1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Prabowo soal Perundingan Tarif AS-RI: Kita Capai Kesepakatan

19 Februari 2026

Perundingan tarif dagang Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menuju kesepakatan. Prabowo yakin proses negosiasi yang intens dalam beberapa bulan terakhir mencapai kesepakatan yang solid.

Dokumentasi Presiden Prabowo Subianto di Davos, Swiss 2026
Indonesia dan AS telah menandatangani sejumlah perjanjian penting baik antarlembaga dan antarperusahaanFoto: Cabinet Secretariat of The Republic of Indonesia

"Saya berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kami telah bernegosiasi dengan sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu," kata Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan di Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/02) waktu setempat.

Ia berharap perjanjian perdagangan ini dapat menjadi dorongan besar bagi kemitraan dan kerja sama ekonomi AS-Indonesia yang berkelanjutan. Mengingat Indonesia dan AS telah menandatangani sejumlah perjanjian penting baik antarlembaga dan antarperusahaan.

"Sebagaimana Anda ketahui, kita telah menandatangani beberapa perjanjian penting antara mitra Indonesia dan AS, baik antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan. Di antaranya adalah perjanjian implementasi sebagai tindak lanjut dari poin-poin utama yang telah disepakati antara Indonesia dan AS mengenai keseimbangan perdagangan antara kedua negara," ujarnya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap penandatanganan tarif perdagangan antara Indonesia dengan AS digelar 19 Februari 2026. Pras mengatakan, untuk sementara, belum ada perubahan terkait isi kesepakatan dari pembahasan sebelumnya.

"Untuk sementara belum ada perubahan, tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," ungkapnya.

Prasetyo berharap mendapatkan angka yang lebih baik. Meski begitu, hasil akhir bergantung pada proses negosiasi.

"Ya, harapan kita kan tentu ingin seperti itu ya (turun). Siapa tahu," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya AS menentukan Agreement on Reciprocal Tariff terhadap Indonesia sebesar 32%. Namun, seiring berjalannya waktu, tarif berhasil diturunkan menjadi 19% dari hasil negosiasi.

Prabowo sebut AS salah satu mitra terkuat Indonesia

Prabowo membeberkan peran penting AS dalam berbagai fase krusial perjalanan bangsa. Ia mengaku sudah banyak bertemu banyak pengusaha di AS dan dan menyatakan pemerintah Indonesia membuka diri terhadap perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjadi mitra strategis.

"Saya sudah bertemu banyak pemimpin bisnis Amerika dalam waktu singkat saya di sini. Saya sangat optimis. Kami ingin melihat perusahaan Amerika sebagai mitra strategis. Saya rasa saya telah membuktikan bahwa pemerintah Indonesia dan saya sendiri selalu berupaya melindungi investor kami, menjadi tuan rumah yang baik, dan menghasilkan atmosfer terbaik bagi para investor," ujar Prabowo.

Baca selengkapnya di Detik News

Prabowo soal Perundingan Tarif AS-RI: Kita Telah Capai Kesepakatan Solid

Prabowo: Amerika Serikat Banyak Bantu Indonesia di Masa-masa Kritis

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya