1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Migrasi

Terdakwa Penembakan Sinagoga Halle Didakwa Pembunuhan Ganda

22 April 2020

Ekstremis sayap kanan yang diyakini berada di balik serangan pada Oktober 2019 ini juga didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap 68 orang.

Peringatan korban yang tewas akibat serangan ekstremis kanan di Halle, Jerman
Foto: Reuters/H. Hanschke

Jaksa penuntut di Jerman mengatakan pada hari Selasa (21/04) bahwa pelaku yang menganut ideologi ekstremis sayap kanan bertanggungjawab atasserangan teroris mematikan di sebuah sinagoga di kota Halle di bagian timur Jerman dan mendakwa pelaku dengan pembunuhan ganda.

Tersangka pelaku adalah seorang pria asal Jerman berusia 28 tahun yang diidentifikasi sebagai Stephan B. Ia juga menghadapi serangkaian dakwaan lainnya seperti penghasutan, pencederaan tubuh, pemerasan. Ia juga dituduh bertindak berdasarkan "sentimen antisemit, rasis, dan xenofobia."

Selain itu, ia juga didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap 68 orang. Pria itu mencoba menyerang sinagoga setelah memposting cacian bernada antisemitisme di internet.

Serangan di hari suci umat Yahudi

Stephan B. berusaha menyerang sinagoga di kota Halle pada 9 Oktober tahun lalu pada hari Yom Kippur yang merupakan hari paling suci dalam perayaan kalender Yahudi. Sesaat sebelum serangan itu, ia memposting cacian bernada antisemitisme di internet dan menyerukan agar orang Yahudi dibunuh.

Pada hari kejadian, sedikitnya 52 orang berkumpul untuk beribadat di sinagoga yang didatangi Stephan B. Ia datang dengan membawa delapan senjata api, beberapa alat peledak, helm dan rompi, demikian tertulis dalam arsip dakwaan. Dia ingin "membunuh sebanyak mungkin jamaah," kata jaksa penuntut.

Melarikan diri dengan mencuri taksi

Setelah melemparkan bahan peledak ke bangunan sinagoga dan gagal mencoba membuka pintu depan rumah ibadat itu, dia menembak mati seorang perempuan berusia 40 tahun yang berada di luar sinagoga.

"Dia ingin membunuh umat yang sedang beribadat di sana atau membuat mereka melarikan diri dari sinagoga untuk kemudian dapat menembak mereka," menurut dakwaan.

Frustrasi karena tidak bisa memasuki sinagoga, Stephan B kemudian memutuskan untuk "membunuh orang-orang dengan latar belakang migran," melempar alat peledak ke kedai kebab terdekat dan menembak seorang pria berusia 20 tahun di dalam kedai.

Dia kemudian melarikan diri dari kota, menembak dua orang di sebuah kota kecil dekat Halle, di mana dia meninggalkan mobilnya dan kemudian mencuri taksi untuk tmelanjutkan pelariannya. Dia ditangkap tak lama setelah itu.

Surat dakwaan terhadapnya telah didaftarkan pada 16 April 2020 di pengadilan di Naumburg yang terletak sekitar 75 kilometer di selatan Halle. Masih belum jelas kapan persidangan terhadapnya akan dimulai. ae/yf (AFP, dpa, Reuters)