1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tembok Cyber Cina

26 Juni 2007

Pemerintah Cina mengawasi ketat pengguna internet. Perusahaan internet asing diminta mengungkap nama-nama pengguna internet yang kritis.

Internet Cafe di Beijing
Internet Cafe di BeijingFoto: AP

Orang-orang Cina dari kubu oposisi yang tinggal di luar negeri sudah terbiasa menjalankan tiga program anti virus, jika mereka ingin membuka situs pihak-pihak oposisi di tempat pengungsian mereka di Amerika Serikat. Kalau tidak komputer mereka akan terinfeksi virus dan lumpuh selama beberapa hari. He Qinglian dari Universitas princeton Amerika Serikat menjelaskan latar belakangnya,

„Yang bertanggung jawab adalah sebuah proyek di Cina yang bernama „papan pelindung emas“. Ini merupakan proyek besar untuk pengawasan elektronis. Proyek ini akan dijalankan secara keseluruhan mulai tahun 2008. Ini akan mencakup kontrol internet, pengumpulan dan pengenalan suara serta pengawasan melalui video secara permanen. Selain itu akan ada sebuah bank data yang mampu mengolah, mengkategorisir dan mengarsipkan data, dua detik setelah data tersebut diterima. Sekarang saja bank data ini sudah dapat mengambil data yang datang melalui internet atau telepon. Semua orang Cina terkena dampaknya, tetapi yang paling terkena adalah orang yang mempunyai profil tinggi. Bagi kebanyakan pengguna, datanya akan tidak akan diapa-apakan sampai akhirnya dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah. Lalu data ini akan segera diaktifkan dan dimasukkan kedalam profil seseorang.“

Negara sebagai pengawas sudah merupakan realitas di Cina sejak lama. Data yang dibuat secara elektronis tentang seseorang dapat diakses oleh institusi-institusi pemerintah seperti kepolisian atau agen rahasia. Kurangnya perlindungan data pribadi juga dimanfaatkan oleh perusahaan telekomunikasi pemerintah atau perusahaan asuransi. Ini merupakan usaha yang membawa untung besar.

Laba yang tinggi juga membuat perusahaan-perusahaan internasional tertarik untuk ikut serta dalam pembangunan negara pengawas Cina. He Qinglian, yang menggambarkan kontrol ketat di Cina dalam bukunya „Cina dibalik kabut tebal“, dapat menyebutkan banyak contoh

„Yang terutama aktif adalah perusahaan Amerika Cisco System, yang dapat meraih keuntungan besar dalam proyek ini. Pakar Cina Goldmann berhasil mendapatkan berkas-berkas internal perusahaan Cisco Systems, dan berkas tersebut menyebutkan beberapa tuntutan agar perusahaan tersebut mendapatkan tugas pengawasan dari pemerintah Cina. Berkas-berkas ini lalu disodorkan ke Kongres Amerika Serikat. Sejak saat itu sudah menjadi rahasia publik, bahwa Cisco Systems menyediakan filter virus bagi para komunis di cina. Mesin pencari di internet seperti Yahoo atau Google tidak lebih baik, mereka menyediakan data pelanggan internet mereka kepada badan keamanan Cina. Karena hal itu, sudah tiga penulis internet ditahan dan dijatuhi hukuman.“

Dengan bantuan teknologi tinggi, rezim ini tidak mempunyai masalah lagi, bukan saja dalam mengawasi 130 juta pengguna jasa internet di Cina, tetapi juga dalam mengganggu alamat-alamat yang dapat membahayakan di seluruh dunia. Sebuah perusahaan rating Perancis merasakan dampaknya ketika mereka memberi peringatan tentang bahasa investasi di Cina dalam situs mereka. Beberapa jam kemudian situs tersebut lumpuh karena hujan spam dari Cina. Tetapi kontrol internet Cina ini tidak selalu seefektif ini. Kadang-kadang pemerintah Cina harus melakukan kerja ekstra untuk meraih tujuan mereka, seperti kerja sama penelitian dengan beberapa universitas elit di Cina.