Cina luncurkan Tianwen-2 yang digadang dapat menjajari misi antariksa AS dan Jepang, untuk eksplorasi Asteroid unik dekat Bumi serta membawa pulang sampel batuan.
Cina akan merilis misi antariksa berikutnya di akhir Mei 2025 (Foto Chang'e-4 Lunar Probe)Foto: Jiang Hongjin/Photoshot/picture alliance
Iklan
Misi Antariksa Tianwen-2 akan menjadi percobaan pertama Cina untuk melakukan survei dan mengumpulkan sampel dari asteroid - dan membawa negara tersebut masuk ke liga yang sama dengan AS, Rusia, dan Jepang dalam riset asteroid.
Tianwen-2 akan menginvestigasi asteroid Kamo'oalewa, yang mengorbit matahari dengan lintasan yang jaraknya relatif dekat dengan Bumi.
Misi ini bisa berlangsung hingga satu dekade. Jika sukses mengumpulkan dan membawa sampel dari asteroid ke Bumi, misi ini melanjutkan eksplorasi tata surya dengan perjalanan selanjutnya menuju sabuk asteroid.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis China National Space Administration (CNSA), Tianwen-2 akan diluncurkan akhir Mei 2025 dengan roket pengangkut Long March 3B dari pusat peluncuran satelit Xinchang di Provinsi Sichuan. CNSA hingga kini belum merilis tanggal pasti peluncuran Tianwen-2.
Kita mengirim wahana untuk terbang dari planet ke planet dan bulan ke bulan dalam beberapa dekade terakhir. Beberapa di antaranya bahkan sudah terbang melampaui tata surya. Namun, mengapa kita melakukannya?
Foto: NASA/New Horizons
Aksi ganda luar angkasa
Sekedar lewat? Itu biasa. Namun, jika dua wahana terbang hanya berbeda sehari? Itu baru spesial! Untuk pertama kalinya di luar angkasa, dua wahana terbang di sekitar Venus pada Agustus lalu. BepiColombo mengarah ke Merkurius dan Solar Orbiter mengarah ke matahari. Mereka tidak akan sampai ke tujuannya tanpa bantuan gravitasi. Sayangnya, mereka tidak saling berpapasan.
Foto: ESA
Gravitasi membantu lajunya pesawat luar angkasa
BepiColombo mengambil gambar Venus ini. Namun, pengambilan gambar tersebut hanya misi sekunder. Wahana itu terbang melewati Venus untuk memperlambat lajunya. BepiColombo harus menyamai “energi orbit”nya dengan energi orbit milik Merkurius, untuk mencapai orbit planet tersebut. Mudahnya, wahana itu melaju ke Venus dan dengan bantuan gravitasi, sama layaknya seperti ketapel antar planet.
Foto: ESA
Perang dingin di Venus
Perang dingin dimulai seiring dengan perlombaan luar angkasa pertama. Rusia merupakan yang pertama mencoba terbang melewati Venus pada 1961, tapi gagal. Mereka merasa terpukul ketika AS mencoba hal yang sama setahun kemudian dan berhasil dengan wahana Mariner 2. Ketika Rusia mengantongi keberhasilan pertama pada 1978, Amerika sudah mencapai Merkurius, Mars, dan Jupiter.
Foto: NASA/JPL
Berpetualang melampaui batas
Meluncur pada 1977, wahana Voyager 1 dan 2 dikirim untuk menjelajah luar tata surya. Setiap wahana membawa piring emas berisikan suara Bumi. Wahana terbang melewati Jupiter, di mana Voyager 1 memfoto bintik merah besar, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Mereka sekarang berada jauh di luar angkasa dan menjadi barang buatan manusia dengan jangkauan terbang terjauh yang pernah ada.
Orang-orang sering membahas bulan yang penuh dengan keajaiban dan cinta. Namun, tahukah kalian kalau Jupiter memiliki 79 bulan? Wahana Voyager 2 menemukan satu diantaranya. Ditemukan juga bahwa Europa, bulan Jupiter, memiliki tanda kehidupan lain selain di Bumi. Tertarik dengan lautan asin Jupiter, NASA ingin mencari tahu lebih lanjut dengan wahana Europa Clippernya.
Foto: NASA/JPL-Caltech
Hancur dan terbakar dalam kemenangan
Tak kalah dengan Jupiter, Saturnus memiliki 82 bulan. Wahana Cassini merupakan misi kolaborasi Amerika dan Eropa penjelajah Saturnus, menargetkan sekitar 162 target terbang melewati bulan Saturnus, termasuk Titan dan Enceladus. Setelah 13 tahun menjelajah tata surya, Cassini mengambil satu eksplorasi terakhir di Saturnus, mendata hasil observasinya hingga akhir.
Foto: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute
Hingga ke Pluto
Voyager 1 dan 2 memiliki rekan di ujung tata surya, yakni New Horizon. Setelah mampir ke Jupiter untuk mendapatkan dorongan, wahana itu terbang mengitari Pluto selama enam bulan untuk mempelajarinya lalu berkelana ke Sabuk Kuiper. Pioneer 10 dan 11 adalah wahana lain yang berhasil sampai ke Pluto. Misi ini membantu kita memahami geologi dan kehidupan di luar angkasa.
Foto: NASA/New Horizons
Luar angkasa tak berujung
Masih ada misi terbang lain yang penting, seperti Rosetta, yang melakukan misi terbang lintas Bumi dan Mars, sebelum pergi ke komet Chury, Giotto di komet Halley, Deep Space 1, Deep Impact, Stardust, dan di masa depan Hera, yang akan menjadi wahana pertama yang mencapai sistem asteroid biner, Dydimos. Mengapa? Karena manusia ingin tahu asal usul dan posisinya di alam semesta ini. (mn/hp)
Foto: ESA
8 foto1 | 8
Ke mana Tujuan Tianwen-2?
Tujuan pertama Tianwen-2 adalah asteorid Kamo'oalewa. Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama Cina mengumpulkan sampel dari interplanetary bodies yang ada pada sistem tata surya.
Iklan
Interplanetary bodies adalah objek kecil natural berupa asteroid, komet, meteor namun bukan bagian dari planet, planet kerdil, atau bulan. Interplantery bodies umumnya berada di dekat Bumi dan telah lama diteliti oleh badan-badan antariksa dunia, seperti NASA (AS), Roscosmos (Rusia), dan JAXA (Jepang).
Setelah Kamo'oalewa, tujuan Tianwen-2 selanjutnya adalah komet 311P/PANSTARRS. Komet 311P/PANSTARRS berada di sabuk asteroid utama tata surya di antara Mars dan Jupiter. Tianwen-2 tidak akan mengambil sampel dari komet, melainkan mengorbit dan menganalisa komposisinya.
Menambang Batuan Langit bagi Kebutuhan Manusia
07:33
This browser does not support the video element.
Apa itu Kamo'oalewa?
Kamo'oalewa adalah asteroid unik yang diperkirakan berdiameter sekitar 40-100 meter.
Asteroid ini sering dianggap sebagai "satelit palsu" karena mengorbit matahari, namun posisinya saat ini berada dekat dengan Bumi. Ini berarti saat Kamo'oalewa mengorbit matahari, asteroid ini juga mengitari bumi.
Para astronom menduga Kamo'oalewa merupakan bongkahan batu yang terlontar dari permukaan Bulan setelah bertabrakan dengan objek luar angkasa lainnya.
Tianwen-2 membutuhkan waktu sekitar dua setengah tahun untuk menyelesaikan misi awal ke Kamo'oalewa.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Bagaimana cara Tianwen-2 mengambil sampel?
Tianwen-2 akan mencoba mengambil sampel Kamooalewa dengan teknik "touch and go" (sentuh-dan-pergi) yang telah berhasil diterapkan dalam misi OSIRIS-Rex dan Hayabusa2. Metode ini menggunakan lengan robotik yang diperpanjang untuk mengikis permukaan asteroid saat wahana antariksa ini terbang melintasinya.
Wahana ini juga akan berusaha mendarat di permukaan asteroid dengan menggunakan teknik kedua yakni "anchor and attach" (jangkar-dan-tempel). Dengan teknik ini, empat lengan robotik akan menjulur dan mengebor permukaan untuk mengambil sampel material.
Seperti halnya misi pengambilan sampel antariksa lainnya, sampel yang diambil akan dibawa kembali ke Bumi sebelum Wahana ini melanjutkan misi keduanya di sabuk asteroid.
Asteroid yakni batuan dari luar angkasa terus mengancam Bumi. Jatuhnya asteroid besar bisa berakibat fatal, seperti pada peristiwa musnahnya Dinosaurus 65 juta tahun lalu.
Foto: picture alliance / dpa
Impak Jatuhnya Meteorit Raksasa
Asteroid yang jatuh ke Bumi disebut Meteorit. Sebuah meteorit raksasa yang jatuh 65 juta tahun lalu di semenanjung Yucatan, menimbulkan kawah Chicxulub yang berdiameter 300 km. Para ilmuwan memperkirakan tumbukan metorit ini memicu musnahnya dinosaurus.
Foto: picture alliance/dpa
Kawah Meteorit
Debu komet yang jatuh ke Bumi biasanya habis terbakar di atmosfir. Tapi pecahan yang lebih besar dari luar angkasa bisa tersisa dan jatuh ke permukaan Bumi. Inilah meteorit. Kebanyakan ukurannya kecil dan tidak berbahaya. Jika cukup besar, bisa menimbulkan kerusakan hebat, seperti misalnya kawah meteorit Barringer di Arizona, AS dengan diameter 1000 meter
Foto: cc-by/LarryBloom
Riset Asteroid
NASA melakukan penelitian langsung asteroid besar Vesta di lintasannya dengan mengirim wahana peneliti ruang angkasa DAWN. Dengan terbang mendekati Vesta yang mengorbit Matahari di kawasan sabuk asteroid antara Mars dan Yupiter, diperoleh informasi lebih rinci struktur benda langit itu.
Foto: picture-alliance/dpa
Wahana Menabrak Asteroid
Badan Ruang Angkasa Eropa (ESA) meneliti impak tabrakan satelit dengan asteroid Misi yang diberi nama Don Quijote melakukan skenario: wahana penumbuk Hidalgo dijatuhkan ke Asteroid. Sementara orbiter Sancho mengamati dari jarak aman, dan merekam semua informasi tabrakan itu.
Foto: ESA - AOES Medialab
Benda Langit Misterius
Teleskop ruang angkasa Hubble milik NASA mengamati sebuah benda langit misterius. Obyeknya memiliki struktur rumit, dan diduga objek ini bukan sebuah komet melainkan produk akhir dari tabrakan frontal dua buah asteroid yang berkecepatan sekitar 7 kilometer/detik.
Foto: AP
Komet dan Bintang Berekor
Komet terdiri dari awan gas dan ekor panjang yang terdiri dari gas, batuan serta partikel debu. Jika ekor yang terdiri dari partikel dan batuan memasuki atmosfir Bumi, gesekan memanaskannya hingga 3000 derajat Celsius. Inilah yang disebut sebagai bintang berekor.
Foto: picture alliance / dpa
6 foto1 | 6
Apa arti Tianwen?
Tianwen adalah nama sebuah karya dari penyair Tiongkok, Qu Yuan, yang meninggal sekitar tahun 278 SM. Secara harfiah, Tianwen berarti "Pertanyaan surgawi".
Setelah mendarat di permukaan Mars pada Mei 2021, Zurong telah melakukan ‘hibernasi' menghadapi badai pasir dan musim dingin Mars, namun gagal untuk kembali aktif dan memulai kembali misi yang direncanakan pada akhir 2022.
Misi berikutnya, Tianwen-3 yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2028, menjadi percobaan pertama Cina mengambil sampel dari permukaan Mars dan membawanya kembali ke Bumi.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris