1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tentara Somalia Culik Staf Badan PBB

17 Oktober 2007

Lebih dari lima puluh anggota Dinas Rahasia bersenjata lengkap dan mengendarai 2 kendaraan tempur lapangan menyebu kawsan PBB di Somalia. Lalu mereka menculik seorang pimpinannya.

Truk bantuan pangan WFP di Mogadishu
Truk bantuan pangan WFP di MogadishuFoto: AP

Direktur operasi Badan Pangan Dunia WFP untuk Somalia, Idris Osman, diculik oleh para petugas dinas rahasia Somalia, kemarin pagi waktu setempat. Dijelaskan oleh Peter Smerdon, juru bicara WFP untuk Afrika Timur dalam wawancara dengan Radio DW:

"Ia diangkut di bawah todongan senjata oleh para anggota Dinas Rahasia Somalia, badan yang langsung berada di bawah kekuasaan presiden. Kini Idris Oman ditahan di sebuah sel di markas besar dinas rahasia itu, yang lokasinya tak jauh dari Istana Presiden di Mogadishu."

Penahanan ini didahului sebuah peristiwa dramatis. Menurut Peter Smerdon, sekitar 50 hingga 60 orang pasukan ini datang dengan dua kendaraan lapangan, yakni truk pik-ap kecil yang dilengkapi persenjataan berat. Mereka, lengkap dengan seragam dinas, menyerbu masuk kawasan PBB di Mogadishu. Seorang perwira polisi Somalia mengukuhkan penangkapan itu. Katanya, hal itu dilakukan berdasarkan perintah langsung Kepala Dinas Rahasia Somalia.

Seorang anggota keluarga dari Idris Osman curiga, penangkapan disebabkan penolakan Idris Osman terhadap keinginan sejumlah perwira dan pejabat pemerintah untuk turut melakukan pembagian pangan. Akibatnya ia ditangkap, dengan dalih berhubungan dengan teroris.

Juru bicara WFP Peter Smerdon sepenuhnya tak bisa memahami penangkapan itu:

"Sebetulnya WFP sudah mulai melakukan pembagian pangan sejak hari Senin terhadap 75 ribu warga Mogadishu, melalui kerjasama dengan 43 mesjid yang ditunjuk pemerintah peralihan Somalia. Jadi sebenarnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang, dan sudah memperoleh persetujuan untuk membagikan pangan lewat mesjid-mesjid."

Somalia belakangan memang dilanda kekisruhan berkaitan dengan perlawanan bersenjata kelompok milisi garis keras Majelis Syariah Somalia, yang sempat menguasai mesjid-mesjid di Mogadishu. Namun menurut Peter Smerdon, dalam konteks ini situasinya lain.

"Alasan kami memilih mesjid untuk kerjasama membagikan pangan ini adalah karena kami harap mereka bisa menjamin bahwa pembagian pangan itu berlangsung aman dan sampai ke tangan yang berhak. Karena bantuan pangan WFP di Mogadishu dihentikan sejak Juni tahun 2005, ketika terjadi penembakan di sebuah tempat pembagian pangan."

WFP menyebut penangkapan Idris Osman sebagai pelanggaran hukum internasional. Karenanya Badan pangan PBB ini menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat. Sebelum itu, kata Peter Smerdon:

"Dikarenakan penangkapan Idris Osman, dan didorong kewajiban untuk menjamin keselamatan para staf, WFP terpaksa menghentikan langsung seluruh kegiatan pembagian pangan di Mogadishu dan pengangkutan pangan dari gudang-gudang kami di ibu kota yang sedianya akan dikirim ke kota-kota lain."