selisih antara jumlah kematian yang benar-benar terjadi dan jumlah yang seharusnya terjadi berdasarkan data rata-rata sebelumnya.
Spanyol termasuk salah satu negara Eropa yang paling terdampak perubahan iklim.
Pekan ini, wilayah daratan Spanyol mencatat suhu rata-rata harian tertinggi sejak setidaknya 1950, yaitu gabungan rata-rata suhu tertinggi dan terendah dalam 24 jam, mencapai 28,08 °C pada Senin (22/06) dan naik menjadi 28,17 °C pada Selasa (23/06).
Sebagian besar peringatan cuaca telah dicabut pada Kamis (25/06), meski peringatan level kuning (terendah) masih diberlakukan di wilayah utara.
Barcelona Tempatkan Naungan terhadap Suhu Tinggi
03:49
Kenapa banyak orang Jerman tidak pakai AC?
Di negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, musim panas yang panas dan lembap biasanya diatasi dengan penggunaan pendingin udara (AC).
Namun di banyak wilayah Eropa, solusi yang digunakan cenderung sederhana, seperti menutup tirai, menyalakan kipas, dan menjaga persediaan air dingin.
Sekitar 90% penduduk di Amerika Serikat memiliki AC di rumah mereka, menurut Departemen Energi AS.
Di Eropa, yang memiliki iklim serupa, angkanya hanya sekitar 20%, meskipun berbeda-beda di tiap negara. Di Spanyol yang lebih panas dan cerah, sekitar setengah rumah tangga memiliki pendingin udara, sementara di Jerman hanya sekitar 6%.
Ada alasan yang jelas: hingga beberapa waktu lalu, AC tidak dianggap sebagai kebutuhan penting di banyak negara Eropa, terutama di wilayah utara.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris