Trump tetap bersikap tegas terhadap Ukraina dengan menangguhkan seluruh bantuan militer. Bagi Ukraina, dukungan ini sangat krusial, terutama dalam mempertahankan sistem pertahanan udaranya dari serangan Rusia.
Presiden AS, Donald Trump, telah menghentikan seluruh dukungan untuk Ukraina. Para ahli menyatakan bahwa hal ini membuat Ukraina hanya mampu menangkis serangan udara Rusia selama sekitar enam bulan.Foto: Kaniuka Ruslan/Avalon/Photoshot/picture alliance
Iklan
Presiden AS Donald Trump semakin memperketat pendekatannya terhadap Ukraina yang tengah dilanda perang.
Setelah terjadi perang mulut di Gedung Putih antara Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada awal Maret, Trump kini memutuskan untuk segera menghentikan seluruh bantuan militer AS ke Ukraina.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai cakupan atau durasi penghentian bantuan tersebut. Namun, besar kemungkinan keputusan ini mencakup penundaan pengiriman senjata dan amunisi senilai lebih dari $1 miliar (sekitar Rp16,4 triliun), yang sebelumnya telah disetujui oleh pemerintahan Biden tetapi belum sampai ke Ukraina.
Setelah pertemuan yang penuh ketegangan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dan Presiden AS, Donald Trump, Trump memutuskan untuk menghentikan seluruh bantuan serta dukungan militer bagi Ukraina.Foto: Jim Lo Scalzo/UPI Photo/IMAGO
Sejauh mana AS telah memberikan bantuan militer?
Sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, pemerintahan Biden telah memberikan dukungan militer kepada Ukraina dengan peralatan perang senilai lebih dari $65 miliar (sekitar Rp1 kuadriliun).
Iklan
Selain itu, AS juga telah melatih tentara Ukraina, termasuk pilot jet tempur, serta menyediakan data intelijen dan pengawasan.
Di luar sektor militer, AS juga memberikan miliaran dolar dalam bentuk bantuan ekonomi dan kemanusiaan.
Negara Pemasok Senjata ke Ukraina
Perang yang dilancarkan Rusia di Ukraina terus berkobar. PBB berusaha medorong dialog damai. Namun, sejumlah negara NATO mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina. Senjata apa yang sudah dan akan disuplai ke Ukraina?
Foto: Thomas Imo/photothek/picture alliance
Amerika Serikat, Beragam Senjata
Pentagon memasok beragam persenjataan ke Ukraina senilai 2,5 miliar USD. Antara lain peluru kendali anti pesawat terbang Javelin buatan Inggris (foto). Selain itu, AS merencanakan pengiriman 300 kendaraan lapis baja dan sejumlah meriam artileri yang bisa dikendalikan lewat GPS lengkap dengan amunisinya. Juga Washington akan kirim 11 helikopter transport tipe MI-17 buatan Uni Sovyet.
AS juga mengirim sekitar 300 Drone Switchblade yang dipuji gampang dikendalikan dan tidak perlu stasiun peluncur canggih di darat. Dengan bobot hanya beberapa kilogram Switchblade bisa diangkut dengan ransel dan punya daya jelajah hingga 10 km. Drone sekali pakai ini bisa dikendalikan secara presisi untuk diledakkan menghancurkan target musuh.
Foto: AeroVironment/abaca/picture alliance
Jerman, Tank Gepard
Pemerintah Jerman sudah menyetujui pengiriman senjata berat, berupa tank anti serangan udara jenis Gepard. Dikembangkan tahun 1970-an, tank ini selama tiga dekade jadi tulang punggung sistem pertahanan anti serangan udara Jerman. Dilengkapi meriam kaliber 23mm yang mampu menembus lapis baja, dulu terutama dirancang untuk melumpuhkan helikopter tempur MI-24 buatan Rusia.
Foto: Carsten Rehder/dpa/picture alliance
Turki, Drone Bayraktar
Turki sudah memasok 20 drone tempur Bayraktar TB2 ke Ukraina. Penjualan drone ini pada tahun 2021 mulanya tidak ada kaitannya dengan perang yang dilancarkan Rusia. Tapi seiring perkembangan situasi di Ukraina, drone buatan Turki ini jadi salh satu senjata berat yang dikirim ke Ukraina dari salah satu anggota NATO.
Foto: Mykola Lararenko/AA/picture alliance
Republik Ceko, Tank T-72 M4
Republik Ceko menjadi negara pertama anggota NATO yang mengirim senjata berat ke Ukraina. Bulan Januari 2022 seiring penguatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Praha mengirim amunisi dan granat anti panser. Setelah invasi Rusia, Republik Ceko mengirimkan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet (foto) dan panser tipe MBP.
Foto: Jaroslav Ozana/CTK/dpa/picture alliance
Polandia, MIG-29
Polandia merencanakan pengiriman sejumlah pesawat tempur tipe MIG-29 buatan Rusia ke Ukraina lewat negara ketiga. Namun NATO menolak rencana ini, karena dengan itu berarti pakta pertahanan Atllantik Utara akan dianggap terlibat secara langsung dalam perang di Ukraina. Warsawa akhirny hanya mengirim senjata tempur dan amunisinya.
Foto: Cuneyt Karadag/AA/picture alliance
Negara NATO Lain, Akan Kirim Senjata Taktis
Anggota NATO lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia dan Kanada sudah menjanjikan pengiriman bantuan persenjataan ke Ukraina. PM Inggris Boris Johnson sesumbar akan mengirim rudal anti armada laut, sementara PM Belanda Mark Rutte menjanjikan akan mengirim panser tempur. Namun sejauh ini belum ada yang melakukan pengiriman senjata (as/yf)
Foto: U.S. Army/Zuma/imago images
7 foto1 | 7
Menurut Komite non-partisan AS untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab, Kongres AS telah mengalokasikan dana sebesar $175 miliar (sekitar Rp2,9 kuadriliun) untuk Ukraina selama tiga tahun terakhir.
Namun, sejak Trump menjabat sebagai Presiden AS pada Januari lalu, tidak ada paket bantuan militer baru yang ditawarkan kepada Ukraina. Kyiv hanya menerima pengiriman senjata dan amunisi yang telah disetujui oleh pemerintahan sebelumnya di bawah kepemimpinan Joe Biden.
Pada Desember lalu, hanya seminggu sebelum meninggalkan jabatannya, Biden mengumumkan paket bantuan baru senilai hampir $6 miliar (sekitar Rp98,5 triliun) yang mencakup bantuan militer, dukungan anggaran untuk Ukraina, serta pendanaan melalui badan pembangunan AS, USAID.
Sistem pertahanan udara Patriot AS adalah kunci bagi pertahanan Ukraina melawan RusiaFoto: SERGEI SUPINSKY/AFP/Getty Images
Dampak penghentian bantuan militer AS ke Ukraina
Menurut para analis militer Barat, tentara Ukraina diperkirakan masih bisa bertahan dengan intensitas pertempuran yang sama selama sekitar enam bulan, bergantung pada persediaan senjata AS yang telah dikirim sebelumnya.
Bantuan militer AS meliputi tank Abrams dan Bradley, howitzer, peluru mortir dan artileri, berbagai drone dan persenjataannya, peluncur roket, serta peralatan pembersih ranjau.
AS juga telah memberikan dukungan logistik militer, seperti kendaraan pengangkut pasukan, truk pendukung, dan armored bridgelayers atau kendaraan berlapis baja yang berfungsi sebagai jembatan.
Terutama. bantuan AS di sektor pertahanan udara sangat penting bagi Ukraina. AS sebelumnya telah menyediakan beberapa sistem pertahanan udara, seperti Hawk, Patriot, Stinger, dan Avenger, termasuk amunisinya. Jika bantuan ini dihentikan, sistem pertahanan udara Ukraina yang selama ini cukup efektif bisa menjadi tidak dapat dioperasikan.
Rusia telah berulang kali melakukan serangan udara terhadap Ukraina, menargetkan infrastruktur vital seperti jalur transportasi, pembangkit listrik, dan industri persenjataan.
Yang paling utama bagi pertahanan udara Ukraina adalah Patriot, yang sulit digantikan oleh sekutu Eropa karena keterbatasan teknologi dan sumber daya yang dimiliki. Akibatnya, Ukraina bisa menghadapi kesulitan besar dalam menangkis serangan udara Rusia.
Inilah Persenjataan Jerman yang Disuplai untuk Perang Ukraina
Jerman mulanya dikritik mitra NATO, karena dinilai lamban memasok persenjataan berat ke Ukraina. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, persenjataan modern dari Jerman sudah dikirim dan dikerahkan dalam perang di Ukraina.
Foto: Marcus Brandt/dpa/picture alliance
Tank artileri pertahanan udara Gepard
Sedikitnya 30 tank pertahanan udara tipe Gepard dari Jerman sudah ikut bertempur di Ukraina. Dipersenjatai meriam ganda kaliber 35 mm, Gepard mampu menembak sasaran pesawat tempur, helikopter tempur, atau drone hingga ketinggian 3.500 meter. Tank ini juga bisa dikerahkan menyasar tank atau panser di darat.
Foto: Carsten Rehder/dpa/picture alliance
Howitzer - Panzerhaubizte 2000
Panser Howitzer 2000 dari Bundeswehr ini sedikitnya sudah 10 unit dikirim ke medan tempur di Ukraina. Dilengkapi meriam kaliber 155 mm, panser artileri otonom ini mampu menghancurkan sasaran pada jarak hingga 40 km. Panser bisa melaju hingga kecepatan 60 km/jam dan dapat melewati genangan air hingga kedalaman 1,5 meter.
Foto: Michael Kappeler/dpa/picture alliance
Pelontar rudal MARS 2
Sedikitnya tiga unit pelontar rudal multi MARS 2 sudah dikirim ke Ukraina. Bersama dengan sistem artileri jarak menengah itu, juga dikirim ratusan rudalnya yang mampu mencapai sasaran sejarak 80 km. Pelontar mampu menembakkan hingga 12 roket dalam semenit, untuk menyasar terget pada jarak 16 hingga 85 km.
Foto: Sebastian Gollnow/dpa/picture alliance
Sistem artileri pertahanan udara IRIS T SLM
IRIS T SLM mampu menangkal serangan rudal, roket, drone, atau helikopter tempur pada ketinggian hingga 20 km. Satu unit sistem pertahanan udara paling modern yang harganya sekiar 145 juta euro ini sudah dioperasikan di Ukraina. Ironisnya, angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr, hingga kini belum punya sistem arhanud ini.
Foto: Joerg Carstensen/picture alliance
Tank pembangun jembatan Biber
Pemerintah di Berlin menjanjikan pengiriman 16 unit tank pembangun jembatan tipe Biber. Enam unit dijanjikan dikirim hingga akhir tahun 2022, sisanya tahun depan. Rentang jembatan hingga 22 m, lebar 4 m, dan hanya dalam hitungan waktu menit. Jembatan mampu menahan bobot hingga 55 ton atau setara satu unit tank Gepard.
Foto: Patrik Stollarz/AFP via Getty Images
MANPADS Stinger
Sistem pertahanan udara portabel Stinger sudah dikirim saat awal pecah perang di Ukraina. Berlin sudah mengirim sedikitnya 500 unit Stinger ke medang perang Ukraina. Senjata ini dipuji sangat efektif menghancurkan sasaran pesawat tempur atau helikopter hingga ketinggian 4.000 m. Roket yang ditembakkan akan mengejar sasaran secara otonom dan biasanya meledakkan tanki bahan bakar pesawat.
Foto: Ingo Wagner/dpa/picture alliance
Senjata penghancur Bunker dan Panser
Jerman sudah mengirimkan ribuan unit senjata portable penghancur bunker dan panser ini sejak awal perang Ukraina. Ditembakan dari pundak serdadu, amunisi bisa menyasar objek diam hingga 400 m atau objek bergerak hingga 300 m. Amunisinya bisa menembus baja pelindung panser setebal 300 mm atau mengancurkan bunker beton bertulang baja setebal 240 mm. (as/ha)
Foto: Sebastian Gollnow/dpa/picture alliance
7 foto1 | 7
Peran Uni Eropa dalam mendukung Ukraina
Pada Kamis (06/03), para pemimpin Uni Eropa akan menggelar pertemuan khusus di Brussels, Belgia, untuk membahas kebijakan masa depan terkait Ukraina.
Menjelang KTT tersebut, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan rencana lima poin untuk "Mempersenjatai Kembali Eropa". Rencana ini bertujuan memungkinkan Uni Eropa memobilisasi hampir €800 miliar (sekitar Rp14 kuadriliun) untuk pengeluaran pertahanan bersama, kata von der Leyen pada hari Selasa (04/03)
Von der Leyen juga menyatakan bahwa Uni Eropa akan mengembangkan "instrumen keuangan baru" yang memungkinkan pinjaman sebesar €150 miliar (sekitar Rp2,6 kuadiliun), dijamin oleh anggaran Uni Eropa. Dana ini akan digunakan untuk membeli sistem pertahanan udara, artileri, rudal, dan amunisi guna memperluas dukungan bagi Ukraina.
Namun, implementasi rencana ini masih belum jelas, dan harus mendapatkan persetujuan dari para kepala negara serta pemerintahan Uni Eropa.
Selain itu, dua anggota Uni Eropa, Hungaria dan Slovakia, telah menyatakan penolakan mereka terhadap rencana tersebut. Kedua negara ini, yang memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Moskow dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya, lebih mendukung pendekatan Trump untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina dan
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman.